Category Archives for "Sutta Pitaka"

Culla Palobhana Jataka

No. 263 CULLA-PALOBHANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [328] “Bukan melalui laut,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Dia dibawa ke hadapan Sang  Guru di dalam balai kebenaran, dan Beliau menanyakan kepadanya apakah benar dia menyesal. Dia menjawab, “Ya, Bhante.” “Wanita,” kata Sang Guru, […]

Baca selengkapnya...

Mudu Pani Jataka

No. 262 MUDU-PĀṆI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Satu tangan yang lembut,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Mereka membawanya ke dalam balai kebenaran, dan Sang Guru bertanya kepadanya apakah benar dia menyesal. Dia mengiyakannya. Kemudian Sang Guru berkata, “Wahai Bhikkhu, adalah hal yang […]

Baca selengkapnya...

Paduma Jataka

No. 261 PADUMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Potong, potong dan potong lagi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang beberapa bhikkhu yang memberikan persembahan berupa untaian bunga untuk melakukan puja di bawah pohon Ānanda. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Kāliṅga-Bodhi-Jātaka223. Pohon ini disebut pohon Ānanda karena Ānanda-lah […]

Baca selengkapnya...

Duta Jataka

No. 260 DŪTA-JĀTAKA220 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wahai Raja, Anda melihat seorang utusan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang serakah. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Kāka-Jātaka221, Buku IX.  Dalam kisah ini, Sang Guru berkata kepada bhikkhu tersebut, [319] “Sebelumnya Anda adalah seorang serakah, […]

Baca selengkapnya...

Tirita Vaccha Jataka

No. 259 TIRĪṬA-VACCHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika sendirian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang perolehan seribu pakaian, bagaimana Yang Mulia Ānanda (Ananda) menerima lima ratus pakaian dari para wanita dalam kerajaan Raja Kosala, dan menerima lima ratus pakaian dari Raja Kosala. Cerita pembukanya dikemukakan di atas, […]

Baca selengkapnya...

Mandhatu Jataka

No. 258 MANDHĀTU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di mana matahari dan bulan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang tidak puas (menyesal). Dikatakan bahwasanya bhikkhu ini, sewaktu berpindapata di Sāvatthi, melihat seorang wanita yang berpakaian amat cantik dan menjadi jatuh cinta kepadanya. Kemudian bhikkhu-bhikkhu lainnya […]

Baca selengkapnya...

Gamani Canda Jataka

No. 257 GĀMAṆI-CAṆḌA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [297] “Dia bukanlah seorang tukang bangunan yang ahli,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang pujian terhadap kebijaksanaan. Di dalam balai kebenaran, para bhikkhu duduk, memuji kebijaksanaan Sang Dasabala 202 : “Āvuso, Sang Tathāgata memiliki kebijaksanaan yang agung, kebijaksanaan yang luas, kebijaksanaan […]

Baca selengkapnya...

Jarudapana Jataka

No. 256 JARUDAPĀNA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Beberapa saudagar,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang beberapa saudagar yang tinggal di Sāvatthi (Savatthi). Dikatakan bahwa para saudagar ini mendapatkan stok barang-barang dagangan di Savatthi, yang kemudian mereka kemas ke dalam kereta. Ketika tiba waktunya bagi mereka untuk menjalankan usaha […]

Baca selengkapnya...

Suka Jataka

No. 255 SUKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di saat burung itu,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang meninggal karena makan terlalu banyak. [292] Setelah dia meninggal, para bhikkhu berkumpul bersama di dalam balai kebenaran dan membahas keburukannya, “Āvuso, bhikkhu anu tidak memedulikan berapa banyak yang […]

Baca selengkapnya...

Kundaka Kucchi Sindhava Jataka

No. 254 KUṆḌAKA-KUCCHI-SINDHAVA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Rerumputan dan bubuk merah,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Thera Sāriputta (Sariputta). Pada suatu ketika, Buddha menghabiskan masa vassa-Nya di Sāvatthi, dan sesudahnya melakukan pengembaraan. Ketika Beliau kembali, para penduduk berkeinginan untuk menyambut kepulangan-Nya, dan mereka pun menyiapkan dana mereka […]

Baca selengkapnya...
1 32 33 34 35 36 126