BUKU X. DASA-NIPĀTA No. 439 CATU-DVĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [1] “Empat pintu gerbang,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seseorang yang tidak patuh. Situasi cerita ini telah dikemukakan sebelumnya di kisah kelahiran (jataka) yang pertama di Buku IX1. Di sini Sang Guru bertanya kembali kepada bhikkhu […]
Baca selengkapnya...No. 437 PŪTIMAṀSA-JĀTAKA255 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [532] “Mengapa Putimansa melakukan demikian,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pelenyapan panca indra. Pada suatu waktu terdapat banyak bhikkhu yang tidak menjaga panca indra mereka. Sang Guru berkata kepada Thera Ananda, “Saya harus menasihati para […]
Baca selengkapnya...No. 436 SAMUGGA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [527] “Datang dari mana kalian, Teman-teman?” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu menyesal. Sang Guru bertanya kepadanya apakah benar bahwasanya ia menyesal, dan ketika ia mengakuinya, Beliau berkata, “Mengapa, Bhikkhu, Anda (masih) memiliki nafsu terhadap seorang wanita? Sesungguhnya, […]
Baca selengkapnya...No. 435 HALIDDIRĀGA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di dalam hutan sendirian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan seorang wanita yang kasar terhadap seorang pemuda. Cerita pembukanya dapat ditemukan di dalam Culla-Nārada-Jātaka253. ____________________ Di masa lampau, wanita ini mengetahui bahwa jika petapa muda itu melanggar silanya, […]
Baca selengkapnya...No. 434 CAKKAVĀKA-JĀTAKA249 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [520] “Dua ekor burung,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika bertempat tinggal di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang serakah. Dikatakan bahwa ia serakah dengan segala perlengkapan bhikkhu dan meninggalkan semua kewajibannya terhadap guru dan pembimbingnya (ācariya dan upajjhāya), datang ke Kota Savatthi di pagi […]
Baca selengkapnya...No. 433 LOMASAKASSAPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anda akan menjadi seorang raja seperti Indra,” dan seterusnya. Cerita ini dikisahkan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Sang Guru menanyakan kepadanya apakah benar bahwasanya ia merindukan kehidupan duniawi, dan ketika ia mengakui bahwa hal itu benar, Sang Guru berkata, […]
Baca selengkapnya...No. 432 PADAKUSALAMĀṆAVA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wahai Patala, yang terbawa arus Sungai Gangga,” dan seterusnya. Cerita ini dikisahkan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang anak laki-laki. Dikatakan bahwa ia adalah putra dari seorang perumah tangga di Kota Savatthi, hanya berusia tujuh tahun, tetapi memiliki keahlian dalam mengenali jejak kaki. […]
Baca selengkapnya...No. 431 HĀRITA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Teman Harita,” dan seterusnya. Cerita ini dikisahkan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Kala itu, bhikkhu tersebut kembali membiarkan rambut dan kukunya tumbuh panjang dan menjadi menyesal setelah melihat seorang wanita yang berpakaian dengan bagus. Di luar kemauannya sendiri, ia […]
Baca selengkapnya...No. 430 CULLASUKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center ”Pohon di sini tidak terhitung jumlahnya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang bagian Verañjā244. Setelah melewati masa vassa di Verañjā, Sang Guru kembali ke Sāvatthi (Savatthi). Kala itu, sedang terjadi suatu pembahasan di dalam balai kebenaran oleh para bhikkhu, […]
Baca selengkapnya...No. 429 MAHĀSUKA-JĀTAKA242 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di mana terdapat pohon-pohon,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu. Ceritanya adalah ia tinggal di dalam hutan dekat sebuah desa perbatasan di Kosala dan mendapatkan petunjuk dalam meditasi dari Sang Guru. Orang-orang membuatkan sebuah tempat tinggal untuknya, […]
Baca selengkapnya...