Category Archives for Tipitaka

Kassapamandiya Jataka

NO. 312 KASSAPAMANDIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [36] “Jika anak muda berbuat ceroboh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu tua. Dikatakan bahwa setelah mengetahui keburukan dari kesenangan indiriawi, seorang bangsawan muda di Sāvatthi (Savatthi), menerima penahbisan dari Sang Guru, dan dengan selalu mempraktikkan meditasi yang […]

Baca selengkapnya...

Pucimanda Jataka

No. 311 PUCIMANDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bangunlah, Perampok!” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Yang Mulia Mahāmoggallāna (Mahamoggallana). Ketika bhikkhu senior tersebut bertempat tinggal di gubuk di dalam hutan dekat Rājagaha (Rajagaha), seorang perampok, sehabis merampok sebuah rumah di desa pinggiran, melarikan diri dengan membawa barang […]

Baca selengkapnya...

Sayha Jataka

No. 310 SAYHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada takhta di dunia ini,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal, yang ketika sedang berpindapata di kota Sāvatthi (Savatthi) melihat seorang wanita cantik, dan sejak saat itu menjadi merasa menyesal dan kehilangan segala kebahagiaan dalam Dhamma. […]

Baca selengkapnya...

Chavaka Jataka

No.309 CHAVAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Guru yang suci,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang persaudaraan enam bhikkhu. Kisah ini diceritakan secara terperinci di dalam Vinaya28. Berikut ini adalah ringkasan kisahnya. Sang Guru memanggil keenam bhikkhu tersebut menanyakan apakah benar bahwa mereka mengajarkan Dhamma di tempat duduk yang […]

Baca selengkapnya...

Javasakuna Jataka

No. 308 JAVASAKUṆA-JĀTAKA27 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kebajikan yang terdapat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Devadatta yang tidak tahu berterima kasih. Beliau mengakhirinya dengan berkata, “Bukan hanya kali ini, tetapi juga di masa lampau Devadatta menunjukkan rasa tidak berterima kasihnya,” Setelah mengucapkan ini, Beliau menceritakan sebuah […]

Baca selengkapnya...

Palasa Jataka

No. 307 PALĀSA-JĀTAKA21 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [23] “Mengapa, Brahmana, walaupun,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berbaring di pembaringan tatkala akan mencapai nibbana (parinibbāna), tentang Ānanda Thera (Ananda Thera). Yang Mulia Ananda, yang mengetahui bahwa Sang Guru akan mencapai nibbana malam itu, berkata pada dirinya sendiri, “Saya masih seorang siswa (sekha) […]

Baca selengkapnya...

Ekaraja Jataka

No. 303 EKARĀJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “O raja yang sebelumnya berkuasa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bawahan Raja Kosala. Cerita pembukanya berhubungan dengan Seyyaṃsa-Jātaka11. Dalam kisah ini, Sang Guru berkata, “Anda bukanlah satu-satunya orang yang mendapatkan kebaikan dari perbuatan buruk, orang bijak dimasa lampau […]

Baca selengkapnya...

Maha Assaroha Jataka

No. 302 MAHĀ-ASSĀROHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Perbuatan baikmu dilimpahkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, mengenai Ānanda Thera. Cerita pembuka yang terdapat dalam kisah ini telah dijelaskan sebelumnya. “Di masa lampau juga,” Sang Guru berkata, “orang bijak berbuat dengan prinsip bahwa perbuatan baik akan mendapatkan hasil yang […]

Baca selengkapnya...

Cullakalinga Jataka

No. 301 CULLAKĀLIṄGA-JĀTAKA1 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [1]“Buka pintu gerbang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang penahbisan empat petapa (pengembara) wanita. Menurut tradisi, keluarga pemimpin kaum Licchavi2 yang berjumlah tujuh ribu tujuh ratus tujuh orang, bertempat tinggal di Vesālī (Vesali), dan mereka semuanya bagus dalam argumentasi dan […]

Baca selengkapnya...

Vaka Jataka

No. 300 VAKA-JĀTAKA286 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [449] “Serigala, yang mengambil,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang persahabatan lampau. Cerita pembukanya secara lengkap terdapat di dalam Vinaya; berikut ini adalah ringkasannya. Yang Mulia Upasena, dua vassa, mengunjungi Sang Guru bersama dengan seorang yang bhikkhu satu vassa yang […]

Baca selengkapnya...
1 28 29 30 31 32 127