Pañcattaya Sutta Lima dan Tiga Majjhima Nikaya – Khotbah-khotbah Menengah Sang Buddha Bhikkhu Ñāṇamoli dan Bhikkhu Bodhi DhammaCitta Press 1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR.935 Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di S āvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Di sana Beliau memanggil para bhikkhu sebagai berikut: “Para bhikkhu,” – “Yang Mulia,” mereka […]
Baca selengkapnya...Devadaha Sutta Di Devadaha Majjhima Nikaya – Khotbah-khotbah Menengah Sang Buddha Bhikkhu Ñāṇamoli dan Bhikkhu Bodhi DhammaCitta Press [214] 1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di negeri Sakya di mana terdapat sebuah pemukiman Sakya bernama Devadaha. Di sana Sang Bhagavā memanggil para bhikkhu sebagai berikut: “Para bhikkhu.” – “Yang […]
Baca selengkapnya...Cankī Sutta Bersama Cankī Majjhima Nikaya – Khotbah-khotbah Menengah Sang Buddha Bhikkhu Ñāṇamoli dan Bhikkhu Bodhi DhammaCitta Press [164] 1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR.880 Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang mengembara di negeri Kosala bersama dengan sejumlah besar Sangha para bhikkhu, dan akhirnya Beliau tiba di sebuah desa brahmana penduduk Kosala bernama Opasāda. Di sana […]
Baca selengkapnya...Buddhavamsa Silsilah Para Buddha Pengertian Buddhavamsa BUDDHA = yang tercerahkan (Sang Buddha) VAMSA = keturunan, keluarga atau silsilah BUDDHAVAMSA adalah keterangan dan penjelasan dari silsilah dua puluh empat Buddha yang muncul sebelum Buddha Gotama. Buddhavamsa merupakan buku ke 14 dari Khuddaka Nikāya yang memberikan penjelasan historis singkat tentang Buddha Gotama dan 24 Buddha sebelumnya. […]
Baca selengkapnya...
No. 528 MAHĀ-BODHI-JĀTAKA117 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Apa arti dari benda-benda ini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Kisahnya berhubungan di dalam Mahāummagga-Jātaka. Sekarang dalam kisah ini, Sang Guru berkata, “Bukan hanya kali ini, tetapi juga di masa lampau, Tathāgata adalah yang bijaksana […]
Baca selengkapnya...No. 527 UMMADANTĪ-JĀTAKA111 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Rumah siapakah ini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Ceritanya bermula pada suatu hari ketika sedang berpindapata di Savatthi, bhikkhu tersebut melihat seorang wanita yang cantik luar biasa, mengenakan pakaian dengan luar biasa indahnya, dan […]
Baca selengkapnya...BUKU XVIII. PAṆṆĀSANIPĀTA No. 526 NAḶINIKĀ-JĀTAKA104 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [193] “Kerajaanku yang terbentang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya. Dan dalam menceritakan kisah tersebut, Beliau menanyakan bhikkhu tersebut disebabkan oleh siapakah ia menjadi menyesal. “Oleh mantan istri […]
Baca selengkapnya...No. 525 CULLA-SUTASOMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dengarkanlah saya, teman-teman,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam pelepasan (keduniawian). Cerita pembukanya berhubungan dengan Mahānāradakassapa-Jātaka97. ____________________ Dahulu kala, kota yang sekarang menjadi Benares bernama Sudassana dan di sana hiduplah Raja Brahmadatta. Ratu utamanya melahirkan Bodhisatta. Wajahnya […]
Baca selengkapnya...No. 524 SAṀKHAPĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dari penampilan yang agung,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pelaksanaan laku Uposatha. Sekarang dalam kisah ini, Sang Guru yang merasa gembira dengan para upasaka yang melaksanakan laku Uposatha, berkata: “Orang bijak di masa lampau meninggalkan kemuliaan besar sebagai […]
Baca selengkapnya...No. 523 ALAMBUSĀ-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [152] “Kemudian Dewa Indra yang agung,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya (dalam kehidupan berumah tangga). Kisah ini diuraikan secara lengkap dalam Indriya-Jātaka86. Sekarang Sang Guru bertanya kepada bhikkhu tersebut, “Apakah […]
Baca selengkapnya...