Category Archives for Tipitaka

Khotbah Cinta Kasih

    IX KHOTBAH CINTA-KASIH Sumber : Khuddakapatha jilid 3 Diterjemahkan dari Bahasa Inggris oleh : Dra. Wena Cintiawati Dra. Lanny Anggawati Penerbit : Wisma Sambodhi Klaten Oktober 2006     1. [8]Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang terampil dalam kebaikan, Untuk mencapai Keadaan Damai adalah ini. Dia harus mampu, benar, lurus, Serta patuh […]

Baca selengkapnya...

Pernyataan Penutup

PERNYATAAN PENUTUP1 Demikianlah.2 Semua yang muncul di antara para peta adalah pelaku tindakan-tindakan jahat; karena tindakan-tindakan itulah maka buah bagi mereka adalah jahat dan keras. Menunjukkan dan menjelaskan3 hal ini dengan sarana tanya jawab [287] merupakan ajaran yang diperlkukan untuk merangsang4 para makhluk5 dengan kegelisahan, Hal itu membentuk topik pembicaraan yang bajik6 dan yang didasarkan […]

Baca selengkapnya...

Peta Enampuluh Ribu Palu

IV.16 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA ENAMPULUH – RIBU PALU [ Satthikutasahassapetavatthuvannana ] ‘Mengapa engkau, seperti orang gila?’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Hutan Bambu sehubungan dengan peta tertentu. Dikatakan bahwa dahulu kala di kota Benares ada seorang pincang yang terampil dalam praktek melempar batu dengan ketapel. Ketika keahliannya dalam seni melempar batu […]

Baca selengkapnya...

Peta Putra-Putra Pedagang

IV.15 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA PUTRA-PUTRA PEDAGANG KAYA [ Setthiputtapetavatthuvannana ] ‘Selama enampuluh ribu tahun.’ Ini adalah Cerita Peta Putra-putra Pedagan Kaya. Bagaimana asal mulanya? Sang Buddha sedang berdiam di Hutan Jeta di Savatthi. Pada saat itu, raja Kosala yang bernama Pasenadi sedang berkeliling kota dengan kekuasaan kerajaan yang besar, dengan kemegahan kerajaan yang besar, […]

Baca selengkapnya...

Peta Timbunan Kekayaan

IV.14 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA TIMBUNAN KEKAYAAN [ Bhogasamharanapetavatthuvannana1 ] ‘Kami mengumpulkan kekayaan.” Inilah Cerita Peta Timbunan Kekayaan. 2Bagaimana asal mulanya? Dikatakan bahwa ketika Sang Buddha sedang berdiam di Hutan Bambu, ada empat perempuan di Rajagaha yang bekerja memperdagangkan ghee, madu, minyak, dan biji-bijian dan sebaginya. Mereka mencari nafkah, mengumpulkan kekayaan dengan cara yang tidak […]

Baca selengkapnya...

Peta Poros Pohon

IV.13 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA POROS-POHON [ Akkharukkhapetavatthuvannana ] ‘Ketika seseorang memberi, itu tidak (hanya) di sana.’ Ini adalah Donor Cerita Peta Poros.1 Bagaimana asal mulanya? Ketika Sang Buddha sedang berdiam di Savatthi, seorang pengikut awam yang merupakan penduduk Savatthi mengisikan barang-barang ke dalam beberapa kereta dan pergi ke Videha2 untuk berdagang. Dia menjual barang-barangnya […]

Baca selengkapnya...

Peta Mangga

IV.12 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA MANGGA1 [ Ambapetavatthuvannana ] ‘Kolam terataimu ini amat memikat.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Savatthi sehubungan dengan peta ‘mangga’. Dikatakan bahwa di Savatthi ada seorang perumahan-tangga yang kekayaannya telah habis. Isterinya telah meninggal dan dia mempunyai anak perempuan satu-satunya yang ditinggal di rumah seorang temannya. Kemudian, dengan […]

Baca selengkapnya...

Peta Pataliputta

IV.11 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA PATALIPUTTA [ Pataliputtapetavatthuvannana ] ‘Engkau telah melihat neraka-neraka dan kandungan binatang.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Hutan Jeta sehubungan dengan satu Vimanapeta. Dikatakan bahwa banyak pedagang yang merupakan penduduk Savatthi dan Pataliputta1 akan pergi naik kapal menuju Suvannabhumi.2Ketika itu, seorang umat awam yang sedang tergila-gila pada seorang […]

Baca selengkapnya...

Peta Tentara

IV.10 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA TENTARA [ Gagapetavatthuvannana ] ‘Telanjang dan berpenampilan buruk engkau.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Hutan Jeta sehubungan dengan sejumlah besar peta. Dikatakan bahwa di Savatthi ada amat banyak orang yang sebagai suatu kelompok tidak memiliki keyakinan maupun bhakti karena hati mereka dikuasai oleh noda keegoisan. Mereka menentang […]

Baca selengkapnya...

Peta Memakan Tinja

IV.8 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA YANG MEMAKAN TINJA [ Guthakhadakapetavatthuvannana ] ‘Setelah keluar dari kakus.’ Sang Guru yang sedang berdiam di Hutan Jeta menceritakan hal ini sehubungan dengan peta yang memakan tinja. Dikatakan bahwa di suatu desa yang tidak jauh dari Savatthi hidup seorang pria kaya. Dia membangun sebuah vihara untuk seorang bhikkhu yang bergantung […]

Baca selengkapnya...
1 59 60 61 62 63 127