Category Archives for Naskah Dhamma

Susima Jataka

No. 163 SUSĪMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seratus ekor gajah hitam,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru di Jetavana, tentang pemberian derma tanpa aturan. Dikatakan bahwasanya di Sāvatthi (Savatthi), sebuah keluarga biasanya sesekali memberikan derma kepada Buddha dan rombongan bhikkhu-Nya, sesekali mereka memberikannya kepada kaum penganut pandangan salah (titthiya); pemberi-pemberi derma tersebut kadang-kadang […]

Baca selengkapnya...

Kecerdasan Menerima Kenyataan

MAKNA JAM BERPUTAR TERBALIK – Bhikkhu Uttamo Mahathera Sebuah jam dinding di ruang makan di Gedung Teratai, Panti Semedi Balerejo ( Vihara Bodhigiri ) ternyata memiliki makna sebagai bahan perenungan yang mendalam untuk mereka yang telah terbuka bathinnya. Bila diperhatikan dengan baik , ternyata jam dinding ini berputar ke kiri, kebalikan dari kebiasaan putaran jam […]

Baca selengkapnya...

Santhava Jataka

No. 162 SANTHAVA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada yang lebih buruk,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang persembahan kepada api. Cerita pembukanya sama dengan yang terdapat di dalam Naṅguṭṭha-Jātaka35. Para bhikkhu, saat melihat orang-orang yang memberikan persembahan kepada api, berkata kepada Yang Terberkahi, “Bhante, di sini ada […]

Baca selengkapnya...

Indasamanagotta Jataka

No. 161 INDASAMĀNAGOTTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [41] “Yang baik seharusnya menghindar,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seseorang yang sulit dinasihati; dan cerita pembukanya akan dikemukakan di Gijjha-Jātaka 32 , Buku IX. Sang Guru berkata kepada bhikkhu ini — “Pada zaman dahulu, seperti sekarang, Anda diinjak […]

Baca selengkapnya...

Vinilaka Jataka

No. 160 VINĪLAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika raja di sana pergi berkuda,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang bagaimana Devadatta menyamar sebagai Sang Buddha. Kedua siswa utama29 pergi ke Gayāsīsa 30 (Gayasisa), tempat Devadatta menyamar sebagai Sang Buddha, dan gagal. Kemudian kedua thera tersebut kembali setelah […]

Baca selengkapnya...

Mora Jataka

Np. 159 MORA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di sanalah dia bangkit, raja dari semua penglihatan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Bhikkhu ini dibimbing oleh beberapa yang lain ke hadapan Sang Guru, yang kemudian bertanya, “Benarkah, Bhikkhu, seperti yang Aku dengar, bahwa Anda menyesal?” “Ya, […]

Baca selengkapnya...

Suhanu Jataka

No. 158 SUHANU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Burung-burung yang berbulu sama,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang dua bhikkhu yang pemarah. Dikatakan bahwasanya ada dua bhikkhu yang pemarah, kasar dan bengis, satu tinggal di Jetavana dan satu lagi tinggal di desa. Suatu hari bhikkhu desa itu datang […]

Baca selengkapnya...

Guna Jataka

GUṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Yang kuat akan selalu mempunyai jalan mereka sendiri,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana tentang bagaimana Thera Ānanda (Ananda) menerima pemberian seribu jubah. Thera ini telah memberikan Dhamma kepada wanita-wanita di istana Raja Kosala seperti yang telah dikemukakan di dalam Mahāsāra-Jātaka23. Ketika beliau […]

Baca selengkapnya...

Alinacitta Jataka

ALĪNACITTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Pangeran Alīnacitta,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru di Jetavana, tentang bhikkhu yang berhenti berusaha. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Saṁvara-Jātaka di Buku XI20. Ketika Sang Guru bertanya kepada bhikkhu ini apakah benar dia telah berhenti berusaha, seperti yang dilaporkan, dia menjawab, [18] “Ya, Yang Terberkahi (Bhagavā).” […]

Baca selengkapnya...

Gagga Jataka

GAGGA-JĀTAKA16. Sumber : Indonesia Tipitaka Center [15] “Gagga, hidup seratus tahun,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di arama yang didirikan oleh Raja Pasenadi di depan Jetavana, tentang suatu bersin. Dikatakan bahwasanya ketika Sang Guru duduk memberikan khotbah dengan empat kelompok orang di sekeliling-Nya, Beliau bersin. “Semoga panjang umur Bhante, Yang Terberkahi; […]

Baca selengkapnya...
1 77 78 79 80 81 163