Category Archives for Tipitaka

Istana Pemberi Bubur Nasi

43. KELIMA: ISTANA PEMBERI-BUBUR-NASI (Kanjikadayikavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Andhakavinda. Pada waktu itu, penyakit-angin muncul di perut Yang Terberkahi.1 Yang Terberkahi berkata pada Y.M. Ananda,”Pergilah, Ananda. Bila engkau telah mengumpulkan dana makanan, bawakan sedikit bubur-nasi asam sebagai obat bagiku.” Saya akan melakukannya, Bhante yang terhormat,” kata Ananda berjanji. Dengan membewa mangkuk yang telah diberikan […]

Baca selengkapnya...

Istana Aloma

42. KEEMPAT: ISTANA ALOMA (Alomavimana) Ketika yang Terberkahi sedang berdiam di dekat Baranasi di Isipatana di taman-rusa, Beliau memasuki Baranasi untuk mengumpulkan dana makanan. Di sana , seorang perempuan miskin bernama Aloma melihat Beliau. Karena memiliki keyakinan dan melihat tak ada lainnya yang dapat diberikan kepada Yang Terberkahi akan memberikan buah yang besar bagiku.” Maka […]

Baca selengkapnya...

Istana yang Bersinar

40. KEDUA : ISTANA YANG BERSINAR (Pabhassaravimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha. Dan pada waktu itu, di Rajagaha ada seorang umat awam yang memiliki keyakinan kepada Maha-Moggallana Thera. Salah satu putrinya juga merupakan seorang yang percaya dan memiliki keyakinan. Dia memiliki rasa hormat yang tinggi kepada Thera itu. Suatu hari Y.M. Maha-Moggallana Thera berjalan […]

Baca selengkapnya...

Istana Merah Tua

39. PERTAMA : ISTANA MERAH TUA (Manjetthakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana. Ketika Beliau sedang dijamu dengan cara seperti dalam cerita Istana sebelumnya, seorang gadis pelayan di suatu rumah tangga telah mengumpulkan bunga-bunga dari pohon sala yang sedang mekar di Hutan Gelap, merangkainya di atas serpihan-serpihan kulit kayu untuk membuat buket-buket.1 Kemudian […]

Baca selengkapnya...

Istana Pohon Koral

38. KESEPULUH : ISTANA POHON KORAL (Paricchattakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana. Seorang umat awam yang luhur menjamu Yang Terberkahi di rumahnya dengan penghormatan besar. Pada saat itu, seorang perempuan yang sedang mengumpulkan kayu bakar di Hutan Gelap melihat sebuah pohon asoka sedang berbunga. Dia mengumpulkan bunganya dan pergi untuk menebarkannya di […]

Baca selengkapnya...

Istana Visalakkhi

37. KESEMBILAN : ISTANA VISALAKKHI (Visalakkhivimana) Setelah Yang Terberkahi mencapai nibbana akhir, Raja Ajatasattu membangun stupa besar di Rajagaha untuk relik yang diterimanya, dan kemudian mengadakan festival penghormatan. Pada waktu itu, ada seorang putrid perangkai bunga yang bernama Sunanda. Sunanda adalah umat awam perempuan, siswa ariya yang telah mencapai tingkat Pemasuk Arus. Dia mengirimkan kalung-kalung […]

Baca selengkapnya...

Istana Mallika

36. KEDELAPAN : ISTANA MALLIKA (Mallikavimana) Yang Terberkahi, sang pelindung dunia, telah memenuhi tugas Buddhanya sejak saat memutar roda Dhamma sampai pada waktu mengajar kelana spiritual yang bernama Subhadda. Dan menjelang fajar di malam purnama di bulan Visakha, di antara sepasang pohon sala di Upavattana, yaitu hutan sala dari raja-raja suku Malla di Kusinara, Beliau […]

Baca selengkapnya...

Istana Sesavati

35. KETUJUH: ISTANA SESAVATI1 (Sesavativimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savathi, di Jetavana. Pada saat itu, di desa Nalaka, di negeri Magadha, ada menantu perempuan seorang perumah-tangga kaya, yang bernama Sesavati. Menurut cerita, ketika stupa keemasan sebesar satu yojana dibuat untuk Buddha Kassapa, sebagai gadis muda dia pergi dengan ibunya ke tempat monumen itu. Di […]

Baca selengkapnya...

Istana yang Kemilau

34. KE ENAM: ISTANA YANG KEMILAU (Daddalhavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana. Pada saat itu, di suatu desa kecil bernama Nalaka ada seorang kaya, dayaka sukarela dari Y.M. Revata Thera. Dia memiliki dua orang putrid yang bernama Bhadda dan Subhadda. Baddha ini menikah dengan seorang laki-laki yang penuh dengan keyakinan dan kebijaksanaan, […]

Baca selengkapnya...

Istana Guttila

33. KELIMA: ISTANA GUTTILA (Guttilavimana) Ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, Y.M. Maha-Moggallana mengunjungi alam-dewa seperti yang telah dibicarakan di atas. Beliau pergi menuju alam Tiga-Puluh-Tiga dewa. Di sana, di tiga puluh enam Istana, beliau melihat tiga puluh enam putrid-putri-dewa. Mereka masing-masing menikmati kegembiraan surgawi yang besar, dengan pengikut seribu peri. Secara berturut beliau […]

Baca selengkapnya...
1 68 69 70 71 72 127