Category Archives for Tipitaka

Gandhara Jataka

No. 406 GANDHĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Enam belas ribu desa yang,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Jetavana, tentang peraturan latihan dalam penyimpanan obat-obatan193. Cerita ini terjadi di Rajagaha. Ketika Yang Mulia Pilindiyavaccha pergi ke kediaman raja untuk membebaskan keluarga si penjaga  taman194, ia membuat istana menjadi emas dengan […]

Baca selengkapnya...

Bakabrahma Jataka

No. 405 BAKA-BRAHMA-JĀTAKA191 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Tujuh puluh dua,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang brahma, Baka. Di dalam dirinya terdapat suatu pandangan yang salah, yakni, “Kehidupan ini adalah tetap, permanen, abadi, tidak berubah, dan selain dari itu semua, tidak ada yang namanya pertolongan atau […]

Baca selengkapnya...

Atthisena Jataka

No. 403 AṬṬHISENA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Atthisena, banyak pengemis,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Cetiya Aggāḷava dekat Āḷavī, tentang peraturan latihan yang harus diperhatikan dalam membuat kediaman berkamar tunggal188. Cerita pembukanya telah dikemukakan di dalam Maṇikaṇṭha-Jātaka189. Sang Guru berkata kepada mereka, “Para Bhikkhu, di masa lampau [352] sebelum […]

Baca selengkapnya...

Sattubhasta Jataka

No. 402 SATTUBHASTA-JĀTAKA183 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Pikiranmu dalam keadaan bingung,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berada di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Ummaga-Jātaka184. ____________________ Dahulu kala seorang raja yang bernama Janaka memerintah di Benares. Kala itu, Bodhisatta terlahir di dalam sebuah keluarga brahmana, dan […]

Baca selengkapnya...

Dasannaka Jataka

No. 401 DASAṆṆAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Pedang bagus dari Dasaṇṇa,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya. Bhikkhu itu mengakui bahwasanya ia ingin kembali menjadi umat awam dikarenakan wanita. Sang Guru berkata, “Wanita itu membuatmu celaka: Di kehidupan sebelumnya juga, Anda […]

Baca selengkapnya...

Dabbhapuppha Jataka

No. 400 DABBHAPUPPHA-JĀTAKA179 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Teman Anutiracari,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang Upananda dari Suku Sakya. Ia telah ditahbiskan dalam keyakinannya kepada ajaran Buddha, tetapi kemudian lupa akan kualitas kesederhanaan (rasa puas) dan lain sebagainya sehingga ia menjadi sangat serakah. Di awal masa vassa, […]

Baca selengkapnya...

Sutano Jataka

No. 398 SUTANO-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Raja mengirimkan untukmu,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menghidupi ibunya. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Sāma-Jātaka174. ____________________ [325] Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir di dalam sebuah keluarga perumah tangga yang miskin, […]

Baca selengkapnya...

Manoja Jataka

No. 397 MANOJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Busur dilengkungkan,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Veluvana, tentang seorang bhikkhu yang berteman dengan orang jahat. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Mahilāmukhata-Jātaka173. Beliau berkata, “Para Bhikkhu, bukan untuk pertama kalinya ia berteman dengan seorang yang jahat,” dan kemudian menceritakan sebuah kisah […]

Baca selengkapnya...

Kukku Jataka

BUKU VII. SATTANIPĀTA No. 396 KUKKU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   [317] “Atap itu tingginya,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang nasihat kepada seorang raja. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Tesakuṇa-Jātaka170. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai penasihatnya dalam urusan pemerintahan dan […]

Baca selengkapnya...

Vighasa Jataka

No. 393 VIGHĀSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Kehidupan yang bahagia adalah milik mereka,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Pubbārāma (Taman Timur), tentang beberapa bhikkhu yang hidup dalam kesenangan. Mahamogallāna menggetarkan tempat tinggal mereka dan memperingatkan mereka. Para bhikkhu lainnya duduk sambil membahas kesalahan mereka di dalam balai kebenaran.

Baca selengkapnya...
1 20 21 22 23 24 127