MAKHADEVA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Lihatlah, uban,” dan seterusnya. Kisah ini disampaikan oleh Sang Guru di Jetawana, mengenai pelepasan agung, yang bertalian dengan Nidana-Katha32. Saat itu para bhikkhu sedang duduk dan memberikan pujian terhadap pelepasan agung Yang Mahabijaksana. Sang Guru masuk ke Balai Kebenaran, duduk di tempat duduk-Nya dan menyapa para bhikkhu: — […]
Baca selengkapnya...GĀMANI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Keinginan hati mereka,” dan seterusnya. Kisah mengenai seorang bhikkhu yang menyerah dalam daya upaya pelatihan dirinya ini, disampaikan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana. Dalam Jātaka ini, baik cerita pembuka maupun kisah kelahiran lampau akan ditampilkan pada Buku Kesebelas, ditautkan dengan Samvara-Jātaka30; — menceritakan kejadian yang sama, baik […]
Baca selengkapnya...KAṬṬHAHĀRI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya adalah putramu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetawana, mengenai Vāsabha-Khattiyā, yang terdapat di Buku Kedua belas dari Bhaddasāla-Jātaka28. Menurut cerita secara turun temurun, ia adalah putri dari Mahānāma Sakka dengan seorang pelayan wanita bernama Nāgamuṇḍā; ia kemudian menjadi istri Raja Kosala. Saat ia sedang […]
Baca selengkapnya...DEVADHAMMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Barang siapa seperti dewa yang sebenarnya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Bhagawan di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang kaya. Dikisahkan, setelah kematian istrinya, seorang pengawal Sawatthi bergabung menjadi anggota Sanggha. Pada saat ia bergabung, ia membangun sebuah bilik dengan ruang perapian dan gudang persediaan, menumpuk persediaan gi (mentega […]
Baca selengkapnya...TAṆḌULANĀLI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Berapakah kiranya nilai satu takaran beras?” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berada di Jetawana, tentang Thera Udāyi, yang dipanggil si Dungu. Pada masa itu, seorang bhikkhu bernama Dabba, dari suku Malla, bertugas mengatur pembagian persediaan bahan makanan untuk Sanggha 21 . Di pagi hari Dabba sedang […]
Baca selengkapnya...CULLAKA-SEṬṬHI-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [114] “Dimulai dengan kerendahan hati,” dan seterusnya. Kisah mengenai seorang thera yang bernama Cūḷapanthaka ini diceritakan oleh Bhagawan ketika Beliau sedang berada di hutan mangga milik Jīvaka 17 , di dekat Rājagaha. Terdapat sedikit penjelasan mengenai kelahiran Cūḷapanthaka. Dikisahkan, anak perempuan dari seorang saudagar kaya di Rājagaha telah menurunkan […]
Baca selengkapnya...SERIVĀṆIJA-JĀTAKA. Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dalam keyakinan ini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Bhagawan ketika Beliau berada di Sawatthi, juga mengenai seorang bhikkhu yang menyerah dalam daya upaya pelatihan dirinya. Maka, pada saat dibawa oleh para bhikkhu seperti halnya dalam kisah sebelumnya, Sang Guru berkata, “Engkau, bhikkhu yang telah bertekad untuk melaksanakan ajaran […]
Baca selengkapnya...VAṆṆUPATHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tanpa mengenal lelah, semakin dalam mereka menggali,” ‒ Kisah ini disampaikan oleh Bhagawan ketika Beliau menetap di Sawatthi. Anda tentu mereka-reka, mengenai siapakah kisah ini? Kisah ini mengenai seorang bhikkhu yang menyerah dalam daya upaya pelatihan dirinya. Suatu waktu, saat Buddha menetap di Sawatthi, datanglah seorang keturunan keluarga Sawatthi […]
Baca selengkapnya...Buku I – EKANIPĀTA1 APAṆṆAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [95] Uraian Dhamma2 ini disampaikan oleh Bhagawan (Bhagavā) saat Beliau berdiam di sebuah arama di Jetawana (Jetavana), di dekat Kota Sawatthi (Savātthi). Anda tentu mereka-reka, mengenai siapakah kisah ini? Baiklah, mereka adalah lima ratus orang teman dari seorang hartawan. Mereka juga merupakan murid dari penganut […]
Baca selengkapnya...97 Dhananjani Sutta Kepada Dhananjani Sumber : Majjhima Nikaya 5 Diterjemahkan dari Bahasa Inggris Oleh : Dra. Wena Cintiawati, Dra. Lanny Anggawati Penerbit : Vihara Bodhivamsa, Wisma Dhammaguna, 2008 1. DEMIKIAN YANG SAYA DENGAR. Pada suatu ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha di Hutan Bambu, Taman Tupai. 2. Pada saat itu, Y.M. Sariputta sedang […]
Baca selengkapnya...