No. 181 ASADISA-JĀTAKA70 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Pangeran Asadisa, ahli dalam seni memanah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru di Jetavana, tentang pelepasan agung. Sang Guru berkata, “Bukan hanya kali ini, Para Bhikkhu, Tathāgata melakukan pelepasan agung: di kehidupan-kehidupan sebelumnya Beliau juga melepaskan payung putih kerajaan dan melakukan hal yang sama.” Dan Beliau […]
Baca selengkapnya...No. 180 DUDDADA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sulit untuk melakukan seperti,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang derma yang diberikan secara bersama-sama. Dua sahabat di Sāvatthi, putra dari tuan tanah, mengumpulkan dana yang menyediakan semua keperluan untuk diberikan kepada Buddha dan para siswa-Nya. Dua sahabat tersebut mengundang […]
Baca selengkapnya...No. 179 SATADHAMMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [82] “Sesuatu yang kurang berarti,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang dua puluh satu cara hidup yang tidak benar. Pada suatu masa, terdapat banyak bhikkhu yang menyokong kehidupan mereka dengan menjadi tabib, utusan, pengirim pesan, melakukan pertukaran derma64, dan sebagainya, […]
Baca selengkapnya...DN 33 Sangīti Sutta Bersama-sama Mengulangi Khotbah Diterjemahkan dari bahasa Pāḷi ke bahasa Inggris oleh Maurice O’Connell Walshe © 2011 [207] 1.1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR. Suatu ketika, Sang Bhagavā sedang mengunjungi negeri Malla bersama lima ratus bhikkhu. Sesampainya di Pāvā, ibu kota Malla, Beliau menetap di hutan-mangga milik Cunda, si pandai besi.1 1.2. Pada saat […]
Baca selengkapnya...No. 178 KACCHAPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di sini saya dilahirkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang bagaimana seseorang sembuh dari suatu wabah penyakit59. Diceritakan bahwasanya suatu ketika suatu wabah penyakit tiba-tiba menjangkiti sebuah keluarga di Sāvatthi. Orang tua di dalam keluarga tersebut berkata kepada putra mereka, “Jangan tinggal […]
Baca selengkapnya...DN 29 Pāsādika Sutta Khotbah yang menggembirakan Diterjemahkan dari bahasa Pāḷi ke bahasa Inggris oleh Maurice O’Connell Walshe © 2010-2011 [117] 1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR. Suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di tengah-tengah para Sakya, di bangunan [Sekolah]1, di hutan mangga milik keluarga Vedhañña.2 Pada masa itu, Nigaṇṭha Nātaputta baru saja meninggal dunia di Pāvā.3 […]
Baca selengkapnya...No. 177 TIṆḌUKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Lihatlah di sekeliling kita, mereka semua berdiri,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Seperti kisah di dalam Mahābodhi-Jātaka56 dan Ummagga-Jātaka57, ketika mendengar pujian kebijaksanaan-Nya, Beliau berkata, “Bukan hanya kali ini saja Buddha itu bijaksana, […]
Baca selengkapnya...No. 176 KALĀYA-MUṬṬHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [74] “Seekor kera bodoh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, mengenai seorang Raja Kosala. Di suatu musim hujan, pemberontakan terjadi di daerah perbatasannya. Para pasukan berpangkalan di sana, setelah dua atau tiga pertempuran gagal untuk menaklukkan musuhnya, mereka mengirimkan pesan kepada sang raja. […]
Baca selengkapnya...DN 28 Sampasādanīya Sutta Keyakinan Tenang Diterjemahkan dari bahasa Pāḷi ke bahasa Inggris oleh Maurice O’Connell Walshe © 2010-2011 [99] 1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR. Suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di Nālanda, di hutan mangga Pāvārika. Dan Yang Mulia Sāriputta datang menemui Sang Bhagavā, memberi hormat kepada Beliau, duduk di satu sisi dan berkata:1 ‘Jelas […]
Baca selengkapnya...No. 175 ĀDICCUPAṬṬHĀNA- JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada bangsa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menipu (curang). ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta dilahirkan di dalam sebuah keluarga brahmana di Kāsi. Setelah dewasa, dia pergi ke Takkasilā dan menyelesaikan pendidikannya di […]
Baca selengkapnya...