Para bhikkhu, apakah sifat-sifat yang membuatnya sukar diajak bicara?Para bhikkhu, dalam hal ini seorang bhikkhu memiliki keinginan jahat dan dikuasai oleh keinginan-keinginan jahat.Para bhikkhu, bhikkhu siapa pun yang memiliki keinginan jahat dan dikuasai oleh keinginan-keinginan jahat, inilah sifat-sifat yang membuatnya sukar diajak bicara.Para bhikkhu, kemudian seorang bhikkhu memuji-muji dirinya sendiri dan merendahkan yang lainnya. Bhikkhu siapa pun yang memuji-muji dirinya sendiri dan merendahkan yang lainnya, ini pun merupakan sifat-sifat yang membuatnya sukar diajak bicara.Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu sangat marah, dikuasai kemarahan, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sukar diajak bicara.Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu menjadi sangat marah dan karena kemarahannya ia menjadi seseorang yang mencari-cari kesalahan orang lain. Bhikkhu siapa pun yang sangat marah dan karena kemarahannya mencari-cari kesalahan pada diri orang lain, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sukar diajak bicara.Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu menjadi sangat marah dan karena kemarahannya ia melakukan penyerangan. Bhikkhu siapa pun yang sangat marah dan karena kemarahannya ia melakukan penyerangan, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sukar diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu menjadi sangat marah dan karena kemarahannya mengeluarkan kata-kata kemarahan. Bhikkhu siapa pun yang sangat marah dan karena kemarahannya ia mengeluarkan kata-kata kemarahan, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sukar diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu, yang ditegur, mengucapkan kata-kata celaan tanpa dipikir terlebih dahulu terhadap orang yang menegur. Bhikkhu siapa pun yang setelah ditegur, mengucapkan kata-kata celaan tanpa dipikir terlebih dahulu terhadap orang yang menegur, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu yang ditegur, merendahkan orang yang menegurnya karena ditegur. Bhikkhu siapa pun yang setelah ditegur, merendahkan orang yang menegurnya karena ditegur, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu yang ditegur, berbalik menegur orang yang menegurnya karena ditegur demikian. Bhikkhu siapa pun yang setelah ditegur, berbalik menegur orang yang menegurnya karena ditegur demikian, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu yang ditegur, menutupi pertanyaan dengan menanyakan orang yang menegurnya pertanyaan lain, menjawab yang tidak sesuai dengan permasalahan, menunjukkan sikap tidak bersahabat dan itikad jahat serta kedongkolan. Bhikkhu siapa pun yang setelah ditegur, menutupi pertanyaan dengan menanyakan orang yang menegurnya pertanyaan lain, menjawab yang tidak sesuai dengan permasalahan, menunjukkan sikap tidak bersahabat dan itikad jahat serta kedongkolan, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu yang ditegur, tidak berhasil menjelaskan tindakan-tindakannya kepada orang yang menegurnya. Bhikkhu siapa pun yang setelah ditegur, tidak berhasil menjelaskan tindakan-tindakannya kepada orang yang menegurnya, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu kasar, dan pendengki, ini pun merupakan sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu pengiri dan penggerutu, ini pun merupakan sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu curang dan menipu. Bhikkhu siapa pun yang curang dan menipu, ini pun merupakan sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu keras kepala dan sombong. Bhikkhu siapa pun yang keras kepala dan sombong, ini pun merupakan sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu mengejar keduniawian, menggenggamnya erat-erat, tidak mudah melepaskannya. Bhikkhu siapa pun yang mengejar keduniawian, menggenggamnya erat-erat, tidak mudah melepaskannya, ini pun merupakan sifat yang membuatnya sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, inilah yang disebut sifat-sifat yang membuat seorang bhikkhu sulit diajak bicara.
Para bhikkhu, namun apabila seorang bhikkhu mempersilahkan dengan berkata : ’Para bhikkhu, mohon menegur saya, saya patut diberi petunjuk oleh para bhikkhu dan apabila ia seseorang yang mudah diajak bicara, penuh dengan sifat yang membuatnya mudah diajak bicara, penurut, mampu menerima petunjuk, maka rekan bhikkhunya akan menilai bahwa ia harus diajak bicara dan bahwa ia patut diberi petunjuk dan bahwa kepercayaan seharusnya diberikan kepada orang ini’.Para bhikkhu, apakah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara?Para bhikkhu, dalam hal ini seorang bhikkhu tidak memiliki keinginan jahat ataupun dibawah pengaruh keinginan jahat. Bhikkhu siapa pun yang tidak memiliki keinginan jahat ataupun di bawah pengaruh keinginan jahat, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak meninggikan dirinya sendiri maupun merendahkan yang lain, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak menjadi sangat marah dan dikuasai kemarahan yang sangat besar, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak menjadi sangat marah dan mencari-cari kesalahan orang lain karena kemarahannya, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak menjadi sangat marah sehingga melakukan penyerangan, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak menjadi sangat marah dan karena kemarahannya mengucapkan kata-kata kemarahan. Bhikkhu siapa pun, yang tidak menjadi sangat marah dan tidak mengucapkan kata-kata kemarahan karena kemarahannya, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu yang dicela, tidak membalas mencela terhadap orang yang mencelanya, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu yang dicela, tidak merendahkan orang yang mencelanya karena celaan itu, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu yang dicela, tidak berbalik mencela orang yang mencelanya karena celaan itu, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu yang dicela, tidak menutupi pertanyaan dengan menanyakan pertanyaan lain kepada orang yang mencelanya, tidak menjawab yang menyimpang dari masalahnya, tidak menunjukkan sikap yang tidak bersahabat dan tidak menunjukkan sikap itikad jahat dan kedongkolan. Bhikkhu siapa pun, yang setelah dicela tidak menutupi pertanyaan dengan mengajukan pertanyaan lain kepada orang yang mencelanya, tidak menjawab dengan menyimpang dari masalah, tidak menunjukkan sikap tidak bersahabat, itikad jahat dan kedongkolan, ini pun merupakan sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu setelah dicela, berhasil menjelaskan tindakan-tindakannya kepada orang yang mencelanya, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak menjadi kasar, tidak dengki, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak iri, tidak sakit hati, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu bukan merupakan orang yang penuh tipu muslihat, tidak suka menipu, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak keras kepala, tidak sombong, inilah sifat-sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, selanjutnya seorang bhikkhu tidak mengejar keduniawian yang bersifat sementara, tidak menggenggamnya erat-erat, mudah melepaskannya. Bhikkhu siapa pun, yang tidak mengejar keduniawian yang bersifat sementara, tidak menggenggamnya erat-erat, mudah melepaskannya, ini pun merupakan suatu sifat yang membuatnya mudah diajak bicara.
Para bhikkhu, inilah yang disebut sifat-sifat yang membuat seorang bhikkhu mudah diajak bicara.