II. 8 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA CULASETTHI [Culasetthipetavatthuvannana] ‘Engkau telah meninggalkan keduniawian namun sekarang telanjang dan kurus kering, tuan.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang tinggal di Hutan Bambu berkenaan dengan peta Culasetthi. Dikatakan bahwa di Benares ada seorang perumah-tangga bernama Culasetthi yang tidak memiliki keyakinan maupun bakti. Dia jahat, kikir dan tidak memiliki hormat […]
Baca selengkapnya...II. 7 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA DHANAPALA [Dhanapalapetavatthuvannana] ‘Telanjang dan berpenampilan buruk engkau.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Huta Jeta sehubungan dengan peta Dhanapala. Dikatakan bahwa sebelum munculnya Sang Buddha, di kota Erakaccha di kerajaan Dasannas1 hiduplah seorang pedagang kaya bernama Dhanapalaka. Dia tidak memiliki keyakinan maupun bakti, sangat kikir serta mengukuhi […]
Baca selengkapnya...II. 6 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA KANHA [Kanhapetavatthuvannana] [93] ‘Bangkitlah, Kanha, kenapa engkau berbaring?’ Sang Guru yang sedang berdiam di hutan Jeta menceritakan hal ini sehubungan dengan seorang umat awam yang putranya telah meninggal. ‘Dikatakan bahwa di Savatthi, putra seorang umat awam telah meninggal. Karena tertusuk anak panah kesedihan, dia tidak mau mandi, makan, mengurusi […]
Baca selengkapnya...II. 5 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA MATTAKUNDALIN [Mattakundalipetavatthuvannana] ‘Memakai perhiasan, memakai anting-anting yang mengkilat’. Ini dikatakan ketika Sang Guru berdiam di Hutan Jeta sehubungan dengan devaputta Mattakundalin.1 Di sini, semua yang dikatakan adalah persis seperti Penjelasan Terperinci mengenai Cerita Istana Mattakundalin di (bagian) Penjelasan Terperinci mengenai Cerita-cerita Istana2 pada Penjelasan Arti Intrinsik, dan oleh karena […]
Baca selengkapnya...II. 4 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA NANDA [Nandapetavatthuvannana] ‘Hitam dan berpenampilan buruk engkau.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Hutan Jeta sehubungan dengan peti bernama Nanda. Dikatakan bahwa di suatu desa tidak jauh dari Savatthi ada seorang umat awam bernama Nandasena yang memiliki keyakinan dan bakti. Namun, istrinya yang bernama Nanda tidak memiliki […]
Baca selengkapnya...II. 3 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETI MATTA [Mattapetivatthuvannana] ‘Telanjang dan berpenampilan buruk engkau.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di hutan Jeta sehubungan dengan seorang peti yang bernama Matta. Dikatakan bahwa di Savatthi ada seorang laki-laki kaya yang memiliki keyakinan dan bakti. Namun istrinya, yang dikenal dengan nama Matta, tidak memiliki keyakinan maupun bakti. […]
Baca selengkapnya...II. 2 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETI IBU SARIPUTTA THERA [Sariputtattheramatupetivatthuvannana]1 ‘Telanjang dan berpenampilan buruk engkau.’ Ini dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Hutan Bambu sehubungan dengan seorang peti yang dulunya ibu dari Y. M. Sariputta Thera dalam kelahiran kelima sebelumnya. Suatu hari Y. M. Sariputta, Y. M. Mahamoggallana, Y. M. Anuruddha dan Y. M. […]
Baca selengkapnya...BAB II BAB UBBARI [Ubbarivagga] II. 1 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA SAMSARAMOCAKA [Samsaramocakapetavatthuvannana] [67] ‘Engkau telanjang dan berpenampilan buruk.’ Demikian dikatakan Sang Guru ketika Beliau sedang berdiam di Hutan Bambu mengenai peti di desa Itthakavati di kerajaan Magadha. Diceritakan bahwa di kerajaan Magadha ada dua desa yang bernama Itthakavati dan Digharaji. Di situ tinggal banyak […]
Baca selengkapnya...I. 12 PENJELASAN MENGENAI PETA ULAR [Uragapetavatthuvannana] ‘Bagaikan ular (yang telah melepaskan) kulitnya yang usang.’ Demikianlah dikatakan Sang Guru yang sedang berdiam di Hutan Jeta itu berkenaan dengan seorang umat awam. Diceritakan bahwa di Savatthi ada seorang umat awam yang putranya meninggal. Karena amat sedih dia meratapi dan menangisi kematian putranya. Dia hanya tinggal di […]
Baca selengkapnya...I. 11 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA GAJAH [Nagapetavatthuvannana] ‘Dia mendahului di depan seekor gajah putih.’ Demikian dikatakan ketika Sang Guru sedang berdiam di Hutan Jeta berkenaan dengan dua peta yang dahulunya adalah brahmana. Diceritakan bahwa YM Samkicca yang berusia 7 tahun telah mencapai tingkat arahat ketika masih berada di dalam ruang-cukur dan sedang berdiam sebagai […]
Baca selengkapnya...