Istana Jarum

58. KEDELAPAN : ISTANA JARUM (Sucuvimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, dilakukan pembuatan jubah untuk Y.M. Sariputta dan dibutuhkan sebuah jarum. Sesampai di rumah seorang pandai besi untuk mengumpulkan dana makan dan ditanya apa yang dibutuhkan, bhikkhu itu memberitahukan kebutuhannya. Dengan pikiran yang penuh keyakinan, si pandai besi […]

Baca selengkapnya...

Sang Buddha, Gajah dan Monyet

      4. Sang Buddha, Gajah dan Monyet “Disinilah saya tinggal, dikelilingi sekumpulan gajah, gajah-gajah betina, anak-anak gajah dan gajah-gajah muda. Mereka mengunyah-ngunyah ujung-ujung rumput yang ingin saya makan, mereka memakan daun-daun dari ranting-ranting pohon yang saya patahkan; mereka mengeruhkan air minum saya. Ketika saya masuk atau keluar dari sungai, gajah-gajah betina menggosok-gosokkan badannya […]

Baca selengkapnya...

Istana Yang Harus Dikerjakan, Kedua

57. KETUJUH: ISTANA YANG-HARUS-DIKERJAKAN, KEDUA (Dutiyakaraniyavimana) Cerita ini mirip dengan yang cerita keenam. Bedanya, di sana makanan itu diberikan kepada Ynag Terberkahi, sedangkan di sini kepada seorang Thera. 1-5 (Seperti di 54. 1-5) 6 “Tindakan-tindakan jasa harus dikerjakan oleh manusia bijaksana yang melakukan diskriminasi, dimana apa yang diberikan kepada para bhikkhu yang hidup dengan benar […]

Baca selengkapnya...

Istana Yang Harus Dikerjakan

56. KEENAM : ISTANA YANG HARUS – DIKERJAKAN (Karaniyavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Seorang umat awam, ketika kembali dari mandi di sunagi Aciravati, bertemu dengan mengundang Yang Terberkahi untuk makan di rumahnya dan menjamu Beliau dengan hormat. Sisanya adalah seperti pada cerita sebelumnya. Jawaban dewa itu adalah sebagai berikut: 1-5 […]

Baca selengkapnya...

Pertengkaran Antar Suku

3. Pertengkaran Antar Suku Pada suatu waktu, ketika Sang Buddha sedang berdiam di antara Suku Sakya, Beliau menghentikan pertengkaran antara dua sanak keluargaNya, yaitu Suku Sakya dan Suku Koliya. Cerita ini dimulai ketika Suku Koliya dan Suku Sakya memperebutkan air Sungai Rohini, yang digunakan untuk mengairi ladang-ladang mereka. Air sungai ini dibendung dalam sebuah dam […]

Baca selengkapnya...

Seorang Pertapa Bernama Pathika

2. Seorang Pertapa Bernama Pathika Pada suatu ketika, Sang Buddha sedang bersemayam di Vihara Jetavana, di Savatthi. Di desa sekitar Vihara, ada seorang ibu rumah tangga yang menganggap seorang pertapa, bernama Pathika, sebagai guru tempatnya bertanya tentang segala macam hal. Ibu itu menyediakan segala macam kebutuhannya dan menganggap pertapa itu seperti anaknya sendiri. Pada suatu […]

Baca selengkapnya...

Istana Penjaga Pintu

55. KELIMA : ISTANA PENJAGA – PINTU (Dvarapalakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu Pada waktu itu, seorang umat awam memberikan dana makanan empat kali tanpa henti kepada Sangha. Tetapi karena takut pada pencuri, dia biasanya memastikan bahwa pintu rumahnya selalu terkunci karena rumahnya berada di batas luar kota itu. Karena itu, […]

Baca selengkapnya...

Istana Pemberi Sup Kepiting

54. KEEMPAT : ISTANA PEMBERI-SUP-KEPITING (Kakkatakarasadayakavimana1) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang bhikkhu yang mempraktekkan pandangan terang terpaksa meninggalkan praktek itu karena sakit telinga yang parah. Obat tabib sama sekali tidak membantu. Dia memberitahukan hal ini kepada Yang Terberkahi. Sang Buddha – yang mengetahui bahwa obatnya adalah sup-kepiting […]

Baca selengkapnya...

Murid Pemberontak

1. Murid Pemberontak Ketika itu Yang Mulia Kassapa sedang berdiam di Gua Pipphali. Ia mempunyai dua orang murid yang selalu melayaninya. Salah seorang muridnya amat setia dan selalu melaksanakan tugasnya dengan baik. Tetapi murid yang satunya, selalu lalai dan malas dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Ia selalu mengambil keuntungan dari pekerjaan yang dilakukan oleh temannya, dengan mengakui […]

Baca selengkapnya...

Istana Chatta

53. KETIGA : ISTANA CHATTA, SEORANG PEMUDA BRAHMANA (Chattamanavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, ada putra brahmana bernama Chatta yang telah selesai belajar di bawah bimbingan seorang brahmana Setavya. Ketika pulang, orang tuanya memberi uang seribu kahapana untuk diberikan kepada gurunya. Maka dia pun berangkat menuju Setavya untuk […]

Baca selengkapnya...