3. Menaklukkan Yakkha [1] Alavaka (dengan Kesabaran / Khanti) Mãrãtireka mabhiyujjhita sabbarattim Gorampanãlavaka makkhamathaddha yakkham Khanti sudhanta vidhinã jitavã munindo Tan tejasã bhavatu te jayamangalãni Lebih dari Mara yang membuat onar sepanjang malam Adalah Yakkha Alavaka yang menakutkan, bengis dan congkak Raja para Bijaksana menaklukkannya, menjinakkan dengan kesabaran Dengan kekuatan ini semoga engkau mendapat kemenangan […]
Baca selengkapnya...2. Menaklukkan Mara (dengan Paramita) Bãhum sahassa mabinimmita sãyudhantam Girimekhalam udita ghora sasena mãram Dãnãdi dhamma vidhinã jitavã munindo Tan tejasã bhavatu te jayamangalãni Dengan seribu tangan, yang masing-masing memegang senjata Dengan menunggang gajah Girimekkhala, Mara bersama pasukannya meraung menakutkan Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan dana dan paramita yang lainnya Dengan kekuatan ini semoga engkau […]
Baca selengkapnya...1. Jaya Mangala Gãthã (Syair tentang Kemenangan Sempurna) Bãhum sahassa mabinimmita sãyudhantam Girimekhalam udita ghora sasena mãram Dãnãdi dhamma vidhinã jitavã munindo Tan tejasã bhavatu te jayamangalãni Mãrãtireka mabhiyujjhita sabbarattim Gorampanãlavaka makkhamathaddha yakkham Khanti sudhanta vidhinã jitavã munindo Tan tejasã bhavatu te jayamangalãni Nãlãgirim gajavaram atimatta bhutam Dãvaggi cakka masaniva […]
Baca selengkapnya...4. Sang Buddha, Gajah dan Monyet “Disinilah saya tinggal, dikelilingi sekumpulan gajah, gajah-gajah betina, anak-anak gajah dan gajah-gajah muda. Mereka mengunyah-ngunyah ujung-ujung rumput yang ingin saya makan, mereka memakan daun-daun dari ranting-ranting pohon yang saya patahkan; mereka mengeruhkan air minum saya. Ketika saya masuk atau keluar dari sungai, gajah-gajah betina menggosok-gosokkan badannya […]
Baca selengkapnya...3. Pertengkaran Antar Suku Pada suatu waktu, ketika Sang Buddha sedang berdiam di antara Suku Sakya, Beliau menghentikan pertengkaran antara dua sanak keluargaNya, yaitu Suku Sakya dan Suku Koliya. Cerita ini dimulai ketika Suku Koliya dan Suku Sakya memperebutkan air Sungai Rohini, yang digunakan untuk mengairi ladang-ladang mereka. Air sungai ini dibendung dalam sebuah dam […]
Baca selengkapnya...10. Cunda si Pemotong Babi Kisah ini menceritakan seorang lelaki bernama Cunda. Selama lima puluh tahun ia memotong babi untuk dimakan atau untuk dijual. Di belakang rumahnya terdapat sebidang tanah. Tanah itu diberi pagar dan dijadikan kandang untuk memelihara babi-babi. Babi-babi itu diberinya makanan berupa rumput-rumputan, sampah atau kotoran-kotoran. Apabila Cunda ingin makan daging babi, […]
Baca selengkapnya...8. Kebencian Jangan Dibalas Dengan Kebencian Terdapatlah sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu yang tinggal bersama dengan seorang anak laki-lakinya. Ayahnya sudah meninggal, sehingga ia mengerjakan semua pekerjaan di ladang dan pekerjaan di rumah seorang diri. Ia juga merawat ibunya dengan penuh kasih. Pada suatu hari ibunya berkata: “Anakku, saya akan […]
Baca selengkapnya...6. Kecantikan Hanya Setipis Kulit Batasnya Permaisuri Raja Bimbisara bernama Ratu Khema, amat memuja kecantikan wajahnya. Ratu Khema telah mengucapkan permohonannya di kaki Buddha Padumuttara, ia ingin sekali mempunyai rupa dan wajah yang cantik. Tetapi ia mendengar bahwa Sang Buddha Gotama mengatakan, kecantikan bukan merupakan hal yang utama. Pada kelahiran-kelahirannya yang terdahulu, Ratu Khema selalu […]
Baca selengkapnya...5. Sopaka Yang Malang Tersebutlah seorang anak bernama Sopaka. Ia berasal dari keluarga yang sangat miskin. Ketika Sopaka berusia tujuh tahun, ayahnya meninggal dunia. Ibunya kawin lagi dengan seorang laki-laki yang amat kejam, jahat dan kasar. Ia selalu memukul, mencaci-maki dan membentak Sopaka kecil yang ramah, tidak berdosa dan baik hati itu. Ayah tirinya selalu […]
Baca selengkapnya...4. Sang Buddha Memberi Makan Orang Kelaparan Pada suatu hari ketika Sang Buddha sedang duduk bermeditasi di Vihara Jetavana, dengan Mata Buddha-Nya, Sang Buddha melihat seorang laki-laki yang amat miskin tinggal di Alavi. Sang Buddha mengetahui bahwa orang itu mempunyai kemampuan untuk mencapai tingkat kesucian. Sang Buddha ingin membantu orang itu, lalu […]
Baca selengkapnya...