4. Sang Buddha, Gajah dan Monyet “Disinilah saya tinggal, dikelilingi sekumpulan gajah, gajah-gajah betina, anak-anak gajah dan gajah-gajah muda. Mereka mengunyah-ngunyah ujung-ujung rumput yang ingin saya makan, mereka memakan daun-daun dari ranting-ranting pohon yang saya patahkan; mereka mengeruhkan air minum saya. Ketika saya masuk atau keluar dari sungai, gajah-gajah betina menggosok-gosokkan badannya […]
Baca selengkapnya...3. Pertengkaran Antar Suku Pada suatu waktu, ketika Sang Buddha sedang berdiam di antara Suku Sakya, Beliau menghentikan pertengkaran antara dua sanak keluargaNya, yaitu Suku Sakya dan Suku Koliya. Cerita ini dimulai ketika Suku Koliya dan Suku Sakya memperebutkan air Sungai Rohini, yang digunakan untuk mengairi ladang-ladang mereka. Air sungai ini dibendung dalam sebuah dam […]
Baca selengkapnya...10. Cunda si Pemotong Babi Kisah ini menceritakan seorang lelaki bernama Cunda. Selama lima puluh tahun ia memotong babi untuk dimakan atau untuk dijual. Di belakang rumahnya terdapat sebidang tanah. Tanah itu diberi pagar dan dijadikan kandang untuk memelihara babi-babi. Babi-babi itu diberinya makanan berupa rumput-rumputan, sampah atau kotoran-kotoran. Apabila Cunda ingin makan daging babi, […]
Baca selengkapnya...8. Kebencian Jangan Dibalas Dengan Kebencian Terdapatlah sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu yang tinggal bersama dengan seorang anak laki-lakinya. Ayahnya sudah meninggal, sehingga ia mengerjakan semua pekerjaan di ladang dan pekerjaan di rumah seorang diri. Ia juga merawat ibunya dengan penuh kasih. Pada suatu hari ibunya berkata: “Anakku, saya akan […]
Baca selengkapnya...6. Kecantikan Hanya Setipis Kulit Batasnya Permaisuri Raja Bimbisara bernama Ratu Khema, amat memuja kecantikan wajahnya. Ratu Khema telah mengucapkan permohonannya di kaki Buddha Padumuttara, ia ingin sekali mempunyai rupa dan wajah yang cantik. Tetapi ia mendengar bahwa Sang Buddha Gotama mengatakan, kecantikan bukan merupakan hal yang utama. Pada kelahiran-kelahirannya yang terdahulu, Ratu Khema selalu […]
Baca selengkapnya...5. Sopaka Yang Malang Tersebutlah seorang anak bernama Sopaka. Ia berasal dari keluarga yang sangat miskin. Ketika Sopaka berusia tujuh tahun, ayahnya meninggal dunia. Ibunya kawin lagi dengan seorang laki-laki yang amat kejam, jahat dan kasar. Ia selalu memukul, mencaci-maki dan membentak Sopaka kecil yang ramah, tidak berdosa dan baik hati itu. Ayah tirinya selalu […]
Baca selengkapnya...4. Sang Buddha Memberi Makan Orang Kelaparan Pada suatu hari ketika Sang Buddha sedang duduk bermeditasi di Vihara Jetavana, dengan Mata Buddha-Nya, Sang Buddha melihat seorang laki-laki yang amat miskin tinggal di Alavi. Sang Buddha mengetahui bahwa orang itu mempunyai kemampuan untuk mencapai tingkat kesucian. Sang Buddha ingin membantu orang itu, lalu […]
Baca selengkapnya...3. Kesucian yang “Dibeli” Kisah ini menceritakan tentang Kala, anak seorang jutawan yang bernama Anathapindika. Meskipun ayahnya amat gemar berdana dan percaya akan hasil dari perbuatan baik yang dilakukannya, Kala tidak pernah menunjukkan keinginannya untuk mengunjungi Sang Buddha atau menemui Sang Buddha apabila Beliau datang ke rumah ayahnya, atau mendengarkan Dhamma, ataupun melayani Anggota Sangha. […]
Baca selengkapnya...2. Mahadhana, Anak Seorang Jutawan Kisah ini tentang seorang anak jutawan, anak orang yang amat kaya di Benares. Ia bernama Mahadhana. Ia terlahir di sebuah keluarga yang kaya raya. Mereka memiliki kekayaan sebanyak delapan ratus juta keping uang. Ayah dan ibu Mahadhana berpikir: “Harta kami amat banyak, untuk apa anak kami bekerja lagi, lebih baik […]
Baca selengkapnya...1. Anak-Anak Mengunjungi Sang Buddha Pada suatu ketika, ketika Sang Buddha sedang berdiam di Vihara Jetavana, Savatthi, terdapat beberapa orang tua yang menjadi pengikut aliran yang sesat. Ketika mereka melihat anak-anak mereka bermain-main dengan anak-anak yang orang tuanya pengikut Sang Buddha, mereka marah dan tidak senang. Setelah anak-anak itu selesai bermain dan pulang ke rumah, […]
Baca selengkapnya...