Category Archives for Tipitaka

Ayacitabhatta Jataka

ĀYĀCITABHATTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [169] “Pikirkan tentang kehidupan setelah ini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai persembahan korban karena sumpah yang diucapkan kepada para dewa. Menurut cerita yang disampaikan secara turun temurun, dewasa ini, penduduk yang akan melakukan perjalanan untuk berdagang, biasanya membunuh makhluk hidup dan […]

Baca selengkapnya...

Matakabhatta Jataka

MATAKABHATTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jika mengetahui hukuman,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai (perayaan) makanan untuk orang-orang yang telah meninggal. Saat itu, para penduduk membunuh kambing, domba, hewan-hewan lainnya, dan mempersembahkan mereka dalam sebuah ritual yang disebut perayaan makanan untuk mereka yang telah meninggal demi keselamatan […]

Baca selengkapnya...

Maluta Jataka

MĀLUTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Baik saat pertengahan maupun awal bulan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai dua orang bhikkhu yang bergabung dalam Sanggha di usia tua. Menurut cerita yang disampaikan secara turun temurun, [165] mereka tinggal di hutan Negeri Kosala. Satu bhikkhu bernama Thera Kāḷa (Gelap) […]

Baca selengkapnya...

Tipallatthamiga Jataka

TIPALLATTHA-MIGA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dalam ketiga sikap tubuh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika menetap di Arama Badarika di Kosambī, mengenai Thera Rāhula, yang memiliki ketetapan hati untuk menjalankan peraturan dalam Sanggha. Ketika Sang Guru menetap di Wihara Aggālava dekat Kota Ālāvi, banyak upasaka, upasika, bhikkhu dan bhikkhuni datang berduyun-duyun […]

Baca selengkapnya...

Kharadiya Jataka

KHARĀDIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika seekor rusa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang sulit dinasihati. Menurut cerita yang disampaikan secara turun temurun, bhikkhu ini bandel dan sulit dinasihati. Karena itu, Sang Guru bertanya kepadanya, “Benarkah apa yang dikatakan oleh para bhikkhu, bahwa engkau […]

Baca selengkapnya...

Vatamiga Jataka

VĀTAMIGA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada hal yang lebih buruk,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, tentang Thera Tissa, orang kecil yang hanya menyantap makanan yang diterima dalam pattanya (Cūḷapiṇḍapātika). Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, ketika Sang Guru menetap di Weluwana dekat Rājagaha, seorang keturunan […]

Baca selengkapnya...

Kandina Jataka

KAṆḌINA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Betapa buruknya panah cinta,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya dalam kehidupan berumah tangga; berhubungan dengan Indriya-Jātaka45 di Buku Kedelapan. Sang Bhagawan berkata kepada bhikkhu tersebut, “Bhikkhu, karena wanita inilah, di kehidupan yang lampau […]

Baca selengkapnya...

Nigrodhamiga Jataka

NIGRODHAMIGA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tetaplah berada di dekat Rusa Beringin,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, tentang ibunda dari Thera Kassapa. Seperti yang diketahui, ia adalah putri dari seorang saudagar kaya di Rājagaha, ia sangat menjunjung kebaikan dan memandang rendah hal-hal yang bersifat duniawi; ia telah mencapai […]

Baca selengkapnya...

Lakkhana Jataka

LAKKHAṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Yang baik dan jujur,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Weluwana (Veḷuvana) dekat Rājagaha, mengenai Devadatta. Kisah mengenai Devadatta36 akan saling berhubungan, sampai dengan masa Abhimāra, dalam Khaṇḍahāla-Jātaka 37 ; hingga ia dipecat dari jabatan bendahara dalam Cullahaṃsa-Jātaka 38 ; sampai akhirnya ia ditelan oleh bumi, […]

Baca selengkapnya...

Sukhavihari Jataka

SUKHAVIHĀRI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [140] “Seseorang yang tidak mengawal,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika Beliau berada di hutan mangga Anūpiya, di dekat Kota Anūpiya, mengenai Thera Bhaddiya (Yang Berbahagia) yang bergabung dalam Sanggha bersama enam bangsawan muda, salah satu diantaranya Upāli34. Thera Bhaddiya, Kimbila, Bhagu dan Upāli mencapai tingkat […]

Baca selengkapnya...
1 57 58 59 60 61 127