Category Archives for Tipitaka

Mandhatu Jataka

No. 258 MANDHĀTU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di mana matahari dan bulan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang tidak puas (menyesal). Dikatakan bahwasanya bhikkhu ini, sewaktu berpindapata di Sāvatthi, melihat seorang wanita yang berpakaian amat cantik dan menjadi jatuh cinta kepadanya. Kemudian bhikkhu-bhikkhu lainnya […]

Baca selengkapnya...

Gamani Canda Jataka

No. 257 GĀMAṆI-CAṆḌA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [297] “Dia bukanlah seorang tukang bangunan yang ahli,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang pujian terhadap kebijaksanaan. Di dalam balai kebenaran, para bhikkhu duduk, memuji kebijaksanaan Sang Dasabala 202 : “Āvuso, Sang Tathāgata memiliki kebijaksanaan yang agung, kebijaksanaan yang luas, kebijaksanaan […]

Baca selengkapnya...

Jarudapana Jataka

No. 256 JARUDAPĀNA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Beberapa saudagar,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang beberapa saudagar yang tinggal di Sāvatthi (Savatthi). Dikatakan bahwa para saudagar ini mendapatkan stok barang-barang dagangan di Savatthi, yang kemudian mereka kemas ke dalam kereta. Ketika tiba waktunya bagi mereka untuk menjalankan usaha […]

Baca selengkapnya...

Suka Jataka

No. 255 SUKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di saat burung itu,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang meninggal karena makan terlalu banyak. [292] Setelah dia meninggal, para bhikkhu berkumpul bersama di dalam balai kebenaran dan membahas keburukannya, “Āvuso, bhikkhu anu tidak memedulikan berapa banyak yang […]

Baca selengkapnya...

Kundaka Kucchi Sindhava Jataka

No. 254 KUṆḌAKA-KUCCHI-SINDHAVA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Rerumputan dan bubuk merah,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Thera Sāriputta (Sariputta). Pada suatu ketika, Buddha menghabiskan masa vassa-Nya di Sāvatthi, dan sesudahnya melakukan pengembaraan. Ketika Beliau kembali, para penduduk berkeinginan untuk menyambut kepulangan-Nya, dan mereka pun menyiapkan dana mereka […]

Baca selengkapnya...

Mani Kantha Jataka

No. 253 MAṆI-KAṆṬHA-JĀTAKA191 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Makanan dan minumanku berlimpah,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Cetiya Aggāḷava dekat Āḷavī, tentang peraturan latihan yang harus diperhatikan dalam membuat kediaman berkamar tunggal (kuti/pondok). Sebagian bhikkhu yang tinggal di Āḷavī dengan cara meminta (bahan) menyuruh membangun pondok untuk diri mereka sendiri. […]

Baca selengkapnya...

Tila Mutthi Jataka

NO. 252 TILA-MUṬṬHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sekarang teringat kembali olehku,” dan seterusnya.— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang pemarah. Dikatakan bahwasanya terdapat seorang bhikkhu yang selalu dipenuhi dengan kemarahan dan gejolak. Tidak peduli betapa kecil (nasihat) yang diberikan kepadanya, dia akan menjadi marah dan berbicara […]

Baca selengkapnya...

Samkappa Jataka

No. 251 SAṀKAPPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [271] “Tidak ada pemanah,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Seorang putra dari keluarga terpandang yang tinggal di Sāvatthi (Savatthi) meletakkan keyakinannya kepada ajaran (Buddha) dan kemudian menjalankan kehidupan suci sebagai seorang petapa. Pada suatu hari, ketika […]

Baca selengkapnya...

Kapi Jataka

No. 250 KAPI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seorang petapa suci,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menipu. Para bhikkhu mengetahui tindakannya yang menipu itu. Di dalam balai kebenaran, mereka membicarakannya, “Āvuso, bhikkhu anu, setelah menganut ajaran Buddha yang mengarahkan ke pembebasan, masih melakukan penipuan.” Sang […]

Baca selengkapnya...

Salaka Jataka

No. 249 SĀLAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bagaikan anak kandungku sendiri,” dan seterusnya.— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang mahāthera. Dikatakan bahwasanya thera ini menahbiskan seorang pemuda, yang kemudian diperlakukan olehnya dengan tidak baik. Sāmaṇera (Samanera) tersebut pada akhirnya tidak tahan dengan perlakuannya dan kembali menjalani kehidupan duniawi. […]

Baca selengkapnya...
1 33 34 35 36 37 127