Category Archives for Naskah Dhamma

Padanjali Jataka

No. 247 PĀDAÑJALI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Pastinya anak laki-laki ini,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Thera Lāḷudāyī. Dikatakan pada suatu hari kedua siswa utama sedang membahas sebuah pertanyaan. Para bhikkhu yang mendengar pembahasan tersebut memberikan pujian kepada kedua thera. Thera Lāḷudāyī yang duduk di antara para […]

Baca selengkapnya...

Telovada Jataka

No. 246 TELOVĀDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Si keji membunuh,” dan seterusnya.—Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Kūṭāgārasālā 174 di dekat Vesāli, tentang Panglima Sīha. Dikatakan bahwasanya setelah menyatakan perlindungannya, panglima ini menunjukkan keramahtamahan dan mempersembahkan makanan dengan daging (kepada Buddha). Para petapa telanjang175 yang mendengar berita ini […]

Baca selengkapnya...

Mula Pariyaya Jataka

No. 245 MŪLA-PARIYĀYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Waktu memakan segalanya,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Subhagavana, di dekat Ukkaṭṭhā, dalam hubungannya dengan Sutta tentang Akar Semua Hal (Mūlapariyāya Sutta). Dikatakan bahwasanya kala itu terdapat lima ratus brahmana yang telah menguasai tiga kitab Weda, yang kemudian bertahbis dalam ajaran (pembebasan), […]

Baca selengkapnya...

Viticcha Jataka

No. 244 VĪTICCHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Apa yang dia lihat,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang petapa pengembara yang melarikan diri. Dikatakan bahwasanya orang ini tidak menemukan siapa pun di seluruh Jambudīpa (India) untuk berdebat tesis dengannya. Sampai akhirnya dia tiba di Sāvatthi, dan menanyakan apakah […]

Baca selengkapnya...

Guttila Jataka

No. 243 GUTTILA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya memiliki seorang murid,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Veluvana, tentang Devadatta. Dalam kesempatan kali ini, para bhikkhu berkata kepada Devadatta, “Āvuso Devadatta, Yang Tercerahkan Sempurna (Sammāsambuddha) adalah gurumu; Dengan belajar dari Yang Tercerahkan Sempurna, Anda mengetahui tentang Tiga Keranjang (Tipiṭaka), tentang […]

Baca selengkapnya...

Sunakha Jataka

No. 242 SUNAKHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anjing bodoh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seekor anjing yang diberi makan di balai duduk, dekat Ambalakoṭṭhaka164 di Jetavana. Dikatakan bahwa sejak kecil, anjing ini telah diberikan tempat tinggal di sana dan diberi makan oleh seorang tukang air. Seiring […]

Baca selengkapnya...

Sabbadatha Jataka

No. 241 SABBADĀṬHA-JĀTAKA160 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seperti serigala,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Devadatta. Meskipun telah mendapatkan dukungan dari Ajātasattu (Ajatasattu), tetapi Devadatta tetap tidak mampu mempertahankan ketenaran dan dukungan yang didapatkannya. Ketika orang-orang melihat keajaiban161 yang terjadi pada saat Nalāgiri dilepaskan untuk menghabisi […]

Baca selengkapnya...

Maha Pingala Jataka

No. 240 MAHĀPIṄGALA-JĀTAKA157 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Raja Piṅgala (Pingala),” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Devadatta. Selama sembilan bulan Devadatta berusaha untuk menyebabkan kehancuran bagi Sang Buddha, dan berakhir dengan masuk ke dalam bumi, di depan gerbang Jetavana. Kemudian orang-orang yang tinggal di Jetavana dan negeri sekitarnya, […]

Baca selengkapnya...

Hoki, Keberuntungan Dan Kamma

Hoki, Keberuntungan Dan Kamma Ringkasan Dhammadesana Bhikkhu Uttamo Vihara Saddhapala 18 Maret 2011 Bila membaca kamus, pengertian hoki dan keberuntungan sering diartikan sama yaitu kemujuran atau nasib. Sedangkan, dari sumber yang berbeda diperoleh pengertian yang lain. Bahwa seseorang dikatakan hoki apabila ia memiliki sekaligus tiga hal yaitu : 1. Memiliki keahlian. 2. Memiliki kemauan untuk […]

Baca selengkapnya...

Harita Mata Jataka

No. 239 HARITA-MĀTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika saya berada di dalam jaring mereka,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Ajātasattu (Ajatasattu). Ketika Mahākosala, ayah Raja Kosala, menikahkan putrinya dengan Raja Bimbisāra (Bimbisara), dia memberikan sebuah desa yang terdapat di Kāsi kepada putrinya. Setelah Ajatasattu membunuh Bimbisara, […]

Baca selengkapnya...
1 69 70 71 72 73 163