No. 496 BHIKKHĀ-PARAMPARA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [369] “Saya melihat seseorang duduk,” dan seterusnya— Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Jetavana, tentang seorang tuan tanah. Ia adalah seorang umat yang sejati dan setia, dan menunjukkan penghormatan yang tiada hentinya kepada Sang Tathagata dan para bhikkhu. Suatu hari, pemikiran berikut ini muncul […]
Baca selengkapnya...No. 495 DASA-BRĀHMAṆA-JĀTAKA231 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Raja yang adil,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang sebuah pemberian derma yang tiada bandingannya. Ini telah dijelaskan di dalam Sucira-Jātaka dari Buku VIII. Kita mengetahui bahwa ketika melakukan pembagian derma ini, raja menguji lima ratus bhikkhu dengan Sang Guru […]
Baca selengkapnya...No. 494 SĀDHĪNA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [355] “Suatu keajaiban di dunia,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang umat awam yang melaksanakan laku uposatha. Pada kesempatan itu, Sang Guru berkata, “Upasaka, orang bijak di masa lampau, dikarenakan kebajikan mereka melaksanakan laku uposatha, masuk ke alam Surga dan […]
Baca selengkapnya...No. 493 MAHĀ-VĀṆIJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Para saudagar dari banyak,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang beberapa saudagar yang tinggal di Savatthi. Terdengar bahwa para saudagar ini, ketika hendak pergi dalam urusan bisnis, datang menjumpai Sang Guru dengan membawa hadiah, dengan bernaung dalam perlindungan dan […]
Baca selengkapnya...No. 492 TACCHA-SŪKARA-JĀTAKA221 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya berkelana, mencari dimana-mana,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang dua orang Thera yang kuno. Dikatakan bahwa Mahā-Kosala, sewaktu memberikan putrinya kepada raja Bimbisara, memberikan kepada putrinya itu bagian berupa sebuah desa Kasi untuk uang permandian. [343] Setelah Ajātasattu membunuh […]
Baca selengkapnya...No. 491 MAHĀ-MORA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jika saya ditangkap,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang bhikkhu yang menyimpang ke jalan yang salah. Sang Guru berkata kepadanya, [333] “Apakah itu benar, seperti apa yang diberitahukan kepadaku, bahwasannya Anda telah menyimpang ke jalan yang salah?” “Ya, Bhante.” […]
Baca selengkapnya...No. 490 PAÑC-ŪPOSATHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anda pasti merasa puas,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang lima ratus upasaka yang menjalankan sila uposatha. Dikatakan orang pada waktu itu, Sang Guru duduk di tempat duduk mulia Buddha, di dalam dhammasabhā, di antara empat jenis orang211, melihat sekeliling […]
Baca selengkapnya...No. 489 SURUCI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya adalah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di dekat kota Savatthi dalam rumah besar ibu Migāra 203, tentang bagaimana ia, Visakha, upasika yang agung mendapatkan delapan hadiah. Suatu hari ia mendengar khotbah Dhamma dibabarkan di Jetavana dan pulang ke rumah setelah […]
Baca selengkapnya...No. 488 BHISA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Semoga kuda dan sapi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyimpang ke jalan salah. Situasi kejadian ini akan diuraikan di dalam Kusa-Jātaka191. [305] Di sini Sang Guru bertanya kembali—“Apakah benar, bhikkhu, bahwa Anda telah menyimpang ke […]
Baca selengkapnya...No. 487 UDDĀLAKA-JĀTAKA185 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dengan gigi yang tidak bersih,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang laki-laki yang tidak jujur. Orang ini, meskipun telah mengabdikan dirinya kepada keyakinan yang menuntun ke penyelamatan, dengan tidak dapat menahan keinginan akan kebutuhan hidup melakukan tiga jenis praktik penipuan. […]
Baca selengkapnya...