No. 184 GIRIDANTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [98] “Berkat penjaga kuda,“ dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana, tentang persahabatan (seorang bhikkhu) dengan yang tidak baik. Cerita pembukanya telah dikemukakan di dalam Mahilāmukha-Jātaka80. Sekali lagi, seperti sebelumnya, kata Sang Guru: “Di masa lampau, bhikkhu ini bersahabat dengan yang tidak […]
Baca selengkapnya...No. 183 VĀLODAKA-JĀTAKA76 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Minuman sisa yang lemah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang lima ratus orang yang menyantap sisa-sisa makanan. Dikatakan bahwasanya di Sāvatthi terdapat lima ratus orang yang telah meninggalkan urusan duniawi kepada putra-putri mereka, [96] dan tinggal bersama, di bawah ajaran […]
Baca selengkapnya...No. 182 SAṀGĀMĀVACARA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Oh Gajah, kamu seorang pahlawan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Thera Nanda. Sang Guru pada kepulangan-Nya yang pertama ke kota Kapila, menerima Pangeran Nanda, adik-Nya, ke dalam kelompok bhikkhu Saṅgha (Sangha), dan setelah pulang ke Sāvatthi, Beliau tinggal di sana. […]
Baca selengkapnya...No. 181 ASADISA-JĀTAKA70 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Pangeran Asadisa, ahli dalam seni memanah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru di Jetavana, tentang pelepasan agung. Sang Guru berkata, “Bukan hanya kali ini, Para Bhikkhu, Tathāgata melakukan pelepasan agung: di kehidupan-kehidupan sebelumnya Beliau juga melepaskan payung putih kerajaan dan melakukan hal yang sama.” Dan Beliau […]
Baca selengkapnya...No. 180 DUDDADA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sulit untuk melakukan seperti,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang derma yang diberikan secara bersama-sama. Dua sahabat di Sāvatthi, putra dari tuan tanah, mengumpulkan dana yang menyediakan semua keperluan untuk diberikan kepada Buddha dan para siswa-Nya. Dua sahabat tersebut mengundang […]
Baca selengkapnya...No. 178 KACCHAPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di sini saya dilahirkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang bagaimana seseorang sembuh dari suatu wabah penyakit59. Diceritakan bahwasanya suatu ketika suatu wabah penyakit tiba-tiba menjangkiti sebuah keluarga di Sāvatthi. Orang tua di dalam keluarga tersebut berkata kepada putra mereka, “Jangan tinggal […]
Baca selengkapnya...No. 177 TIṆḌUKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Lihatlah di sekeliling kita, mereka semua berdiri,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Seperti kisah di dalam Mahābodhi-Jātaka56 dan Ummagga-Jātaka57, ketika mendengar pujian kebijaksanaan-Nya, Beliau berkata, “Bukan hanya kali ini saja Buddha itu bijaksana, […]
Baca selengkapnya...No. 176 KALĀYA-MUṬṬHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [74] “Seekor kera bodoh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, mengenai seorang Raja Kosala. Di suatu musim hujan, pemberontakan terjadi di daerah perbatasannya. Para pasukan berpangkalan di sana, setelah dua atau tiga pertempuran gagal untuk menaklukkan musuhnya, mereka mengirimkan pesan kepada sang raja. […]
Baca selengkapnya...No. 175 ĀDICCUPAṬṬHĀNA- JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada bangsa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menipu (curang). ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta dilahirkan di dalam sebuah keluarga brahmana di Kāsi. Setelah dewasa, dia pergi ke Takkasilā dan menyelesaikan pendidikannya di […]
Baca selengkapnya...No. 174 DŪBHIYA-MAKKAṬA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [70] “Air yang banyak,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Veluvana, tentang Devadatta. Suatu hari para bhikkhu sedang berbicara di dalam balai kebenaran tentang Devadatta yang tidak tahu berterima kasih dan mengkhianati teman-temannya, kemudian Sang Guru berkata, “Bukan hanya kali ini saja, Para […]
Baca selengkapnya...