Pernyataan Penutup

PERNYATAAN PENUTUP1

Demikianlah.2

  1. Semua yang muncul di antara para peta adalah pelaku tindakan-tindakan jahat; karena tindakan-tindakan itulah maka buah bagi mereka adalah jahat dan keras.
  2. Menunjukkan dan menjelaskan3 hal ini dengan sarana tanya jawab [287] merupakan ajaran yang diperlkukan untuk merangsang4 para makhluk5 dengan kegelisahan,
  3. Hal itu membentuk topik pembicaraan yang bajik6 dan yang didasarkan secara benar pada suatu pemahamanan yang menyeluruh (dari subyek itu) yaitu Cerita-Certia Makhluk Peta yang diulang oleh Guru-guru Besar.
  4. Bergantung pada hal itu, setelah cara komentar kuno, untuk menjelaskan artinya7, saya telah mengembil penjelasan dari artinya.
  5. Yaitu, Penjelasan Mengenai Arti Intrinsik yang secara baik menjelaskan arti-arti intrinsik pada berbagai bagian di sini.
  6. Ketentuan yang tidak membingungkan (dari arti-arti yang halus) yang terdiri atas 15 bagian pengulangan teks sekarang telah mencapai akhirnya.
  7. Semoga semua mahluk masuk ke dalam Ajaran Penyelamat Dunia8 lewat sarana keagungan9 dari jasa apapun yang telah dicapai olehku melalui penulisan dengan cara ini, dan semoga mereka mengambil bagian dalam citarasa10 pembebasan melalui perlilaku yang murni dan luhur dan sebagainya.
  8. Semoga Ajaran Sang Buddha Sempurna tetap ada di dunia untuk waktu yang lama, dan semoga semua mahluk hidup senantiasa menghormati Ajaran itu.
  9. Semoga dewa (-hujan) juga hujan pada waktunya, dan semoga Penguasa Bumi11 berbakti kepada Dhamma Sejati dan mengatur dunia dengan Dhamma12 semata.

Demikianlah13 penjelasan mengenai arti Cerita-cerita Makhluk Peta yang dilakukan oleh Y.M. Acariya Dhammapala, bhikkhu dan petapa agung dan penghuni Vihara Badaratittha, diakhiri.

Komentar Mengenai Cerita-Cerita Makhluk Peta telah diselesaikan.

    Catatan :
  1. nigamanakatha, hanya pada Be.
  2. ettavatta ca; begitu pula pada Se Be, teks menghilangkannya.
  3. Terbaca vibhaventi pada Se be untuk vibhaventi pada teks.
  4. Terbaca -vaddhani pada Se Be untuk -vaddhani pada teks.
  5. Be menuliskan satam untuk satta- pada teks Se di mana artinya menjadi ‘menstimulasi seratus kali lipat dengan kegelisahan’.
  6. Terbaca kathavatthukusala pada Se Be untuk gathavatthukusala pada teks; topik yang bermanfaat ini disebutkan di M iii 113; Miln 344 da sebagainya.
  7. Terbaca tassa pada Se Be untuk tattha pada teks.
  8. Bandingkan PvA 42
  9. Terbaca tassanubhavena pada Be untuk kammassanubhavena pada teks; Se menuliskan assanubhavena.
  10. Lihat GS i 32 n. 5, iv 139 n. 5.
  11. Terbaca jagatipati pada Se Be untuk jagati sada pada teks; ini adalah suatu gelar kehormatan untuk raja.
  12. dhammena; mungkin memang demikian artinya.
  13. Saya mengikuti Be di sini : Itu Badaratitthaviharavasina munivarayatina Bhadantena Acariya Dhammapalena kata Petavatthu-atthasamvannana nitthita Petavatthu-Atthakatha samatta.
  14. Dhammapala berasal dari Kancipuram dan oleh karena itu, mungkin adalah seorang Tamil dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di Badaratittha Vihara di pantai tenggara India, sedikit ke arah selatan Madras. Lihat GP Malalasekera, The Pali Literature of Ceylon, Colombo 1958, hal. 112 dst.; juga DPPN i 1145 dst.