Category Archives for Tipitaka

Nanachanda Jataka

No. 289 NĀNĀCHANDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kami tinggal di dalam satu rumah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritkan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang permintaan Yang Mulia Ānanda yang terkabulkan (semuanya). Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Juṇha-Jātaka272, Buku XI. ____________________ [427] Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai […]

Baca selengkapnya...

Macchuddana Jataka

No. 288 MACCHUDDĀNA-JĀTAKA270 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Siapa yang akan memercayai ceritanya,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang saudagar yang tidak jujur. Cerita pembukanya telah dikemukakan sebelumnya di atas. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta adalah Raja Benares, Bodhisatta terlahir di dalam keluarga seorang tuan tanah. Ketika dewasa, […]

Baca selengkapnya...

Labha Garaha Jataka

No. 287 LĀBHA-GARAHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dia yang tidak waras,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang rekan sesama bhikkhu Thera Sāriputta. [421] Bhikkhu ini menghampiri sang thera, dan setelah duduk di satu sisi, menanyakan bagaimana cara seseorang bisa mendapatkan perolehan, bagaimana cara dia bisa mendapatkan pakaian […]

Baca selengkapnya...

Saluka Jataka

No. 286 SĀLŪKA-JĀTAKA268 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [419] “Janganlah iri terhadap apa yang dimakan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan nafsu seorang wanita gemuk (kasar). Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Culla-Nārada-Jātaka269. Jadi Sang Guru menanyakan kepada bhikkhu ini apakah benar dia menyesal (tidak puas). Dia […]

Baca selengkapnya...

Mani Sukara Jataka

No. 285 MAṆISŪKARA-JĀTAKA265 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dia yang bergembira di dalam kebohongan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pembunuhan Sundarī. Kala itu, diceritakan bahwasanya Bodhisatta amatlah dipuja dan dihormati. Cerita pembukanya sama dengan yang terdapat di dalam Kandhaka266; ini hanyalah ringkasannya.

Baca selengkapnya...

Siri Jataka

No. 284 SIRI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kekayaan apa pun yang berusaha,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru, tentang seorang brahmana yang mencuri keberuntungan. [410] Cerita pembukanya sudah dikemukakan sebelumnya 263 . Sama seperti cerita tersebut sebelumnya, makhluk dewata yang berpandangan salah yang berdiam di pintu gerbang rumah Anāthapiṇḍika (Anathapindika), melakukan penyiksaan […]

Baca selengkapnya...

Vaddhaki Sukara Jataka

No. 283 VAḌḌHAKI-SŪKARA-JĀTAKA260 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Yang terbaik, yang terbaik selalu kamu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Thera Dhanuggahatissa. Mahākosala, ayah dari Raja Pasenadi, ketika menikahkan putrinya, Kosaladevī, kepada Raja Bimbisāra, memberikan sebuah Desa Kāsi yang menghasilkan upeti sebesar seratus ribu keping uang. Ketika Ajātasattu […]

Baca selengkapnya...

Seyya Jataka

No. 282 SEYYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Inilah yang terbaik yang harus kalian ketahui,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang menteri Raja Kosala. Dikatakan bahwasanya orang ini amatlah berguna bagi raja, dan dia selalu melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sepatutnya dilaksanakan. Karena dia amat berguna, raja memberikannya kehormatan […]

Baca selengkapnya...

Abbhantara Jataka

No. 281 ABBHANTARA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di sana tumbuh satu pohon,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Thera Sāriputta yang memberikan sari buah mangga kepada Theri Bimbādevī. Ketika Yang Tercerahkan Sempurna (Sammāsambuddha) memberikan khotbah Dhamma sewaktu berada di Kūṭāgārasālā di Vesāli, Mahāpajāpatī Gotamī beserta lima ratus […]

Baca selengkapnya...

Puta Dusaka Jataka

No. 280 PUṬA-DŪSAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak diragukan raja,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seseorang yang menghancurkan keranjang. Dikatakan bahwasanya di Sāvatthi seorang menteri kerajaan mengundang Sang Buddha dan para bhikkhu Saṅgha, mempersilakan mereka duduk di dalam tamannya. [391] Ketika sedang menyajikan makanan kepada mereka, sewaktu […]

Baca selengkapnya...
1 30 31 32 33 34 127