NANDIVISĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Hanya mengucapkan kata-kata yang baik,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai kata-kata tidak enak (kasar) yang diucapkan oleh keenam bhikkhu62. Saat berselisih dengan para bhikkhu yang terhormat, keenam bhikkhu ini selalu mencela, memaki dan mencemooh dengan sepuluh jenis kata-kata kasar. Hal ini […]
Baca selengkapnya...
ILMU KEBAHAGIAAN (Epochtimes.co.id) Semua orang pasti mendambakan kebahagiaan, tapi sepertinya kebahagiaan adalah harta terpendam. Dengan banyak cara, secara sadar atau tidak, secara langsung atau tidak, semua yang kita lakukan, semua harapan kita adalah berhubungan dengan keinginan kuat mendapatkan kebahagiaan. Dengan 256 elektroda di rambut yang dicukur habis, biksu Buddha Prancis Matthieu Ricard, penulis buku “Happiness: […]
Baca selengkapnya...ABHIṆHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada butiran yang dapat ditelannya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang umat awam dan seorang thera yang telah berumur [189]. Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, di Sawatthi terdapat dua orang sahabat, yang satu merupakan seorang bhikkhu; setiap hari […]
Baca selengkapnya...
RAHASIA UMUR PANJANG (Epochtimes.co.id) Master Zen ternama, Shi Xiqian, dari Dinasti Tang, mempunyai resep aneh untuk menjaga kesehatan yang baik dan berumur panjang: “Satu bagian adalah perut, yang lainnya adalah hati yang baik dan belas kasih. Beberapa gram kelembutan. Tiga bagian penting lainnya adalah kebijaksanaan, ketulusan dan kejujuran. Seratus persen berbakti dan jujur serta tepat […]
Baca selengkapnya...MAHILAMUKHA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Awalnya, dengan mendengar,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Bhagawan ketika berada di Weluwana, mengenai Devadatta, yang mendapatkan kesetiaan Pangeran Ajātasattu, ia memperoleh keuntungan serta kehormatan darinya. Pangeran Ajātasattu membangun sebuah wihara untuk Devadatta di Gayāsīsa, dan setiap hari mempersembahkan [186] lima ratus mangkuk nasi wangi yang berusia […]
Baca selengkapnya...TITHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Gantilah tempatnya olehmu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika Beliau berada di Jetawana, mengenai seorang mantan tukang emas yang telah menjadi bhikkhu dan tinggal bersama sang Panglima Dhamma (Sāriputta). Hanya seorang Buddha yang memiliki pemahaman isi hati dan dapat membaca pikiran manusia. Oleh karena itu, tanpa […]
Baca selengkapnya...ĀJAÑÑA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak masalah kapan maupun dimana,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu lain yang juga menyerah dalam pelatihan dirinya. Namun dalam kasus ini, Beliau menasihati bhikkhu itu dengan berkata, “Bhikkhu, di kehidupan yang lampau, ia yang bijaksana dan penuh kebaikan tetap […]
Baca selengkapnya...BHOJĀJĀNĪYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Meskipun dalam keadaan lemah,”dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana mengenai seorang bhikkhu yang menyerah dalam pelatihan dirinya. Saat menegur bhikkhu itu, Sang Guru berkata, “Bhikkhu, di kehidupan yang lampau, Ia yang bijaksana dan tekun dalam melakukan kebajikan, meskipun berada di tengah kepungan musuh […]
Baca selengkapnya...
Petikan Kata-Kata Bhikkhu Uttamo kiriman : Sherry Ketika mengalami hal-hal buruk bahkan dalam kondisi yang kita anggap terburuk sekalipun, senantiasa terapkanlah kata “UNTUNG” maka kita akan mampu melihat kesialan sebagai suatu keberuntungan. Dengan demikian, secara alamiah kita dapat menyikapinya dengan positif, penuh rasa syukur dan berterimakasih. Contoh : Ketika terjadi kecelakaan, katakan : 1. UNTUNG […]
Baca selengkapnya...KUKKURA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [175] “Anjing-anjing yang dipelihara dalam istana raja,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai tindakan demi kebaikan kerabat, yang berhubungan dengan Buku Kedua Belas, dalam Bhaddasāla-Jātaka 59 . Cerita itu mengantarkan uraian Beliau tentang kisah kelahiran lampau ini. ____________________ Suatu waktu ketika Brahmadatta […]
Baca selengkapnya...