No. 264 MAHĀ-PANĀDA-JĀTAKA225 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Yang memiliki istana itu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di tepi Sungai Gangga, tentang kesaktian Thera Bhaddaji. Pada satu kesempatan, ketika Sang Guru telah melewati masa vassa di Sāvatthi, Beliau berpikir untuk membantu seorang pemuda yang bernama Bhaddaji. Maka dengan rombongan bhikkhu […]
Baca selengkapnya...RUMAH SERIBU CERMIN Dikisahkan dlm dongeng rakyat Jepang ada sebuah rumah yg didalamnya terdapat 1000 cermin. Suatu hari ada seekor anjing kecil yang periang dan selalu berbahagia, dia melewati rumah itu dan memutuskan untuk masuk ke dalamnya. Dia berlari gembira menuju pintu rumah itu Saat anjing riang itu masuk, ia terkejut bahwa ia mendapati di […]
Baca selengkapnya...No. 263 CULLA-PALOBHANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [328] “Bukan melalui laut,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Dia dibawa ke hadapan Sang Guru di dalam balai kebenaran, dan Beliau menanyakan kepadanya apakah benar dia menyesal. Dia menjawab, “Ya, Bhante.” “Wanita,” kata Sang Guru, […]
Baca selengkapnya...No. 262 MUDU-PĀṆI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Satu tangan yang lembut,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Mereka membawanya ke dalam balai kebenaran, dan Sang Guru bertanya kepadanya apakah benar dia menyesal. Dia mengiyakannya. Kemudian Sang Guru berkata, “Wahai Bhikkhu, adalah hal yang […]
Baca selengkapnya...UPACARA DALAM AGAMA BUDDHA 1. Pengertian upacara 1) Suatu cetusan hati nurani manusia terhadap suatu keadaan. 2) Sebagai salah satu bentuk kebudayaan dapat kita selenggarakan sesuai dengan tradisi dan perkembangan jaman asalkan selalu didasarkan pada pandangan benar. 3) Buddha Dhamma sebagai ajaran universal, tidak mengalami perubahan (pengurangan maupun tambahan). Oleh sebab […]
Baca selengkapnya...No. 261 PADUMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Potong, potong dan potong lagi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang beberapa bhikkhu yang memberikan persembahan berupa untaian bunga untuk melakukan puja di bawah pohon Ānanda. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Kāliṅga-Bodhi-Jātaka223. Pohon ini disebut pohon Ānanda karena Ānanda-lah […]
Baca selengkapnya...No. 260 DŪTA-JĀTAKA220 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wahai Raja, Anda melihat seorang utusan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang serakah. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Kāka-Jātaka221, Buku IX. Dalam kisah ini, Sang Guru berkata kepada bhikkhu tersebut, [319] “Sebelumnya Anda adalah seorang serakah, […]
Baca selengkapnya...No. 259 TIRĪṬA-VACCHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika sendirian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang perolehan seribu pakaian, bagaimana Yang Mulia Ānanda (Ananda) menerima lima ratus pakaian dari para wanita dalam kerajaan Raja Kosala, dan menerima lima ratus pakaian dari Raja Kosala. Cerita pembukanya dikemukakan di atas, […]
Baca selengkapnya...No. 258 MANDHĀTU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di mana matahari dan bulan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang tidak puas (menyesal). Dikatakan bahwasanya bhikkhu ini, sewaktu berpindapata di Sāvatthi, melihat seorang wanita yang berpakaian amat cantik dan menjadi jatuh cinta kepadanya. Kemudian bhikkhu-bhikkhu lainnya […]
Baca selengkapnya...No. 257 GĀMAṆI-CAṆḌA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [297] “Dia bukanlah seorang tukang bangunan yang ahli,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang pujian terhadap kebijaksanaan. Di dalam balai kebenaran, para bhikkhu duduk, memuji kebijaksanaan Sang Dasabala 202 : “Āvuso, Sang Tathāgata memiliki kebijaksanaan yang agung, kebijaksanaan yang luas, kebijaksanaan […]
Baca selengkapnya...