Category Archives for "Sutta Pitaka"

Jambu Khadaka Jataka

No. 294 JAMBU-KHĀDAKA-JĀTAKA276 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Siapakah itu yang duduk,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Veḷuvana (Veluvana), tentang Devadatta dan Kokālika. Di saat Devadatta  mulai kehilangan perolehan dan ketenaran, Kokālika (Kokalika) pergi dari rumah ke rumah, mengatakan, “Thera Devadatta adalah keturunan dari Mahāsammata, raja agung yang pertama, […]

Baca selengkapnya...

Kaya Vicchinda Jataka

No. 293 KĀYA-VICCHINDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jatuh diserang oleh penyakit,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seseorang. Diceritakan bahwasanya di Sāvatthi hiduplah seorang laki-laki yang tersiksa karena sakit kuning, yang tidak dapat disembuhkan oleh para tabib, suatu penyakit yang tiada harapan. Istri dan anaknya mengembara untuk […]

Baca selengkapnya...

Supatta Jataka

No. 292 SUPATTA-JĀTAKA274 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [433] “Di sini, di Kota Benares,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang makanan berupa nasi yang dicampur dengan mentega cair segar, ditambah rasanya dengan ikan merah, yang diberikan oleh Thera Sāriputta kepada Bimbādevī 275. Di dalam kisah ini, sang theri […]

Baca selengkapnya...

Bhadra Ghata Jataka

No. 291 BHADRA-GHAṬA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [431] “Seseorang yang tidak pernah berbuat baik,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang keponakan laki-laki dari Anāthapinṇḍika. Orang ini telah menghamburkan uang warisan sebanyak empat ratus juta emas. Kemudian dia mengunjungi pamannya yang kemudian memberikan kepadanya uang seribu keping […]

Baca selengkapnya...

Sila Vimamsa Jataka

No. 290 SĪLA-VĪMAṀSA-JĀTAKA273 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Moralitas adalah menyenangkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang brahmana yang menguji kekuatan dari moralitas (sila). Cerita pembukanya telah dikemukakan sebelumnya di dalam Buku I. ____________________ Ketika Brahmadatta menjadi Raja Benares, pendeta kerajaannya berkeinginan untuk menguji kekuatan moralitas dirinya […]

Baca selengkapnya...

Nanachanda Jataka

No. 289 NĀNĀCHANDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kami tinggal di dalam satu rumah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritkan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang permintaan Yang Mulia Ānanda yang terkabulkan (semuanya). Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Juṇha-Jātaka272, Buku XI. ____________________ [427] Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai […]

Baca selengkapnya...

Macchuddana Jataka

No. 288 MACCHUDDĀNA-JĀTAKA270 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Siapa yang akan memercayai ceritanya,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang saudagar yang tidak jujur. Cerita pembukanya telah dikemukakan sebelumnya di atas. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta adalah Raja Benares, Bodhisatta terlahir di dalam keluarga seorang tuan tanah. Ketika dewasa, […]

Baca selengkapnya...

Labha Garaha Jataka

No. 287 LĀBHA-GARAHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dia yang tidak waras,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang rekan sesama bhikkhu Thera Sāriputta. [421] Bhikkhu ini menghampiri sang thera, dan setelah duduk di satu sisi, menanyakan bagaimana cara seseorang bisa mendapatkan perolehan, bagaimana cara dia bisa mendapatkan pakaian […]

Baca selengkapnya...

Saluka Jataka

No. 286 SĀLŪKA-JĀTAKA268 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [419] “Janganlah iri terhadap apa yang dimakan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan nafsu seorang wanita gemuk (kasar). Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Culla-Nārada-Jātaka269. Jadi Sang Guru menanyakan kepada bhikkhu ini apakah benar dia menyesal (tidak puas). Dia […]

Baca selengkapnya...

Mani Sukara Jataka

No. 285 MAṆISŪKARA-JĀTAKA265 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dia yang bergembira di dalam kebohongan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pembunuhan Sundarī. Kala itu, diceritakan bahwasanya Bodhisatta amatlah dipuja dan dihormati. Cerita pembukanya sama dengan yang terdapat di dalam Kandhaka266; ini hanyalah ringkasannya.

Baca selengkapnya...
1 29 30 31 32 33 126