Category Archives for "Sutta Pitaka"

Vannupatha Jataka

VAṆṆUPATHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tanpa mengenal lelah, semakin dalam mereka menggali,” ‒ Kisah ini disampaikan oleh Bhagawan ketika Beliau menetap di Sawatthi. Anda tentu mereka-reka, mengenai siapakah kisah ini? Kisah ini mengenai seorang bhikkhu yang menyerah dalam daya upaya pelatihan dirinya. Suatu waktu, saat Buddha menetap di Sawatthi, datanglah seorang keturunan keluarga Sawatthi […]

Baca selengkapnya...

Apannaka Jataka

Buku I – EKANIPĀTA1 APAṆṆAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [95] Uraian Dhamma2 ini disampaikan oleh Bhagawan (Bhagavā) saat Beliau berdiam di sebuah arama di Jetawana (Jetavana), di dekat Kota Sawatthi (Savātthi). Anda tentu mereka-reka, mengenai siapakah kisah ini? Baiklah, mereka adalah lima ratus orang teman dari seorang hartawan. Mereka juga merupakan murid dari penganut […]

Baca selengkapnya...

Dhananjani Sutta

97 Dhananjani Sutta Kepada Dhananjani Sumber : Majjhima Nikaya 5 Diterjemahkan dari Bahasa Inggris Oleh : Dra. Wena Cintiawati, Dra. Lanny Anggawati Penerbit : Vihara Bodhivamsa, Wisma Dhammaguna, 2008 1. DEMIKIAN YANG SAYA DENGAR. Pada suatu ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha di Hutan Bambu, Taman Tupai. 2. Pada saat itu, Y.M. Sariputta sedang […]

Baca selengkapnya...

Khotbah Cinta Kasih

    IX KHOTBAH CINTA-KASIH Sumber : Khuddakapatha jilid 3 Diterjemahkan dari Bahasa Inggris oleh : Dra. Wena Cintiawati Dra. Lanny Anggawati Penerbit : Wisma Sambodhi Klaten Oktober 2006     1. [8]Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang terampil dalam kebaikan, Untuk mencapai Keadaan Damai adalah ini. Dia harus mampu, benar, lurus, Serta patuh […]

Baca selengkapnya...

Pernyataan Penutup

PERNYATAAN PENUTUP1 Demikianlah.2 Semua yang muncul di antara para peta adalah pelaku tindakan-tindakan jahat; karena tindakan-tindakan itulah maka buah bagi mereka adalah jahat dan keras. Menunjukkan dan menjelaskan3 hal ini dengan sarana tanya jawab [287] merupakan ajaran yang diperlkukan untuk merangsang4 para makhluk5 dengan kegelisahan, Hal itu membentuk topik pembicaraan yang bajik6 dan yang didasarkan […]

Baca selengkapnya...

Peta Enampuluh Ribu Palu

IV.16 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA ENAMPULUH – RIBU PALU [ Satthikutasahassapetavatthuvannana ] ‘Mengapa engkau, seperti orang gila?’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Hutan Bambu sehubungan dengan peta tertentu. Dikatakan bahwa dahulu kala di kota Benares ada seorang pincang yang terampil dalam praktek melempar batu dengan ketapel. Ketika keahliannya dalam seni melempar batu […]

Baca selengkapnya...

Peta Putra-Putra Pedagang

IV.15 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA PUTRA-PUTRA PEDAGANG KAYA [ Setthiputtapetavatthuvannana ] ‘Selama enampuluh ribu tahun.’ Ini adalah Cerita Peta Putra-putra Pedagan Kaya. Bagaimana asal mulanya? Sang Buddha sedang berdiam di Hutan Jeta di Savatthi. Pada saat itu, raja Kosala yang bernama Pasenadi sedang berkeliling kota dengan kekuasaan kerajaan yang besar, dengan kemegahan kerajaan yang besar, […]

Baca selengkapnya...

Peta Timbunan Kekayaan

IV.14 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA TIMBUNAN KEKAYAAN [ Bhogasamharanapetavatthuvannana1 ] ‘Kami mengumpulkan kekayaan.” Inilah Cerita Peta Timbunan Kekayaan. 2Bagaimana asal mulanya? Dikatakan bahwa ketika Sang Buddha sedang berdiam di Hutan Bambu, ada empat perempuan di Rajagaha yang bekerja memperdagangkan ghee, madu, minyak, dan biji-bijian dan sebaginya. Mereka mencari nafkah, mengumpulkan kekayaan dengan cara yang tidak […]

Baca selengkapnya...

Peta Poros Pohon

IV.13 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA POROS-POHON [ Akkharukkhapetavatthuvannana ] ‘Ketika seseorang memberi, itu tidak (hanya) di sana.’ Ini adalah Donor Cerita Peta Poros.1 Bagaimana asal mulanya? Ketika Sang Buddha sedang berdiam di Savatthi, seorang pengikut awam yang merupakan penduduk Savatthi mengisikan barang-barang ke dalam beberapa kereta dan pergi ke Videha2 untuk berdagang. Dia menjual barang-barangnya […]

Baca selengkapnya...

Peta Mangga

IV.12 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA MANGGA1 [ Ambapetavatthuvannana ] ‘Kolam terataimu ini amat memikat.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Savatthi sehubungan dengan peta ‘mangga’. Dikatakan bahwa di Savatthi ada seorang perumahan-tangga yang kekayaannya telah habis. Isterinya telah meninggal dan dia mempunyai anak perempuan satu-satunya yang ditinggal di rumah seorang temannya. Kemudian, dengan […]

Baca selengkapnya...
1 58 59 60 61 62 126