Category Archives for "Sutta Pitaka"

Mani Kantha Jataka

No. 253 MAṆI-KAṆṬHA-JĀTAKA191 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Makanan dan minumanku berlimpah,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Cetiya Aggāḷava dekat Āḷavī, tentang peraturan latihan yang harus diperhatikan dalam membuat kediaman berkamar tunggal (kuti/pondok). Sebagian bhikkhu yang tinggal di Āḷavī dengan cara meminta (bahan) menyuruh membangun pondok untuk diri mereka sendiri. […]

Baca selengkapnya...

Tila Mutthi Jataka

NO. 252 TILA-MUṬṬHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sekarang teringat kembali olehku,” dan seterusnya.— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang pemarah. Dikatakan bahwasanya terdapat seorang bhikkhu yang selalu dipenuhi dengan kemarahan dan gejolak. Tidak peduli betapa kecil (nasihat) yang diberikan kepadanya, dia akan menjadi marah dan berbicara […]

Baca selengkapnya...

Samkappa Jataka

No. 251 SAṀKAPPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [271] “Tidak ada pemanah,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Seorang putra dari keluarga terpandang yang tinggal di Sāvatthi (Savatthi) meletakkan keyakinannya kepada ajaran (Buddha) dan kemudian menjalankan kehidupan suci sebagai seorang petapa. Pada suatu hari, ketika […]

Baca selengkapnya...

Kapi Jataka

No. 250 KAPI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seorang petapa suci,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menipu. Para bhikkhu mengetahui tindakannya yang menipu itu. Di dalam balai kebenaran, mereka membicarakannya, “Āvuso, bhikkhu anu, setelah menganut ajaran Buddha yang mengarahkan ke pembebasan, masih melakukan penipuan.” Sang […]

Baca selengkapnya...

Salaka Jataka

No. 249 SĀLAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bagaikan anak kandungku sendiri,” dan seterusnya.— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang mahāthera. Dikatakan bahwasanya thera ini menahbiskan seorang pemuda, yang kemudian diperlakukan olehnya dengan tidak baik. Sāmaṇera (Samanera) tersebut pada akhirnya tidak tahan dengan perlakuannya dan kembali menjalani kehidupan duniawi. […]

Baca selengkapnya...

Kimsukopama Jataka

No. 248 KIṀSUKOPAMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [265] “Semuanya sudah melihat,” dan seterusnya.— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, dalam hubungannya dengan Sutta tentang pohon kiṁsuka 177 (Kiṁsukopama Sutta). Empat orang bhikkhu datang menjumpai Sang Tathāgata, menanyakan tentang topik-topik meditasi. Beliau menjelaskannya kepada mereka. Setelah Beliau menjelaskannya, mereka masing-masing pergi […]

Baca selengkapnya...

Padanjali Jataka

No. 247 PĀDAÑJALI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Pastinya anak laki-laki ini,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Thera Lāḷudāyī. Dikatakan pada suatu hari kedua siswa utama sedang membahas sebuah pertanyaan. Para bhikkhu yang mendengar pembahasan tersebut memberikan pujian kepada kedua thera. Thera Lāḷudāyī yang duduk di antara para […]

Baca selengkapnya...

Telovada Jataka

No. 246 TELOVĀDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Si keji membunuh,” dan seterusnya.—Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Kūṭāgārasālā 174 di dekat Vesāli, tentang Panglima Sīha. Dikatakan bahwasanya setelah menyatakan perlindungannya, panglima ini menunjukkan keramahtamahan dan mempersembahkan makanan dengan daging (kepada Buddha). Para petapa telanjang175 yang mendengar berita ini […]

Baca selengkapnya...

Mula Pariyaya Jataka

No. 245 MŪLA-PARIYĀYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Waktu memakan segalanya,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Subhagavana, di dekat Ukkaṭṭhā, dalam hubungannya dengan Sutta tentang Akar Semua Hal (Mūlapariyāya Sutta). Dikatakan bahwasanya kala itu terdapat lima ratus brahmana yang telah menguasai tiga kitab Weda, yang kemudian bertahbis dalam ajaran (pembebasan), […]

Baca selengkapnya...

Viticcha Jataka

No. 244 VĪTICCHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Apa yang dia lihat,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang petapa pengembara yang melarikan diri. Dikatakan bahwasanya orang ini tidak menemukan siapa pun di seluruh Jambudīpa (India) untuk berdebat tesis dengannya. Sampai akhirnya dia tiba di Sāvatthi, dan menanyakan apakah […]

Baca selengkapnya...
1 33 34 35 36 37 126