No. 392 BHISAPUPPHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bunga yang Anda cium itu,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu. Ceritanya dimulai ketika bhikkhu tersebut telah meninggalkan Jetavana dan tinggal di Kerajaan Kosala dekat hutan. Pada suatu hari, ia pergi ke sebuah kolam teratai [308], dan sewaktu […]
Baca selengkapnya...No. 391 DHAJAVIHEṬHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wajah yang mulia,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Jetavana, tentang pengembaraan-Nya demi kebaikan seluruh dunia. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Mahākaṇha-Jātaka166. Kemudian Sang Guru berkata, “Āvuso, ini bukan pertama kalinya Sang Tatthagata melakukan pengembaraan demi kebaikan dunia,” dan menceritakan sebuah […]
Baca selengkapnya...No. 390 MAYHAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [299] “Kita harus merasa bahagia,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang saudagar pendatang. Di kota Savatthi terdapat seorang saudagar pendatang yang kaya raya dan memiliki harta benda yang berlimpah ruah, ia tidak menikmati kekayaannya sendiri ataupun membagikannya kepada orang […]
Baca selengkapnya...No. 389 SUVAṆṆAKAKKAṬA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Mahkluk bercapit emas,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Ananda yang mengorbankan nyawa untuk diri-Nya. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Khaṇḍahāla- Jātaka162 tentang penyewaan para pemanah, dan di dalam Cullahaṃsa-Jātaka163 tentang raungan Gajah Dhanapāla164. Kemudian mereka memulai pembicaraan […]
Baca selengkapnya...No. 388 TUṆḌILA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sesuatu yang aneh hari ini,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang takut dengan kematian. Ia lahir di Sāvatthi (Savatthi) dalam sebuah keluarga yang terpandang dan ditahbiskan dalam keyakinannya terhadap ajaran Buddha, tetapi ia takut dengan kematian. Ketika […]
Baca selengkapnya...No. 387 SŪCI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dapat dengan cepat,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Mahāummagga-Jātaka159. “Ini bukan kali pertamanya Sang Tathāgata adalah orang yang bijak dan ahli dalam pengupayaan,” kemudian Beliau menceritakan sebuah kisah masa lampau.
Baca selengkapnya...No. 386 KHARAPUTTA-JĀTAKA158 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [275] “Kambing adalah hewan bodoh,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini di Jetavana, tentang godaan terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya. Ketika bhikkhu itu mengakui bahwa ia merindukan kehidupan duniawi, Sang Guru berkata, “Bhikkhu, wanita ini mencelakaimu; Di masa lampau juga Anda masuk ke dalam […]
Baca selengkapnya...No. 385 NANDIYAMIGA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bersediakah Anda ke taman milik raja,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menghidupi ibunya. Beliau bertanya kepadanya, “Apakah benar Anda menghidupi umat awam?” “Ya, Bhante.” “Siapakah mereka?” “Ayah dan ibuku, Bhante.”
Baca selengkapnya...No. 383 KUKKUṬA-JĀTAKA156 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [265] “Unggas dengan sayap,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Sang Guru bertanya kepadanya, “Mengapa Anda ingin kembali ke kehidupan duniawi?” “Dikarenakan nafsu, Bhante, saya melihat seorang wanita yang cantik.”
Baca selengkapnya...No. 382 SIRIKĀLAKAṆṆI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [257] “Siapakah itu,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Jetavana, mengenai Anāthapiṇḍika (Anathapindika). Sejak mencapai tingkat kesucian Sotāpanna, Anathapindika selalu menjaga lima latihan moralitas (sila), begitu juga dengan istri, putra-putri, para pelayan dan pekerjanya. Suatu hari di dalam balai kebenaran para bhikkhu […]
Baca selengkapnya...