Category Archives for Naskah Dhamma

Cammasataka Jataka

No. 324 CAMMASĀṬAKA-JĀTAKA58 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [82] “Hewan yang memberi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang petapa pengembara yang mengenakan jubah kulit59. Dikatakan bahwasanya jubah dalam dan jubah luarnya terbuat dari kulit. Suatu hari, ia pergi keluar dari aramanya menuju ke Savatthi untuk berpindapata dan […]

Baca selengkapnya...

Brahmadatta Jataka

No. 323 BRAHMADATTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Demikianlah sifat,”dst. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Cetiya Aggāḷava dekat Āḷavī, tentang peraturan latihan yang harus diperhatikan dalam membuat kediaman berkamar tunggal (kuti)54. Cerita pembukanya telah dikemukakan dalam Maṇikaṇṭha-Jātaka55. Dalam kisah ini, Sang Guru berkata, “Apakah benar, para Bhikkhu, bahwasanya kalian tinggal di […]

Baca selengkapnya...

Daddabha Jataka

No. 322 DADDABHA-JĀTAKA52 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dari tempat saya tinggal,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang beberapa orang penganut pandangan salah (titthiya). Dikatakan para titthiya ini, di beberapa tempat di dekat Jetavana, berbaring di atas duri, melakukan lima jenis penyiksaan diri, dan mempraktikkan berbagai jenis pertapaan […]

Baca selengkapnya...

Kutidusaka Jataka

No. 321 KUṬIDŪSAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [71] “Wahai kera, dari kaki,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu muda yang membakar gubuk daun milik Mahākassapa Thera (Mahakassapa Thera). Kejadian yang menghubungkan kisah ini terjadi di Rājagaha (Rajagaha). Dikatakan, pada masa itu sang thera tinggal di […]

Baca selengkapnya...

Succaja Jataka

No. 320 SUCCAJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia mungkin memberikan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, mengenai seorang tuan tanah. Dikatakan, tuan tanah ini pergi ke suatu perkampungan bersama dengan istrinya untuk menagih hutang dan menyita sebuah kereta yang merupakan pengganti dari apa yang seharusnya mereka tagih. Ia […]

Baca selengkapnya...

Kanavera Jataka

No. 318 KAṆAVERA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Waktu itu adalah musim,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang tergoda oleh mantan istrinya (dalam kehidupan berumah tangga). Situasi dan keadaan yang menyebabkan munculnya kisah ini dijelaskan dalam Indriya-Jātaka44. Sang Guru berkata, “Pada kehidupan sebelumnya, kepalamu […]

Baca selengkapnya...

Matarodana Jataka

No. 317 MATARODANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Merataplah bagi mereka yang hidup,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang tuan tanah yang tinggal di Savatthi. Dikatakan bahwa ketika saudaranya meninggal dunia, tuan tanah ini dilanda duka yang begitu mendalam sehingga ia tidak (mau) makan ataupun membersihkan dirinya, ia […]

Baca selengkapnya...

Sasa Jataka

No. 316 SASA-JĀTAKA42 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tujuh ekor ikan merah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pemberian derma yang mencakup semua. Dikatakan, seorang tuan tanah di Savatthi, menyediakan semua keperluan bagi para Saṅgha (Sangha) yang dipimpin oleh Sang Buddha. Ia membangun sebuah paviliun di depan rumahnya […]

Baca selengkapnya...

Mamsa Jataka

No. 315 MAṀSA-JĀTAKA41 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bagi seseorang yang meminta,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang bagaimana Yang Mulia Sāriputta (Sariputta) memperoleh makanan enak bagi beberapa bhikkhu yang sedang menjalani perawatan. Kisahnya dimulai dari beberapa bhikkhu yang menginginkan makanan enak setelah mengkonsumsi cairan […]

Baca selengkapnya...

Lohakumbhi Jataka

No. 314 LOHAKUMBHĪ-JĀTAKA37 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dikarenakan kami tidak berbagi kekayaan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru sewaktu berdiam di Jetavana, tentang seorang Raja Kosala. Kala itu, Raja Kosala, dikatakan pada suatu malam mendengar suara jeritan yang dikeluarkan oleh empat penghuni alam neraka—yaitu du, sa, na, so, masing-masing mengeluarkan satu suku […]

Baca selengkapnya...
1 61 62 63 64 65 163