No. 331 KOKĀLIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Mereka yang berbicara tidak pada,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Kokālika (Kokalika). Cerita pembukanya diceritakan dengan lengkap di dalam Takkārika-Jātaka72. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai menterinya yang selalu memberikan nasihat (penasihat).
Baca selengkapnya...No. 330 SĪLAVĪMAṀSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Memiliki kekuatan tiada,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang brahmana yang teringat akan moralitas (sila). Dua kisah yang sama telah diceritakan sebelumnya71. Kali ini, Bodhisatta terlahir sebagai pendeta kerajaan dari Raja Benares. ____________________ Dalam kisah ini, selama tiga hari […]
Baca selengkapnya...No. 329 KĀLABĀHU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tadinya kita menikmati,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Devadatta yang kehilangan hasil yang telah dicapainya (pencapaian) dan kehormatan. Karena ketika Devadatta menaruh dendam tanpa alasan kepada Sang Buddha dan menyuruh sekelompok pemanah untuk membunuh Beliau, kesalahannya semakin dikenal […]
Baca selengkapnya...No. 328 ANANUSOCIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Mengapa saya harus meneteskan air mata,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang tuan tanah yang kehilangan istrinya. Dikatakan, sepeninggal istrinya ia tidak mandi maupun makan, dan mengabaikan pekerjaan ladangnya. Dirundung oleh perasaan duka, ia berkeliaran di daerah pekuburan dan […]
Baca selengkapnya...No. 327 KĀKĀTI-JĀTAKA62 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Aroma wewangian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Dalam kesempatan ini, Beliau menanyakan bhikkhu itu apakah benar bahwa ia menyesal, dan setelah mendengar jawabannya, “Ya, Bhante,” Beliau pun menanyakan alasannya. Bhikkhu itu menjawab, “Dikarenakan nafsu (kotoran […]
Baca selengkapnya...No. 326 KAKKĀRU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia yang tidak melakukan tindakan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Devadatta, tentang bagaimana setelah menyebabkan perpecahan di dalam Sangha, ketika ia berjalan pergi dengan para pengikutnya, di saat Sangha menjadi terpecah, darah panas menyembur keluar dari mulutnya. Kemudian para […]
Baca selengkapnya...No. 324 CAMMASĀṬAKA-JĀTAKA58 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [82] “Hewan yang memberi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang petapa pengembara yang mengenakan jubah kulit59. Dikatakan bahwasanya jubah dalam dan jubah luarnya terbuat dari kulit. Suatu hari, ia pergi keluar dari aramanya menuju ke Savatthi untuk berpindapata dan […]
Baca selengkapnya...No. 323 BRAHMADATTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Demikianlah sifat,”dst. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Cetiya Aggāḷava dekat Āḷavī, tentang peraturan latihan yang harus diperhatikan dalam membuat kediaman berkamar tunggal (kuti)54. Cerita pembukanya telah dikemukakan dalam Maṇikaṇṭha-Jātaka55. Dalam kisah ini, Sang Guru berkata, “Apakah benar, para Bhikkhu, bahwasanya kalian tinggal di […]
Baca selengkapnya...No. 322 DADDABHA-JĀTAKA52 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dari tempat saya tinggal,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang beberapa orang penganut pandangan salah (titthiya). Dikatakan para titthiya ini, di beberapa tempat di dekat Jetavana, berbaring di atas duri, melakukan lima jenis penyiksaan diri, dan mempraktikkan berbagai jenis pertapaan […]
Baca selengkapnya...No. 321 KUṬIDŪSAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [71] “Wahai kera, dari kaki,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu muda yang membakar gubuk daun milik Mahākassapa Thera (Mahakassapa Thera). Kejadian yang menghubungkan kisah ini terjadi di Rājagaha (Rajagaha). Dikatakan, pada masa itu sang thera tinggal di […]
Baca selengkapnya...