Category Archives for Tipitaka

Penjelasan Arti Intrinsik

BAB I BAB ULAR [Uragavagga) PENJELASAN ARTI INTRINSIK KOMENTAR MENGENAI CERITA-CERITA PETA Terpujilah Sang Bhagava, Sang Arahat, Buddha Yang Sempurna [1] PENJELASAN MENGENAI PERMULAAN KOMPOSISI : 1 1. Hormatku pada Sang Buddha yang Memiliki Kasih Sayang Luar Biasa, yang telah menyeberangi samudera Kesunyataan yang dapat diketahui dan yang dengan berbagai cara telah menjelaskan kesunyataan yang […]

Baca selengkapnya...

Petavatthu

Petavatthu Judul : Petavatthu 1,2, 3 – Cerita-cerita Makhluk Peta, Kitab Suci Agama Buddha, Bagian dari Khuddakka-Nikaya, Sutta Pitaka, Judul Asli : Peta-Stories, Oleh : Dhammapala, Alih Bahasa : Dra. Lanny Anggawati, Dra. Wena Cintiawati, Editor : Y.M. Jotidhammo Thera, M.Hum dan Rudy Ananda Limiadi, S.Si, M.M Diterbitkan oleh : Vihara Bodhivamsa (di bawah Yayasan […]

Baca selengkapnya...

Istana Sunikkhitta

85. KESEBELAS : ISTANA SUNIKKHITTA (Sunikkhitavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, seperti yang dibicarakan di atas, Y.M. Maha Moggallana sedang mengunjungi alam dewa, dan sampai di alam Tiga-Puluh Tiga dewa. Seorang dewa-muda yang sedang berdiri di pintu Istananya sendiri mendekati Thera tersebut dengan penghormatan yang besar. Di masa […]

Baca selengkapnya...

Istana Serissaka

84. KESEPULUH : ISTANA SERISSAKA (Serissakavimana)1 Setelah Yang Terberkahi mencapai Nibbana Akhir, Y.M. Kumara-Kassapa bersama dengan lima ratus bhikkhu tiba di kota Setavya. Di sana beliau meluruskan pandangan salah sang penguasa, Payasi,2 dan beliau memantapkan dia di dalam pandangan-pandangan benar. Sejak saat itu, dia menyukai tindakan jasa dan banyak memberi dana kepada para petapa dan […]

Baca selengkapnya...

Istana Mattakundalin

83. KESEMBILAN : ISTANA PEMAKAI ANTING YANG DIPOLES1 (Mattakundalivimana)2 Yang Terberkahi sedang berdiam di Savathi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, di sana hidup seorang brahmana yang amat kaya tetapi tidak memiliki keyakinan. Namun dia tidak pernah memberikan apa pun kepada siapa pun, sehingga dijuluki ‘Yang Tak-Pernah-Memberi’. Putranya yang bernama Mattakundalin dilarang mendekati Yang Terberkahi […]

Baca selengkapnya...

Istana Berbagai Warna

82. KEDELAPAN : ISTANA BERBAGAI WARNA (Anekavannavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savathi, di Hutan Jeta. Y.M. Maha-Moggallana sedang mengunjungi alam Tiga-Puluh-Tiga dewa dan menerima penghormatan dari dewa muda yang memiliki aneka warna. Dewa itu menghampiri beliau dan berdiri dengan tangan tertangkup yang dijulurkan keluar. Sang Thera pun bertanya: 1. “Naik ke Istana beraneka warna, […]

Baca selengkapnya...

Istana Kanthaka

81. KETUJUH : ISTANA KANTHAKA (Kanthakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada suatu saat, Y.M. Maha-Moggallana mengunjungi alam dewa. Ketika itu, Kanthaka, satu dewa-muda, keluar dari tempat tinggalnya, pergi ke taman dengan sejumlah besar. Melihat Y.M. Maha-Moggallana, dengan segera dia turun dari kendaraannya dan memberikan penghormatan. Dan Thera itu bertanya kepadanya: […]

Baca selengkapnya...

Istana Penggembala Sapi

80. KEENAM : ISTANA PENGGEMBALA-SAPI (Gopalavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang penggembala sapi meninggalkan Rajagaha unutk menggurung sapi-sapinya ke padang rumput, dan dia melihat Y.M. Maha-Moggallana mendekat. Y.M. Maha Moggallana mengetahui bahwa kematian akan menimpa penggembala itu, maka beliau mendekatinya. Penggembala itu ragu-ragu apakah dia sebaiknya memberikan […]

Baca selengkapnya...

Hutan Mangga

79. KELIMA : HUTAN MANGGA (Ambavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, ada seorang laki-laki miskin yang diupah untuk menjaga hutan mangga. Suatu hari di musim panas, dia melihat Y.M. Saripputa mendekat dalam keadaan yang lelah karena kepanasan. Maka dia berkata : “Bhante kelihatannya lelah karena kepanasan. Berbelas-kasihanlah kepada […]

Baca selengkapnya...

Istana Emas

78. KEEMPAT : ISTANA EMAS (Suvannavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Andhakavinda. Pada waktu itu, seorang umat kaya yang memiliki keyakinan membangun “gubuk harum” di sisi bukit yang terbuka untuk Sang Buddha. Dia memohon agar Sang Buddha tinggal di sana dan dia melayani Beliau. Dia memantapkan pengendalian diri dan memiliki kebiasaan moral yang baik dan […]

Baca selengkapnya...
1 64 65 66 67 68 127