Category Archives for "Sutta Pitaka"

Guttila Jataka

No. 243 GUTTILA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya memiliki seorang murid,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Veluvana, tentang Devadatta. Dalam kesempatan kali ini, para bhikkhu berkata kepada Devadatta, “Āvuso Devadatta, Yang Tercerahkan Sempurna (Sammāsambuddha) adalah gurumu; Dengan belajar dari Yang Tercerahkan Sempurna, Anda mengetahui tentang Tiga Keranjang (Tipiṭaka), tentang […]

Baca selengkapnya...

Sunakha Jataka

No. 242 SUNAKHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anjing bodoh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seekor anjing yang diberi makan di balai duduk, dekat Ambalakoṭṭhaka164 di Jetavana. Dikatakan bahwa sejak kecil, anjing ini telah diberikan tempat tinggal di sana dan diberi makan oleh seorang tukang air. Seiring […]

Baca selengkapnya...

Sabbadatha Jataka

No. 241 SABBADĀṬHA-JĀTAKA160 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seperti serigala,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Devadatta. Meskipun telah mendapatkan dukungan dari Ajātasattu (Ajatasattu), tetapi Devadatta tetap tidak mampu mempertahankan ketenaran dan dukungan yang didapatkannya. Ketika orang-orang melihat keajaiban161 yang terjadi pada saat Nalāgiri dilepaskan untuk menghabisi […]

Baca selengkapnya...

Maha Pingala Jataka

No. 240 MAHĀPIṄGALA-JĀTAKA157 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Raja Piṅgala (Pingala),” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Devadatta. Selama sembilan bulan Devadatta berusaha untuk menyebabkan kehancuran bagi Sang Buddha, dan berakhir dengan masuk ke dalam bumi, di depan gerbang Jetavana. Kemudian orang-orang yang tinggal di Jetavana dan negeri sekitarnya, […]

Baca selengkapnya...

Harita Mata Jataka

No. 239 HARITA-MĀTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika saya berada di dalam jaring mereka,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Ajātasattu (Ajatasattu). Ketika Mahākosala, ayah Raja Kosala, menikahkan putrinya dengan Raja Bimbisāra (Bimbisara), dia memberikan sebuah desa yang terdapat di Kāsi kepada putrinya. Setelah Ajatasattu membunuh Bimbisara, […]

Baca selengkapnya...

Ekapada Jataka

No. 238 EKAPADA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [236] “Beri tahukanlah kepadaku,” dan seterusnya.— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang saudagar. Dikatakan bahwasanya hiduplah seorang saudagar di Sāvatthi (Savatthi). Pada suatu hari, ketika sedang duduk di pangkuannya, putranya bertanya kepadanya pertanyaan “pintu”156. Dia membalas, “Pertanyaan ini hanya bisa dijawab […]

Baca selengkapnya...

Vaccha Nakha Jataka

No. 235 VACCHA-NAKHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kehidupan duniawi adalah kebahagiaan,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Roja, seorang Malla153. Dikatakan bahwasanya laki-laki ini, yang merupakan seorang teman perumah tangga dari Ānanda (Ananda), mengirimkan pesan kepada sang thera agar beliau datang ke tempatnya. Sang thera meminta izin dari […]

Baca selengkapnya...

Asitabhu Jataka

No. 234 ASITĀBHŪ-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sekarang nafsu telah tiada,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang gadis. Dikatakan bahwasanya di Sāvatthi, di dalam sebuah keluarga yang menopang kehidupan dua orang siswa utama (aggasāvaka) Sang Buddha, terdapat seorang gadis yang berparas elok dan bersinar cemerlang. Ketika dewasa, […]

Baca selengkapnya...

Vikannaka Jataka

No. 233 VIKAṆṆAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [227] “Panah itu masih berada di punggungmu,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Dia dibawa ke dalam balai kebenaran dan ditanya apakah benar bahwasanya dia menyesal, yang kemudian diakuinya. Ketika ditanyakan alasannya, dia menjawab, “Disebabkan oleh nafsu […]

Baca selengkapnya...

Vina Thuna Jataka

No. 232 VĪṆĀ-THŪṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Pemikiranmu sendiri,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang gadis. Dia adalah putri semata wayang dari seorang saudagar kaya di Sāvatthi (Savatthi). Dia memperhatikan bahwa di rumah ayahnya, suatu kehebohan terjadi karena seekor sapi, dan menanyakan kepada perawatnya apa yang sebenarnya […]

Baca selengkapnya...
1 34 35 36 37 38 126