ASĀTARŪPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dalam samaran kegembiraan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Kuṇḍadhānavana dekat Kota Kuṇḍiya mengenai Suppavāsā, seorang upasika yang merupakan putri dari Raja Koliya. Pada saat itu, ia mengandung seorang anak selama tujuh tahun dalam kandungannya, selama tujuh hari waktu persalinannya disiksa oleh rasa sakit […]
Baca selengkapnya...PAROSAHASSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jauh lebih baik dari seribu orang bodoh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai pertanyaan orang awam (puthujjana). [406] (Kejadian ini akan dijelaskan dalam Sarabhaṅga-Jātaka185.) Dalam suatu kesempatan tertentu para bhikkhu berkumpul di Balai Kebenaran dan memuji kebijaksanaan Sāriputta, sang Panglima Dhamma, yang […]
Baca selengkapnya...KŪṬAVĀṆIJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [404] “Paṇḍita benar, Atipaṇḍita yang salah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang pedagang penipu. Terdapat dua orang pedagang yang bekerja sama di Sawatthi, diceritakan kepada kami, mereka melakukan perjalanan dengan membawa barang dagangan dan pulang dengan membawa hasil penjualan. Pedagang penipu […]
Baca selengkapnya...NĀMASIDDHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Melihat Jīvaka meninggal,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang berpikir bahwa keberuntungan melekat pada nama. Menurut apa yang diceritakan, seorang pemuda dari keluarga terpandang, bernama Pāpaka (Buruk), menyerahkan hidupnya pada ajaran Buddha dan bergabung menjadi anggota Sanggha. [402] Para […]
Baca selengkapnya...TELEPATTA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saat seseorang penuh perhatian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika menetap di hutan dekat Kota Desaka di Negeri Sumbha, mengenai Janapada-Kalyāni-Sutta183. Pada kesempatan ini Sang Bhagawan berkata : — “Seakan, para Bhikkhu, sebuah kerumunan besar terbentuk, berseru, ‘sambutlah wanita tercantik di negeri ini! Sambutlah wanita tercantik […]
Baca selengkapnya...MAHĀSUDASSANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Betapa sementaranya,” dan seterusnya. Kisah ini disampaikan oleh Sang Guru saat Beliau berbaring sekarat, menyangkut perkataan Ānanda, “Wahai Bhagawan, jangan mengakhiri perjalanan hidup-Mu di kota kecil yang menyedihkan ini.” “Ketika Buddha menetap di Jetawana,” pikir Sang Guru, “Thera Sāriputta177, yang lahir di Desa Nāla, meninggal dunia di Varaka pada […]
Baca selengkapnya...LOMAHAṀSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sebentar terbakar,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Pāṭikārāma dekat Vesāli, mengenai Sunakkhatta. Pada masa itu Sunakkhatta, setelah menjadi pengikut Sang Guru, berkelana di negeri tersebut sebagai seorang bhikkhu dengan patta dan jubah, ketika disesatkan oleh ajaran Kora Kshatriya 174 . Maka ia mengembalikan […]
Baca selengkapnya...Pohon Masalah Seorang teknisi komputer yang saya pesan untuk memperbaiki PC di rumah datang terlambat. Katanya, di tengah jalan ban mobilnya kempes. Ketika sedang memperbaiki komputer, listrik PLN mati ada pemadaman sementara. Akibat berbagai masalah tadi, ia kehilangan waktu kerjanya beberapa jam. Rupanya penderitaannya tak hanya berhenti di sini. Persis saat mau pulang, mendadak mesin […]
Baca selengkapnya...VISSĀSABHOJANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jangan percaya pada yang dipercaya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai pengambilan barang atas dasar kepercayaan. Menurut kisah yang diceritakan secara turun temurun, pada masa itu para bhikkhu, sebagian besar, selalu menyisakan dengan sesuka hati mereka, jika mendapatkan sesuatu dari ibu atau […]
Baca selengkapnya...[381] MAHĀSĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Untuk perang manusia membutuhkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai Yang Mulia Ānanda. Sekali waktu, para istri Raja Kosala bepikir seperti ini, “Kemunculan seorang Buddha sangat langka; dan jarang juga kesempatan untuk terlahir sebagai manusia, dengan semua kemampuan dalam satu kesatuan […]
Baca selengkapnya...