No. 227 GŪTHA-PĀṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Cocok sekali,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu. Di sana, sekitar tiga perempat yojana141 dari Jetavana, terdapat sebuah desa niaga142, tempat dibagikannya makanan dalam jumlah besar dan juga makanan istimewa lainnya dengan menggunakan kupon. Di sana hiduplah seorang dungu […]
Baca selengkapnya...No. 225 KHANTI-VAṆṆANA-JĀTAKA umber : Indonesia Tipitaka Center “Ada seorang laki-laki,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang Raja Kosala. Seorang bawahan yang sangat berguna berselingkuh di tempat kediaman selir. Meskipun tahu orang yang melakukan kejahatan tersebut, raja merahasiakan penghinaan itu, karena orang tersebut sangat berguna, dan raja menceritakannya kepada Sang […]
Baca selengkapnya...No. 224 KUMBHĪLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Oh kera,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Veḷuvana, tentang Devadatta.. ____________________ Oh Kera, empat moralitas ini membawa kemenangan: kebenaran, kebijaksanaan, pengendalian diri, dan kemurahan hati. Tanpa empat berkah ini adalah tidak ada kemenangan: kebenaran, kebijaksanaan, pengendalian diri, dan kemurahan hati.”
Baca selengkapnya...No. 223 PUṬA-BHATTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kehormatan untuk kehormatan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang seorang tuan tanah. Diceritakan bahwasanya pada suatu waktu, seorang tuan tanah warga Kota Sāvatthi melakukan bisnis dengan seorang tuan tanah dari desa. [203] Membawa istrinya bersama, dia mengunjungi orang ini, penghutang; tetapi penghutang […]
Baca selengkapnya...No. 222 CŪLA-NANDIYA-JĀTAKA137 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya teringat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana, tentang Devadatta. Suatu hari para bhikkhu berdiskusi di dalam balai kebenaran, “Āvuso, Devadatta itu adalah orang yang kasar, bengis dan kejam, penuh dengan muslihat untuk menentang Sammāsambuddha. Dia melemparkan batu 138 , dia […]
Baca selengkapnya...No. 221 KĀSĀVA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jika ada seseorang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Devadatta. Ini adalah suatu kejadian yang terjadi di Rājagaha. Ada suatu waktu, Panglima Dhamma tinggal dengan lima ratus bhikkhu di Veḷuvana. Dan Devadatta, dengan sekelompok orang yang jahat seperti dirinya, tinggal […]
Baca selengkapnya...No. 220 DHAMMADDHAJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anda kelihatan seakan-akan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana, tentang usaha-usaha untuk membunuh-Nya. Pada kesempatan ini, seperti sebelumnya, Sang Guru berkata, “Ini bukan pertama kalinya Devadatta mencoba untuk membunuh-Ku dan tidak berhasil membuat-Ku takut, tetapi dia juga melakukan hal yang sama […]
Baca selengkapnya...No. 219130 GARAHITA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Emas itu milikku,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang putus asa dan tidak puas. Bhikkhu ini tidak dapat memusatkan pikirannya pada apa pun, hidupnya penuh dengan ketidakpuasan; dan ini diceritakan kepada Sang Guru. Ketika ditanya oleh Sang Guru apakah […]
Baca selengkapnya...No. 218 KŪṬA-VĀṆIJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Terencana dengan baik,” dan seterusnya. [181] Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang saudagar yang tidak jujur. Terdapat dua saudagar di Sāvatthi, yang satu bijak dan yang satunya lagi penipu. Kedua orang ini bergabung dalam persekutuan dagang dan mengisi lima ratus kereta […]
Baca selengkapnya...No. 217 SEGGU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seluruh dunia takluk terhadap kesenangan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang upasaka penjual sayur. Cerita pembukanya telah dikemukakan di dalam Buku I. Di sini kembali Sang Guru menanyakan ke mana saja dia pergi selama ini, dan dia menjawab, “Putriku, […]
Baca selengkapnya...