No. 368 TACASĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [204] “Jatuh ke tangan musuh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Beliau berkata, “Bukan hanya kali ini, para Bhikkhu, tetapi juga di masa lampau Sang Tathāgata telah membuktikan bahwa ia adalah orang yang bijak dan penuh dengan […]
Baca selengkapnya...No. 367 SĀLIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia yang menyuruh orang lain,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Devadatta yang tidak dapat menimbulkan rasa takut (pada diri Sang Buddha). ____________________ Ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir di dalam keluarga seorang tuan tanah yang tinggal […]
Baca selengkapnya...No. 366. GUMBIYA-JĀTAKA122 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [200] “Racun yang seperti madu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Sang Guru menanyakan kepadanya apakah benar bahwa ia menyesalinya. “Benar, Bhante,” katanya. “Apa yang telah menyebabkan munculnya perasaan ini?” tanya Sang Guru. Ketika bhikkhu itu […]
Baca selengkapnya...No. 365 AHIGUṆḌIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di sini kami berbaring,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu tua. Cerita pembukanya dikemukakan secara lengkap di dalam Sālaka-Jātaka120. Dalam kisah ini juga, setelah menahbis seorang anak laki-laki desa, bhikkhu tua itu mencerca dan memukulnya. Anak itu melarikan […]
Baca selengkapnya...No. 364 KHAJJOPANAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center Pertanyaan tentang seekor kunang-kunang ini akan dikemukakan secara lengkap di dalam Mahāummagga.
Baca selengkapnya...No. 363 HIRI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [196] “Ia yang mengurangi rasa hormat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang saudagar kaya, teman dari Anāthapiṇḍika (Anathapindika), yang tinggal di daerah perbatasan. Baik cerita pembukanya maupun kisah masa lampaunya dikemukakan secara lengkap di dalam buku pertama119. Di dalam […]
Baca selengkapnya...No. 361 VAṆṆĀROHA-JĀTAKA115 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [191] “Apakah Sudāṭha berkata demikian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang dua orang siswa utama. Pada suatu kesempatan, kedua thera memutuskan untuk menyendiri selama masa vassa (musim hujan), maka mereka berpamitan dengan Sang Guru dan berangkat keluar dari Jetavana dengan […]
Baca selengkapnya...No. 360 SUSSONDI-JĀTAKA113. Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya mencium aroma wangi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Beliau menanyakan apakah hal itu benar bahwasanya ia merindukan keduniawian, dan hal apa yang telah dilihatnya sehingga menyebabkan dirinya menjadi menyesal menjalankan kehidupan sebagai seorang bhikkhu. […]
Baca selengkapnya...No. 359 SUVAṆṆAMIGA-JĀTAKA112 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wahai yang memiliki kaki keemasan,” Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang putri keluarga terpandang di Savatthi. Dikatakan bahwasanya ia adalah putri dari sebuah keluarga penopang yang melayani dua siswa utama di Savatthi, dan ia adalah seorang umat yang berkeyakinan, yang berpegangan […]
Baca selengkapnya...No. 358 CULLADHAMMAPĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ratu Mahapatapa yang malang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veluvana, tentang percobaan Devadatta untuk membunuh Bodhisatta. Dalam semua kelahirannya, Devadatta selalu tidak berhasil menimbulkan ketakutan sekecil apa pun di dalam diri Bodhisatta. [178] Dalam Culladhammapalā-Jātaka ini, ketika Bodhisatta hanya berusia tujuh […]
Baca selengkapnya...