No. 475 PHANDANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “O manusia yang berdiri,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di tepi sungai Rohiṇī, tentang suatu pertengkaran keluarga. Situasi cerita ini akan dijelaskan secara lengkap di dalam Kuṇāla-Jātaka128. Dalam kesempatan ini, Sang Guru menyapa sanak keluarganya, O raja, dan berkata :
Baca selengkapnya...No. 472 MAHĀ-PADUMA-JĀTAKA119 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [187] “Tidak ada raja yang seharusnya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Ciñcamāṇavikā 120. Ketika Dasabala mencapai kebijaksanaan yang maha tinggi untuk pertama kalinya, setelah para siswanya bertambah banyak, dewa dan manusia yang tidak terhitung jumlahnya mengalami tumimbal lahir […]
Baca selengkapnya...No. 471 MEṆḌAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center Masalah dari Meṇḍaka ini akan diceritakan di dalam Ummagga-Jātaka118. ____________________ Catatan kaki : 118 Vol. VI. No. 546, hal. 329.
Baca selengkapnya...No. 469 MAHĀ-KAṆHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seekor anjing pemburu yang sangat hitam,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang hidup untuk kebaikan dunia. Dikatakan pada suatu hari, para bhikkhu duduk berkumpul di dhammasabhā membicarakan sesuatu. “Āvuso,” kata seorang dari mereka, “Sang Guru pernah berteman dengan orang […]
Baca selengkapnya...No. 468 JANASANDHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [176] “Demikianlah yang dikatakan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang perintah dari raja Kosala. Dikatakan bahwa dahulu kala raja dimabukkan oleh kekuasaan dan mengabdikan dirinya kepada kesenangan duniawi, tidak memerintah dengan adil, dan menjadi tidak acuh dalam melayani Sang […]
Baca selengkapnya...No. 467 KĀMA-JĀTAKA101 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia yang menginginkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang brahmana. Dikatakan bahwa ada seorang brahmana yang tinggal di Savatthi sedang menebang pepohonan yang ada di tepi sungai Aciravatī agar dapat digunakan untuk bercocok tanam. Sang Guru yang mengetahui […]
Baca selengkapnya...No. 466 SAMUDDA-VĀṆIJA-JĀTAKA98 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [158] “Sebagian menabur benih,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Devadatta, di saat ia telah terlahir di alam Neraka, ia juga membawa lima ratus keluarga bersama dengannya. Waktu itu, di saat para siswa utama99 telah pergi dengan membawa pengikutnya bersama […]
Baca selengkapnya...No. 465 BHADDA-SĀLA-JĀTAKA89 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Siapakah Anda,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang berbuat baik terhadap sanak keluarga seseorang. Di kota Savatthi, di dalam rumah Anāthapiṇḍika (Anathapindika) selalu ada makanan yang tiada habisnya bagi lima ratus orang bhikkhu, sama halnya dengan Visākhā (Visakha) dan […]
Baca selengkapnya...BUKU XII.—DVĀDASA-NIPĀTA No. 464 CULLA-KUṆĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [144] “Berpikiran sempit,” dan seterusnya. Kisah jataka ini akan diceritakan di dalam Kuṇāla-Jātaka88. ____________________ Catatan kaki : 88 No. 536.
Baca selengkapnya...No. 463 SUPPARAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Laki-laki dengan ujung pisau,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang kesempurnaan pengetahuan. Dikatakan bahwa pada suatu sore hari, para bhikkhu sedang menunggu kedatangan Sang Tathagata untuk memberikan khotbah kepada mereka, dan di saat mereka sedang duduk di dhammasabhā, mereka […]
Baca selengkapnya...