Category Archives for Tipitaka

Bhikkhunisamyutta

Bab V 5. Bhikkhunisamyutta Khotbah Berkelompok Sehubungan dengan Bhikkhunī 1 (1) Āḷavikā 2 (2) Somā 3 (3) Gotamī 4 (4) Vijayā 5 (5) Uppalavaṇṇā 6 (6) Cālā 7 (7) Upacālā 8 (8) Sisupacālā 9 (9) Selā 10 (10) Vajirā Catatan Sumber : Samyutta Nikaya – Khotbah-khotbah Berkelompok Sang Buddha Diterjemahkan dari bahasa Pali oleh Bhikkhu […]

Baca selengkapnya...

Marasamyutta

Bab IV 4. Marasamyutta Khotbah Berkelompok Sehubungan dengan Māra I. Sub Bab Pertama (Umur Kehidupan) 1 (1) Latihan Keras 2 (2) Raja Gajah 3 (3) Indah 4 (4) Jerat Māra (1) 5 (5) Jerat Māra (2) 6 (6) Ular 7 (7) Tidur 8 (8) Ia Bergembira 9 (9) Umur Kehidupan (1) 10 (10) Umur Kehidupan […]

Baca selengkapnya...

Kosalasamyutta

Bab III 3. Kosalasamyutta Khotbah-khotbah yang Berhubungan dengan Suku Kosala I. Sub Judul Pertama (Ikatan) 1 (1) Muda 2 (2) Orang 3 (3) Penuaan dan Kematian 4 (4) Yang Dikasihi 5 (5) Dilindungi Diri Sendiri 6 (6) Sedikit 7 (7) Balairung Pengadilan 8 (8) Mallika 9 (9) Kurban 10 (10) Ikatan II. Sub Bab Kedua […]

Baca selengkapnya...

Catatan Devaputtasamyutta

Catatan Bab II 2. Devaputtasamyutta 141 Devaputta secara harafiah berbati “putra para dewa,” tetapi karena para dewa digambarkan muncul di tempat kediaman surgawi melalui kelahiran langsung, saya menerjemahkan bentuk majemuk itu sekedar sebagai “dewaa muda” Spk: Mereka terlahir kembali di pangkuan (anka) para dewa. Yang laki-laki disebut putra para dewa (devaputta); yang perempuan disebut putrid […]

Baca selengkapnya...

Pengikut Berbagai Sekte

III. BERBAGAI PENGIKUT SEKTE 21 (1) Siva Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Yang Terberkahi berdiam di Savathi di Hutan Jeta, Taman Anatahapindika. Kemudian, ketika malam telah larut, dewa muda Siva, dengan keelokan yang memukau, yang menerangi seluruh Hutan Jeta, menghampiri Yang Terberkahi. Setelah mendekat, dia memberi hormat kepada yang Terberkahi, berdiri di satu […]

Baca selengkapnya...

Anathapindika

II. ANATHAPINDIKA 11 (1) Candimasa Di Savatthi. Kemudian, ketika malam telah larut, dewa muda Candimasa, dengan keelokan yang memukau, yang menerangi seluruh Hutan Jeta, menghampiri Yang Terberkahi. Setelah mendekat, dia memberi hormat kepada Yang Terberkahi, berdiri di satu sisi, <118> dan mengucapakan syair-syair ini dihasdapan Yang Terberkahi: 290 “Mereka pasti akan mencapai keamanan Bagaikan rusa […]

Baca selengkapnya...

Suriya

I. SUB-BAB PERTAMA (SURIYA) 1 (1) Kassapa (1) Demikianlah yang saya dengan. Pada suatu ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi di Hutan Jeta, Taman Ananthapindika. Kemudian, Ketika malam telah larut, dewa muda Kassa, dengan keelokan yang memukau, yang menerangi seluruh Hutan Jeta, menghampiri Yang Terberkahi.141 Setelah mendekat, dia memberi hormat kepada Yang Terberkahi, berdiri […]

Baca selengkapnya...

Devaputtasamyutta

Bab II. 2. Devaputtasamyutta Khotbah-khotbah yang Berhubungan dengan Dewa-dewa Muda I. Sub-bab Pertama (Suriya) 1 (1) Kassapa (1) 2 (2) Kassapa (2) 3 (3) Magha 4 (4) Magadha 5 (5) Damali 6 (6) Kamada 7 (7) Pancalacanda 8 (8) Tayana 9 (9) Candima 10 (10) Suriya II. Anathapindika 11 (1) Candimasa 12 (2) Venhu 13 […]

Baca selengkapnya...

Catatan Devatasamyutta

Catatan Bab I 1. Devatasamyutta 1 Marisa, “tuan yang baik,” merupakan istilah yang biasanya digunakan oleh para dewa untik menyapa Sang Buddha, Para bhikkhu yang terkenal (lihat, misalnya, 40:10; IV 270,16), dan anggota-anggota komuniitas mereka sendiri (11:3;1 218,34); para raja juga menggunakan istilah itu untuk saling menyapa (3:12; 1 80,4). Spk menjelaskan bahwa itu adalah […]

Baca selengkapnya...

Setelah Membunuh

VIII. SETELAH MEMBUNUH 71 (1) Setelah Membunuh Di Savatthi. Sambil berdiri di satu sisi, devata tersebut berbicara kepada Yang Terberkahi dengan syair; 223 “Setelah membunuh apakah orang tidur dengan nyenyak? Setelah membunuh apakah orang tidak bersedih hati? Apakah satu hal, O Gotama, Yang engkau setujui pembunuhnya?”127 [Yang Terberkahi:] 224 “Setelah membunuh kemarahan, orang tidur nyenyak; […]

Baca selengkapnya...