No. 194 MAṆICORA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada dewa di sini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika tinggal di Veḷuvana (Veluvana), tentang bagaimana Devadatta mencoba membunuh-Nya. Mendengar bahwa Devadatta mencoba membunuh-Nya, Beliau berkata, “Para Bhikkhu, ini bukanlah pertama kalinya Devadatta mencoba membunuh-Ku; dia sudah pernah mencobanya dahulu dan gagal.” Kemudian […]
Baca selengkapnya...No. 19396 CULLA-PADUMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ini tidak lain,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal (tidak puas). Cerita pembuka ini akan dikemukakan di dalam Ummadantī-Jātaka97. Ketika bhikkhu ini ditanya oleh Sang Guru apakah benar bahwasanya dia itu seorang yang tidak puas, dia […]
Baca selengkapnya...No. 192 SIRI-KĀḶAKAṆṆI-JĀTAKA94 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sekalipun wanita dapat bersikap adil,” dan seterusnya. Kisah ini akan dikemukakan di Mahā-ummagga-Jātaka95. ____________________ Catatan kaki : 94 Bandingkan Tibetan Tales, XXI. pp. 291-5, “How a Woman Requites Love.” 95 No. 538 di Westergaard.
Baca selengkapnya...No. 191 RUHAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bahkan tali busur yang putus,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, mengenai godaan yang timbul dari mantan istri. Cerita pembuka ini akan dijelaskan di dalam Buku VIII, pada Indriya-Jātaka91. Kemudian Sang Guru mengatakan kepada bhikkhu ini, “Itu adalah wanita yang mencelakakanmu. Pada […]
Baca selengkapnya...No. 190 SĪLĀNISAṀSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [111] “Melihat buah perbuatan dari keyakinan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang upasaka yang berkeyakinan. Dia adalah seorang siswa mulia yang berkeyakinan dan bajik. Suatu petang, dalam perjalanannya ke Jetavana, dia sampai ke tepi Sungai Aciravatī setelah para tukang […]
Baca selengkapnya...No. 189 SĪHACAMMA-JĀTAKA88 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bukan singa, bukan harimau yang kulihat,” dan seterusnya. Kisah ini seperti yang di atas, tentang Kokālika (Kokalika), yang diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana. Kali ini dia ingin bersuara. Sang Guru, setelah mendengar ini, menceritakan kisah berikut.
Baca selengkapnya...No. 188 SĪHAKOṬṬHUKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Cakar singa dan tapak singa”, dan seterusnya. Kisah ini ceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Kokālika (Kokalika). Dikatakan bahwasanya suatu hari Kokalika mendengar sejumlah bhikkhu yang bijak memberikan khotbah Dhamma, dan kemudian merasa ingin untuk memberikan khotbah sendiri; selanjutnya sama seperti cerita pembuka yang […]
Baca selengkapnya...No. 187 CATUMAṬṬA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Duduk dan bernyanyi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu tua. Dikatakan bahwasanya pada suatu ketika, kedua siswa utama sedang duduk bersama, saling bertanya dan menjawab; ketika datang seorang bhikkhu tua dan menjadi orang ketiga. [107] Setelah mengambil tempat […]
Baca selengkapnya...No. 186 DADHI-VĀHANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Manis tadinya rasa mangga,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang persahabatan seorang bhikkhu dengan yang tidak baik. Cerita pembukanya sama seperti kisah sebelumnya di atas. Kembali Sang Guru berkata: “Para Bhikkhu, sahabat yang tidak baik adalah buruk dan membahayakan; Bukan […]
Baca selengkapnya...
Petikan Kata-Kata Bhikkhu Uttamo kiriman : Merry 1. Ketika seseorang mendapatkan pujian, celaan bahkan fitnah, renungkanlah bahwa : “Sudah biasa orang mendengar kata celaan, pujian, bahkan fitnah. Hal ini juga dialami Sang Buddha yang Maha Sempurna. Anggap sebagai buah kamma. Karena kita tidak bisa mengatur isi pembicaraan orang lain.” Dengan perenungan ini, semoga beban pikiran […]
Baca selengkapnya...