Category Archives for "Sang Buddha & Para MuridNya"

Mempersembahkan Jetavana

9. Mempersembahkan Jetavana Anathapindika, seorang donatur utama Sang Buddha, mendapat kehormatan untuk menemui Sang Guru Agung ketika Beliau sedang bersemayam di Veluvana (Hutan Bambu) di Rajagaha. Anathapindika lahir di Savatthi, putera seorang milyuner yang bernama Sumana. Sebelumnya ia bernama Sudattha, dan karena sifatnya yang dermawan, ia kemudian dikenal dengan nama Anathapindika (Si Pemberi Makan Kepada […]

Baca selengkapnya...

Penahbisan Maha Pajapati Gotami

7. Penahbisan Maha Pajapati Gotami Ketika itu Sang Buddha sedang bersemayam di Nigrodharama (Taman Banyan), Raja Suddhodhana telah mangkat. Permaisuri raja, yaitu Maha Pajapati Gotami, bibi Sang Buddha, bersama-sama dengan lima ratus isteri pangeran datang menemui Beliau dan memohon kepada Beliau supaya wanita dapat ditahbiskan menjadi bhikkhuni, dan menagujukan permohonan : “Yang Mulia, akan menjadi […]

Baca selengkapnya...

Penahbisan Rahula

6. Penahbisan Rahula Pada hari ketujuh, ibu Pangeran Rahula, Puteri Yasodhara, sedang mendandani sang pangeran karena ia ingin mempertemukannya dengan Yang Maha Sempurna, ia berkata : “Anakku sayang, pandanglah bhikkhu itu baik-baik. Beliau mempunyai pengikut dua ribu bhikkhu, Beliau memiliki tubuh yang bersinar terang keemasan, memiliki tubuh yang indah seperti Dewa Brahma. Bhikkhu ini adalah […]

Baca selengkapnya...

Kehidupan Upatissa (Sariputta) dan Kolita (Moggallana)

5. Kehidupan Upatissa (Sariputta) dan Kolita (Moggallana) Sebelum Sang Buddha Gotama muncul di dunia ini, ada dua desa pertapa yang letaknya tidak jauh dari Rajagaha, bernama Desa Upatissa dan Desa Kolita. Pada suatu hari seorang istri dari seorang pertapa bernama Rupasari, yang tinggal di Desa Upatissa mempunyai sebuah tekad, dan pada hari yang sama pula […]

Baca selengkapnya...

Pelimpahan Jasa yang Pertama

4. Pelimpahan Jasa Yang Pertama Ketika Raja Bimbisara mempersembahkan dana pada hari pertama, delapan puluh empat ribu mahluk peta (setan) yang merupakan leluhurnya, di dalam pembebasan dari perilaku mereka yang buruk pada jaman Buddha Pussa, gagal untuk memperoleh jasa kebajikan yang dilakukan oleh Raja Bimbisara. Mereka menanti sampai tiba malam hari, kemudian dengan penuh kemarahan […]

Baca selengkapnya...

Mempersembahkan Veluvana

3. Mempersembahkan Veluvana Keesokan harinya, ketika Sang Buddha mengetahui sudah waktunya untuk makan siang, Beliau memberitahukan kepada sekitar seribu muridNya, yang sebelumnya adalah pertapa berambut kusut, untuk berjalan menerima dana makanan. Sang Buddha tiba di istana Raja bersama dengan seribu muridNya, dan menempati tempat duduk yang sudah disediakan. Raja Bimbisara mempersembahkan dana makan siang kepada […]

Baca selengkapnya...

Uruvela Kassapa Damana (Keyakinan Uruvela Kassapa)

2. Uruvela Kassapa Damana (Keyakinan Uruvela Kassapa) Dalam melakukan perjalananNya, Sang Buddha tiba di Uruvela pada waktu yang tepat. Di tempat itu tinggallah tiga orang pertapa yang mempunyai rambut yang kusut (Jatila). Mereka adalah Uruvela Kassapa, Nadi Kassapa, dan Gaya Kassapa. Uruvela Kassapa adalah seorang pemimpin, yang mengepalai dan memimpin lima ratus pertapa berambut kusut. […]

Baca selengkapnya...

Perubahan Yasa dan Teman-temannya

1. Perubahan Yasa Dan Teman-Temannya Di kota Benares tinggallah seorang pemuda bernama Yasa, dari keluarga yang terhormat. Ia adalah anak seorang jutawan yang baik hati. Seperti Pangeran Siddhartha ia juga mempunyai tiga buah istana. Satu untuk musim dingin, satu untuk musim panas, dan istana yang satunya lagi untuk musim hujan. Di istana untuk musim hujan, […]

Baca selengkapnya...

Menaklukkan Dewa Brahma Baka

9. Menaklukkan Dewa Brahma1) Baka (dengan Pengetahuan / Nana) Duggahaditthi bhujagena sudattha hattham Brahmam visudhi jutimiddhi bakabhidhanam Nanagadena vidhina jitava munindo Tan tejasa bhavatu te jayamangalani Bagaikan ular yang melilit pada lengan, Demikian pandangan salah dimiliki oleh Baka, Dewa Brahma yang memiliki sinar dan kekuatan Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan obat pengetahuan Dengan kekuatan ini […]

Baca selengkapnya...

Menaklukkan Raja Naga, Nandopananda

8. Menaklukkan Raja Naga1) Nandopananda (dengan Kekuatan Kesaktian / Iddhi) Nandopananda bhujagam vibudham mahiddhim Puttena Thera bhujagena damapayanto Iddhupadesa vidhina jitava munindo Tan tejasa bhavatu te jayamangalani Nandopananda naga berpengertian salah memiliki kekuatan besar Putra Sang Buddha yang Terkemuka (Moggallana Thera) sebagai naga pergi untuk menjinakkan Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan kekuatan kesaktian Dengan kekuatan […]

Baca selengkapnya...