21. KEEMPAT: ISTANA CANDALI (Candalivimana) Ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, Beliau masuk ke dalam pencapaian kasih saying yang agung yang di praktekkan oleh para Buddha. Ketika bangkit dari sana dan mengamati dunia, Beliau melihat bahwa di kota itu – dipemukiman Candala1 – ada seorang perempuan tua yang masa hidupnya hampir berakhir, dan baginya […]
Baca selengkapnya...20. KETIGA : ISTANA PEMBERI-KERAK-NASI (Acamadayikavimana1) Yang terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di tempat pemberian makana Tupai di Hutan Bambu. Pada saat itu, para anggota dari suatu rumah-tangga di Rajagaha diserang epidemi kolera. Semua orang disana meninggal, kecuali seorang perempuan. Karena merasa amat ngeri dan takut pada kematian, dia meninggalkan rumah serta semua uang dan […]
Baca selengkapnya...19. KEDUA : ISTANA LAKHUMA (Lakhumavimana) Yang terberkahi sedang berdiam di Baranasi. Menuju kota Baranasi terdapat pintu gerbang yang disebut Gerbang Nelayan. Di dekatnya ada sebuah desa yang juga dikenal sebagai Gerbang Nelayan. Di sana, ada seorang perempuan bernama Lakhuma. Sebagai orang yang percaya, cerdas, dan memiliki keyakinan, dia menyapa para bhikkhu ketika mereka masuk […]
Baca selengkapnya...18. PERTAMA : PELAYAN-PEREMPUAN (Dasivimana) Ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Jetavana, seorang umat awam yang tinggal di Savatthi pergi ke vihara di sore hari bersama banyak umat awam lain untuk mendengarkan Dhamma. Ketika semuanya telah berdiri, umat awam itu menghampiri Yang Terberkahi dan berkata, “Bhante yang terhormat, mulai sekarang saya akan memberikan dana empat […]
Baca selengkapnya...17. KETUJUHBELAS : ISTANA KESAKARI (Kesakarivimana) Yang terberkahi sedang berdiam di Baraanasi, di Taman Rusa di Isipatana. Di pagi hari, para bhikkhu berpakaian, mengambil mangkuk dan jubahnya, dan memasuki Baranasi. Mereka pergi ke dekat pintu seorang brahmana, di rumah itu, putrid brahmana tersebut yang bernama Kesakari1 – yang sedang mencari kutu di kepala ibunya di […]
Baca selengkapnya...16. KEENAMBELAS : ISTANA SIRIMA1 (Sirimavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di tempat pemberian makan tupai di Hutan Bambu. Dan pada waktu itu, Sirima – si pelacur yang disebutkan di dalam di dalam Cerita di atas – telah meninggalkan profesinya yang tidak murni karena pencapaian buah Pemasuk – Arus.2 Setiap hari dia memberikan dana […]
Baca selengkapnya...15. KELIMABELAS : ISTANA UTARA (Uttaravimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha di tempat pemberian makan tupai di Hutan Bambu. Pada saat itu, ada seorang laki-laki miskin bernama Punna yang bekerja pada seorang bankir Rajagaha. Dia tinggal di rumahnya hanya bersama istrinya, Uttara, dan putrinya – yang juga bernama Uttara.1 Suatu hari di Rajagaha ada […]
Baca selengkapnya...14. KEEMPAT BELAS : ISTANA MENANTU-PEREMPUAN, KEDUA1 (Dutiyasunisavimana) Sama seperti cerita Istana sebelumnya. Hanya saja, di sini dananya adalah kummasa.2 1. “Engkau yang berdiri dengan keelokan melebihi yang lain, devata, membuat segala penjuru bersinar bagaikan bintang penyembuh. 2. Karena apakah maka keelokanmu sedemikian rupa? Karena apakah engkau sejahtera di sini, dan di sana muncul apa […]
Baca selengkapnya...13. KETIGABELAS : ISTANA MENANTU – PEREMPUAN (Sunisavimana) Di sebuah rumah di Savatthi, ada seorang menantu-perempuan yang berasal dari keluaga baik-baik. Dia melihat seorang Thera yang telah menghancurkan kekotoran batin, dating ke rumah itu untuk mengumpulkan dana makanan. Dipenuhi sukacita dan kebahagiaan, dia berpikir, “Telah muncul suatu ladang jasa tertinggi bagiku.”Dia mengambil kue-beras1 yang sebenarnya […]
Baca selengkapnya...12. KEDUABELAS : ISTANA PEREMPUAN SETIA, KEDUA ( Dutiyapatibbatavimana ) Di Savathi dikatakan ada seorang umat awam perempuan lain yang merupakan istri yang setia, percaya, dan memiliki keyakinan. Dia menjalankan lima peraturan, dan memberikan dana sesuai kemampuannya. Setelah meninggal, dia terlahir di alam Tiga-Puluh-Tiga dewa. Sisanya sama seperti yang dijelaskan di atas. 1. “Menaiki Istana […]
Baca selengkapnya...