No. 517 DAKARAKKHASA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [75] Semua kisah ini akan diceritakan di dalam Mahāummagga-Jātaka.
Baca selengkapnya...No. 515 SAMBHAVA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sucirata, saya memiliki kekuasaan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Kesempurnaan dalam Kebijaksanaan. Situasi dalam awal kisah ini diuraikan di dalam Mahāummagga-Jātaka35. ____________________ Dahulu kala, seorang raja bernama Dhanañjaya Korabya (Dhananjaya Korabya) berkuasa di Kota Indapatta di Kerajaan Kuru. […]
Baca selengkapnya...No. 514 CHADDANTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Yang bermata besar dan tiada tara,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhuni junior. Dikatakan, seorang wanita dari keluarga baik-baik di Savatthi, menyadari akan penderitaan dari kehidupan duniawi, menjadi seorang pabbajita. Suatu hari bersama dengan […]
Baca selengkapnya...No. 513. JAYADDISA-JĀTAKA. Sumber : Indonesia Tipitaka Center [21] “Setelah tujuh hari,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru, tentang seorang bhikkhu yang menghidupi ibunya. Awal ceritanya sama dengan yang diceritakan di dalam Sāma-Jātaka19. Tetapi dalam cerita ini, Sang Guru berkata, “Di masa lampau, orang bijak menyerahkan payung putih dengan kalung bunga emasnya […]
Baca selengkapnya...No. 512 KUMBHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Siapakah Anda,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang lima ratus orang wanita, teman-teman Visākhā (Visakha), yang merupakan peminum minuman keras. Cerita kali ini berawal dari sebuah festival yang diadakan di Sāvatthi (Savatthi). Setelah kelima ratus wanita ini selesai menyediakan […]
Baca selengkapnya...BUKU XVI. TIṀSANIPĀTA No. 511 KIṀCHANDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [1] “Mengapa Anda tetap berada,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pelaksanaan laku Uposatha1. Suatu hari ketika sejumlah upasaka dan upasika, yang sedang menjalankan sila Uposatha, datang untuk mendengarkan khotbah Dhamma duduk di dalam balai kebenaran […]
Baca selengkapnya...No. 510 AYOGHARA-JĀTĀKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sekali hidup terlahir di, dan seterusnya.” Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru tentang pelepasan yang besar dalam kehidupan duniawi. Dalam cerita ini Beliau berkata kembali, “Ini bukan pertama kalinya, para bhikkhu, Sang Tathagata telah melakukan pelepasan yang besar dalam kehidupan duniawi, tetapi ia juga melakukan hal […]
Baca selengkapnya...No. 509 HATTHI-PĀLA JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Akhirnya kami melihat,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang pelepasan kehidupan duniawi. Kemudian dengan kata-kata ini,— “Ini bukan pertama kalinya, para bhikkhu, Sang Tathagata melakukan pelepasan kehidupan duniawi ini, tetapi juga sama dalam kehidupan sebelumnya,”—Sang Guru menceritakan kepada mereka […]
Baca selengkapnya...No. 508 PAÑCA-PAṆḌITA JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center Kisah jataka ini akan diceritakan di dalam Mahā-Ummagga-Jātaka287. ____________________ Catatan kaki : 287 Vol. VI. hal. 399
Baca selengkapnya...No. 507 MAHĀ-PALOBHANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dari alam Brahma,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang penodaan terhadap orang suci. Situasi cerita ini telah dijelaskan sebelumnya. Di sini Sang Guru berkata lagi, “Wanita mengakibatkan penodaan, bahkan di dalam jiwa yang suci,” dan menceritakan kisah masa lampau ini. ____________________ […]
Baca selengkapnya...