65. PERTAMA : ISTANA RUMAH (Agariyavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, hidup satu keluarga kaya yang luhur di Rajagaha, suatu sumber manfaat yang baik bagi para bhikkhuni. Ayah dan Ibunya, karena sepanjang hidup telah melakukan tindakan jasa atas nama Tiga Permata, meninggal dari sini dan terlahir di antara […]
Baca selengkapnya...64. KEEMPAT BELAS : ISTANA KERETA BESAR (Maharathavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Ketika Y.M. Maha-Moggallana mengadakan perjalana di alam Tiga-Puluh-Tiga dewa, beliau melihat dewa-muda, Gopala, yang sedang meninggalkan Istananya dan menaiki keretanya yang agung untuk pergi bersenang-senang dan berolah raga. Ketika dewa-muda itu melihat Thera tersebut, dia pun turun dari […]
Baca selengkapnya...63. KETIGABELAS : ISTANA KENCANA KECIL (Cularathavimana) Setelah Sang Buddha mencapai Nibbana Akhir, relik Beliau dibagi-bagikan. Di bawah bimbingan Maha-Kassapa Thera yang agung, dipilihlah para bhikkhu untuk mengulang Dhamma; para siswa, yang masing-masing datang untuk musim penghujan bersama dengan kelompoknya, tinggal di tempat yang berbeda-beda karena memikirkan orang-ornag yang menerimanya. Dan Y.M. Maha-Kaccana tinggal di […]
Baca selengkapnya...62. KEDUABELAS : ISTANA GAJAH, KETIGA (Tatiyanagavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Huatan Bambu.1 Pada waktu itu, Tiga Thera Arahat dating ke suatu desa untuk melewatkan musim penghukan. Dan dari sana mereka pergi ke Rajagaha untuk memberikan penghormatan kepada Yang Terberkahi. Ketika melewati perkebunan tebu milik seorangbrahmana penjaganya : “Dapatkah kami tiba di […]
Baca selengkapnya...61. KESEBELAS: ISTANA GAJAH, KEDUA (Dutiyanagavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang umat awam yang memiliki keyakinan menjalani kehidupan sesuai peraturan. Dia menjalankan hari-hari Upasatha, memberikan dana kepada Sangha dan pergi ke vihara untuk mendengarkan Dhamma dengan membawa dana. Setelah meninggal dari sini dia muncul di alam Tiga-Puluh-Tiga […]
Baca selengkapnya...59. KESEMBILAN : ISTANA JARUM, KEDUA (Dutiyasucivimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Seorang penjahit pergi untuk melihat-lihat hutan itu, dan di sana dia melihat seorang bhikkhu yang sedang menjahit jubah dengan jarum yang telah dibuat di Hutan Bambu itu. Dia pun memberi beliau jarum-jarum dengan wadahnya. Pertanyaan yang sama diajukan kepada […]
Baca selengkapnya...58. KEDELAPAN : ISTANA JARUM (Sucuvimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, dilakukan pembuatan jubah untuk Y.M. Sariputta dan dibutuhkan sebuah jarum. Sesampai di rumah seorang pandai besi untuk mengumpulkan dana makan dan ditanya apa yang dibutuhkan, bhikkhu itu memberitahukan kebutuhannya. Dengan pikiran yang penuh keyakinan, si pandai besi […]
Baca selengkapnya...57. KETUJUH: ISTANA YANG-HARUS-DIKERJAKAN, KEDUA (Dutiyakaraniyavimana) Cerita ini mirip dengan yang cerita keenam. Bedanya, di sana makanan itu diberikan kepada Ynag Terberkahi, sedangkan di sini kepada seorang Thera. 1-5 (Seperti di 54. 1-5) 6 “Tindakan-tindakan jasa harus dikerjakan oleh manusia bijaksana yang melakukan diskriminasi, dimana apa yang diberikan kepada para bhikkhu yang hidup dengan benar […]
Baca selengkapnya...56. KEENAM : ISTANA YANG HARUS – DIKERJAKAN (Karaniyavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Seorang umat awam, ketika kembali dari mandi di sunagi Aciravati, bertemu dengan mengundang Yang Terberkahi untuk makan di rumahnya dan menjamu Beliau dengan hormat. Sisanya adalah seperti pada cerita sebelumnya. Jawaban dewa itu adalah sebagai berikut: 1-5 […]
Baca selengkapnya...55. KELIMA : ISTANA PENJAGA – PINTU (Dvarapalakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu Pada waktu itu, seorang umat awam memberikan dana makanan empat kali tanpa henti kepada Sangha. Tetapi karena takut pada pencuri, dia biasanya memastikan bahwa pintu rumahnya selalu terkunci karena rumahnya berada di batas luar kota itu. Karena itu, […]
Baca selengkapnya...