77. KETIGA : ISTANA TUGU PERMATA (Manithunavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, banyak Thera yang menjalani kehidupan hutan. Bagi para Thera yang pergi mengumpulkan dana makanan ke desa itu, ada seorang umat yang meratakan jalan, membersihkan semak-semak, menjembatani tempat-tempat yang tergenang air, mengeringkan tempat yang basah, serta menanggul […]
Baca selengkapnya...76. KEDUA: ISTANA NANDANA (Nandanavimana) Sama seperti cerita Istana sebelumnya. Hanya di sini ada pekerja miskin yang telah mengambil istri, dan syair pertama berbunyi “Bahkan seperti Hutan Nandana1 yang bersinar…” kemudian dilanjutkan seperti di No. 75. Catatan : 1. Be vanam Nandanam yang melihat syair 1 seperti di Ee dan VvA: vanam Nandanam Cittalatam, tetapi […]
Baca selengkapnya...75. YANG PERTAMA : ISTANA CITTALATA (Cittalatavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, ada seorang umat awam yang mencari nafkah dengan cara bekerja untuk orang lain. Dia memiliki keyakinan dan menopang sendiri orang tuanya yang lanjut usia, karena pada pikirnya, “Perempuan yang ditempatan dirumah tangga akan menjadi penguasa rumah […]
Baca selengkapnya...73. KESEMBILAN : ISTANA PEMAKAI-ANTING, KEDUA (Dutiyakundalivimana) Sama seperti di cerita istana sebelumnya. Syair-syairnya juga sama. Hanya saja di syair 5 samane sadhurupe,1 petapa-petapa yang baik wataknya, menggantikan samane silavante, petapa-petapa luhur. Catatan : sadhurupa di Dh. 262 telah diterjemahkan engan berbagai variasi.
Baca selengkapnya...72. KEDELAPAN : ISTANA PEMAKAI – ANTING (Kundalivimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, sepasang murid utama Beliau dengan para pengikutnya sedang mengadakan perjalanan di antara suku Kasi dan di senja hari mereka tiba disuatu vihara. Seorang umat awam datang dan membasuh serta meminyaki kaki mereka. Dia mengundang para […]
Baca selengkapnya...71. KETUJUH : ISTANA PENJAGA – BARLI (Yavapalakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang pemuda miskin bekerja menjaga ladang barli. Untuk makan paginya, dia membawa kummasa. Ketika dia sedang duduk untuk makan, datang ke tempat itu seorang Thera yang kekotoran batinnya telah hancur. Pemuda itu bertanya,”Apakah Yang Mulia […]
Baca selengkapnya...69. KELIMA: ISTANA PEMBERI-TEMPAT-BERNAUNG KEDUA (Dutiya-upassayadayakavimana) Cerita ini sama dengan cerita sebelumnya. Hanya saja di sini ada banyak bhikkhu, dan Maha-Moggallana mempersamakan istana itu dengan matahari.
Baca selengkapnya...68. KEEMPAT : ISTANA PEMBERI – TEMPAT – BERNAUNG (Upassayadayakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, Hutan Bambu. Pada waktu itu musim hujan sudah berlalu. Seorang Bhikkhu yang berada di dalam perjalanan untuk memberikan penghormatan kepada Yang Terberkahi memasuki suatu desa dan mencari tempat bermalam yang sesuai. Seorang umat awam yang ditemuinya, setelah berunding dengan […]
Baca selengkapnya...67. KETIGA: ISTANA PEMBERIAN – BUAH (Phaladayakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, Raja Bimbisara ingin makan buah mangga yang belum musim. Tukang kebun, walaupun mengetahui kesulitannya, berjanji untuk berusaha sebaik-baiknya mencari buah mangga dengan cara-cara yang dipaksakan. Ketika ada empat buah mangga yang telah masak, dia memetiknya untuk […]
Baca selengkapnya...66. KEDUA : ISTANA RUMAH YANG KEDUA (Dutiya – agariyavimana) Sama di dalam semua hal dengan cerita sebelumnya.
Baca selengkapnya...