Category Archives for Tipitaka

Istana Pemberi Sup Kepiting

54. KEEMPAT : ISTANA PEMBERI-SUP-KEPITING (Kakkatakarasadayakavimana1) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang bhikkhu yang mempraktekkan pandangan terang terpaksa meninggalkan praktek itu karena sakit telinga yang parah. Obat tabib sama sekali tidak membantu. Dia memberitahukan hal ini kepada Yang Terberkahi. Sang Buddha – yang mengetahui bahwa obatnya adalah sup-kepiting […]

Baca selengkapnya...

Istana Chatta

53. KETIGA : ISTANA CHATTA, SEORANG PEMUDA BRAHMANA (Chattamanavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, ada putra brahmana bernama Chatta yang telah selesai belajar di bawah bimbingan seorang brahmana Setavya. Ketika pulang, orang tuanya memberi uang seribu kahapana untuk diberikan kepada gurunya. Maka dia pun berangkat menuju Setavya untuk […]

Baca selengkapnya...

Istana Revati

52. KEDUA : ISTANA REVATI (Revativimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di dekat Baranasi, di Isipatana di Taman Rusa. Pada waktu itu ada seorang uamt awam yang memiliki keyakinan, yang merupakan pendana dermawan dan pelayan Sangha bernama Nandiya.1 Orang tua Nandiya ingin agar Nandiya menikahi sepupunya yang bernama Revati.2 Namun kerena Revati tidak memiliki keyakinan dan […]

Baca selengkapnya...

Istana Dewa Katak

51. PERTAMA : ISTANA DEWA KATAK (Mandukadevaputtavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Campa, di tepi kolam teratai Ganggara. Bangkit ketika hari menjelang fajar, Sang Buddha muncul dari pencapaian kasih saying yang besar. Beliau melihat, “Di petang hari ini nanti, ketika saya sedang mengajarkan Dhamma, akan ada seorang katak yang mendengar suaraku dan tertarik. Namun ia […]

Baca selengkapnya...

Istana Rajjumala

50. KEDUABELAS : ISTANA RAJJUMALA (Rajjumalavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Di suatu desa kecil bernama Gaya hidup seorang brahmana yang memberikan anak perempuannya kepada putra seorang brahmana dalam perkawinan. Di rumah itu, menantu inilah yang memegang kekuasaan. Sejak awal, dia sudah langsung tidak menyukai anak perempuan seorang pelayan. Dia sering […]

Baca selengkapnya...

Istana Penghormatan

49. KESEBELAS : ISTANA PENGHORMATAN (Vandanavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi. Pada waktu itu, beberapa bhikkhu telah melewatkan masa penghujan di tempat tinggal desa. Karena telah “diundang” ke suatu tempat, mereka pergi melalui suatu desa dalam perjalanan menuju Savatthi untuk menemui Yang Terberkahi. Di sana , seorang perempuan menjumpai dan memberikan penghormatan kepada para […]

Baca selengkapnya...

Istana Kuning

47. KESEMBILAN : ISTANA KUNING (Pitavimana) Setelah Yang Terberkahi mencapai nibbana akhir, Raja Ajatasattu mendirikan stupa besar di Rajagaha untuk menempatkan relik Yang Terberkahi yang dimilikinya dan melakukan upacara persembahan. Pada waktu itu, seorang umaat awam perempuan datang dengan empat bunga rambat kosataki untuk memberikan persembahan tanpa memperdulikan bahaya di jalan. Namun tiba-tiba ada seorang […]

Baca selengkapnya...

Istana Mangga

46. KEDELAPAN : ISTANA MANGGA (Ambavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi. Pada waktu itu, seorang umat awam perempuan di sana mendengar tentang buah yang besar dan keuntungan yang besar dari mendanakan tempat-kediaman. Maka, dengan bersemangat , dia menghormati Yang Terberkahi dan berkata demikian, “Bhante, saya ingin membangun tempat-tinggal. Saya mohon Bhante menunjukkan tempat yang […]

Baca selengkapnya...

Istana Empat Perempuan

45. KETUJUH: ISTANA EMPAT PEREMPUAN (Caturitthivimana) Ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, Y.M. Maha-Moggallana sedang mengunjungi alam dewa, seperti yang telah diceritakan sebelumnya. Beliau pergi ke alam Tiga-Puluh-Tiga dewa. Di sana , di empat Istana, secara berturut-turut beliau melihat empat putrid-dewa yang masing-masing menikmati kegembiraan-surgawi dengan pengikut seribu peri. Dan secara berturut-turut beliau menanyakan […]

Baca selengkapnya...

Istana Vihara

44. KEENAM : ISTANA VIHARA (Viharavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi di Jetavana. Pada waktu itu, Visakha, umat awam agung itu, telah dibujuk oleh teman-teman dan pelayan-pelayannya untuk berjalan-jalan di taman pada suatu hari perayaan.1 Setelah mandi dan diminyaki dengan baik, dia menyantap makanan yang enak, menghias diri dengan seperangkat hiasan “perambat besar”. Lalu […]

Baca selengkapnya...
1 67 68 69 70 71 127