Category Archives for Tipitaka

Kaccani Jataka

BUKU VIII.—AṬṬHA-NIPĀTA No. 417 KACCĀNI-JĀTAKA214 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Berjubah putih,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang upasaka yang menghidupi ibunya. Laki-laki itu berasal dari keluarga terpandang di Kota Savatthi. Sepeninggal ayahnya, ia yang mengurus ibunya dan merawatnya dengan melayaninya membasuh mulut, membersihkan gigi, mandi, membasuh […]

Baca selengkapnya...

Parantapa Jataka

No. 416 PARANTAPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Teror dan rasa takut,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Uruvella, tentang percobaan Devadatta untuk membunuh Sang Buddha. Para bhikkhu membahas ini di dalam balai kebenaran, “Āvuso, Devadatta [415] berusaha untuk membunuh Sang Tathāgata, ia telah menyewa para pemanah, menjatuhkan sebuah batu karang […]

Baca selengkapnya...

Kummasapinda Jataka

No. 415 KUMMĀSAPIṆḌA-JĀTAKA213 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Pelayanan diberikan kepada,” dan seterusnya.—Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang Ratu Mallikā (Mallika). Di kehidupan lampaunya, ia adalah seorang putri dari seorang pembuat untaian bunga di Savatthi, ia adalah seorang gadis yang sangat cantik dan baik. Ketika berusia enam belas tahun dan […]

Baca selengkapnya...

Jagara Jataka

No. 414 JĀGARA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   [403] “Siapa itu yang bangun,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang upasaka. Ia adalah seorang siswa yang telah mencapai tingkat kesucian Sotāpanna. Ia bepergian melewati jalan hutan dari Kota Sāvatthi (Savatthi) dengan rombongan kereta. Di suatu tempat air yang […]

Baca selengkapnya...

Dhumakari Jataka

NO. 413 DHŪMAKĀRI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Raja Yudhiṭṭhila suatu ketika,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Jetavana, tentang keramahtamahan yang diberikan oleh Raja Kosala kepada orang asing. Ceritanya dimulai pada suatu ketika, raja tidak menunjukkan keramahtamahan kepada para prajurit lamanya yang biasa melayaninya, tetapi memberikan kehormatan dan menunjukkan […]

Baca selengkapnya...

Kotisimbali Jataka

No. 412 KOṬISIMBALI-JĀTAKA209 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Kuangkat raja naga,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang kecaman terhadap nafsu (noda batin). Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Pānīya-Jātaka. Dalam kisah ini, Sang Guru yang mengetahui bahwa lima ratus bhikkhu itu sedang dikuasai oleh pikiran yang penuh dengan […]

Baca selengkapnya...

Somadhatta Jataka

No. 410 SOMADATTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Jauh di dalam hutan,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu tua. Cerita ini memberitahukan bahwa bhikkhu tersebut menahbiskan seorang siswa baru untuk melayaninya, tetapi kemudian ia meninggal disebabkan oleh penyakit yang parah. Bhikkhu tua itu pergi ke sana […]

Baca selengkapnya...

Dalhadhamma Jataka

No. 409 DAḶHADHAMMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   [384] “Saya melayani raja,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Taman Ghosita, dekat Kosambī, tentang Bhaddavatikā (Bhaddavatika), gajah betina milik Raja Udena. Tentang bagaimana gajah ini dihias dan keturunan dari Raja Udena akan dikemukakan di dalam Mātaṅga-Jātaka204. Pada suatu hari, berjalan ke […]

Baca selengkapnya...

Kumbhakara Jataka

No. 408 KUMBHAKĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Kulihat satu pohon mangga di dalam hutan,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang kecaman terhadap nafsu (noda batin). Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Pānīya-Jātaka. Pada waktu itu, di Kota Savatthi terdapat lima ratus teman, yang telah menjadi bhikkhu, yang […]

Baca selengkapnya...

Mahakapi Jataka

No. 407 MAHĀKAPI-JĀTAKA199 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Anda menggunakan diri sendiri,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang perbuatan baik terhadap keluarga. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Bhaddasāla-Jātaka200. Para bhikkhu memulai pembicaraan di dalam balai kebenaran, dengan berkata, “Yang Tercerahkan Sempurna (selalu) melakukan perbuatan baik terhadap keluarga-Nya.” […]

Baca selengkapnya...
1 19 20 21 22 23 127