Category Archives for "Sutta Pitaka"

Kutadanta Sutta

KUTADANTA SUTTA Sumber: Sutta Pitaka Digha Nikaya IV – Oleh: Team Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha Diterbitkan : Proyek Sarana keagamaan Buddha Departemen Agama RI Tahun 1993 Demikianlah yang saya dengar. 1. Pada suatu ketika Sang Bhagava serta sekelompok besar bhikkhu sangha, sebanyak lima ratus bhikkhu, sedang mengadakan perjalanan melalui kerajaan Magadha dan tiba di […]

Baca selengkapnya...

Sonadanda Sutta

SONADANDA SUTTA Sumber : Sutta Pitaka Digha Nikaya VI Oleh : Cornelis Wowor MA, Lembaga Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha Penerbit : CV. Danau Batur – Jakarta Demikian yang telah kami dengar: Pada suatu waktu Sang Bhagava bersama sejumlah besar bhikkhu, sebanyak 500 bhikkhu, sedang dalam perjalanan melalui daerah Anga, tiba di Campa. Di Campa, […]

Baca selengkapnya...

Ambhattha Sutta

AMBATTHA SUTTA Sumber : Sutta Pitaka Digha Nikaya Oleh : Tim Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha Penerbit : Badan Penerbit Ariya Surya Chandra, 1992 Bagian I Demikian yang telah kami dengar. Pada suatu ketika, sewaktu Sang Bhagava bepergian menjelajahi negara Kosala bersama dengan lima ratus orang Bhikkhu. Beliau tiba di suatu desa yang bernama Icchanankala, […]

Baca selengkapnya...

Samannaphala Sutta

DN 2 SAMANNAPHALA SUTTA (Faedah-faedah dari Kehidupan Seorang Petapa) Sumber : Samanna Phala Sutta – Oleh : Team Penterjemah Kitab Suci Sutta Pitaka Diterbitkan Oleh : Yayasan Dharma Sarathi, Jakarta, 1993 Demikian yang telah kami dengar : Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Mangga milik tabib Jivaka Komarabhacca bersama-sama dengan […]

Baca selengkapnya...

Brahmajala Sutta

DN 1 BRAHMAJALA SUTTA Sumber: Brahmajala Sutta , Oleh: Tim Penterjemah Diterbitkan oleh Badan Penerbit Buddhis ARYASURYACANDRA, 1993 PENDAHULUAN Brahmajala Sutta merupakan sutta yang pertama dari 34 sutta Digha Nikaya. Sutta ini merupakan sebuah sutta yang sangat penting untuk dipelajari dan direnungkan karena isi sutta ini menguraikan tentang berbagai pandangan atau ajaran dari bermacam-macam aliran […]

Baca selengkapnya...

Kisah Dua Orang Sahabat

Kisah Dua Orang Sahabat Suatu ketika, terdapat dua orang sahabat yang berasal dari keluarga terpelajar, dua bhikkhu dari Savatthi. Salah satu dari mereka mempelajari Dhamma yang pernah dikhotbahkan oleh Sang Buddha, dan sangat akhli/pandai dalam menguraikan dan mengkhotbahkan Dhamma tersebut. Dia mengajar lima ratus bhikkhu dan menjadi pembimbing bagi delapan belas group dari para bhikkhu […]

Baca selengkapnya...

Kisah Sumanadevi

Kisah Sumanadevi Dekat Savatthi, di rumah Anathapindika dan rumah Visakha, dua ribu bhikkhu memperoleh pelayanan makanan setiap hari. Di rumah Visakha, dana makanan diatur pemberiannya oleh cucu perempuannya. Di rumah Anathapindika, pengaturan dana makanan dilakukan, pertama oleh anak perempuan Anathapindika tertua, kemudian oleh anak perempuan kedua, dan akhirnya oleh Sumanadevi, anak perempuan yang termuda. Kedua […]

Baca selengkapnya...

Kisah Upasaka Dhammika

Kisah Upasaka Dhammika Di Savatthi ada seseorang yang bernama Dhammika. Ia seorang umat yang berbudi luhur dan sangat gemar memberikan dana. Selain sering memberikan dana makanan serta kebutuhan lain kepada para bhikkhu secara tetap, juga sering berdana pada waktu-waktu istimewa. Pada kenyataannya, ia merupakan pemimpin dari lima ratus umat Buddha yang berbudi luhur, dan tinggal […]

Baca selengkapnya...

Kisah Cundasukarika

Kisah Cundasukarika Pada suatu dusun, tidak jauh dari Vihara Veluvana, hidup seorang penjagal babi yang sangat kejam dan keras hati, bernama Cunda. Ia adalah penjagal babi yang sudah berusia lebih dari lima puluh tahun; selama hidupnya, dia belum pernah melakukan suatu perbuatan yang bermanfaat. Sebelum dia meninggal, dia sakit parah dan mengalami penderitaan yang berat. […]

Baca selengkapnya...

Kisah Nanda Thera

Kisah Nanda Thera Suatu ketika Sang Buddha menetap di Vihara Veluvana, Rajagaha. Waktu itu ayah-Nya, Raja Suddhodana, berulangkali mengirim utusan kepada Sang Buddha, meminta beliau mengunjungi kota Kapilavatthu. Memenuhi permintaan ayahnya, Sang Buddha mengadakan perjalanan dengan diikuti oleh sejumlah besar arahat.

Baca selengkapnya...