No. 486 MAHĀ-UKUSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Penduduk desa yang jahat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Mitta-gandhaka, seorang upasaka. [299] Orang-orang mengatakan bahwa laki-laki ini, yang merupakan anak dari keluarga yang hancur di Savatthi, mengutus seorang temannya untuk memberikan tawaran pernikahan kepada seorang wanita. Pertanyaan […]
Baca selengkapnya...No. 485 CANDA-KINNARA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Menurutku ini kepergianku,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam diri di Nigrodha Arama dekat Kapilapura, tentang Ibu Rahula di saat ia berada di dalam istana. Kisah jataka ini harus diceritakan mulai dari masa Sang Buddha di masa dūrenidānato174. Tetapi […]
Baca selengkapnya...BUKU XIV.—PAKIṆṆAKA-NIPĀTA No. 484 SĀLIKEDĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [276] “Hasil panen padi,” dan seterusnya—Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menghidupi ibunya. Situasi kejadian ini akan diuraikan di dalam Sāma-Jātaka170. Kemudian Sang Guru memanggil bhikkhu ini dan bertanya kepadanya, “Benarkah apa yang […]
Baca selengkapnya...No. 483 SARABHA-MIGA-JĀTAKA159 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Terus berusaha, O manusia,” dan seterusnya—Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Jetavana, untuk menjelaskan secara lengkap sebuah pertanyaan singkat yang diajukan dirinya sendiri kepada Panglima Dhamma. Pada waktu itu, Sang Guru menanyakan sebuah pertanyaan singkat kepada sang Thera. Ini adalah cerita lengkapnya, yang disingkat, […]
Baca selengkapnya...No. 482 RURU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya dapat membawakanmu berita, dan seterusnya.” Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di VeỊuvana, tentang Devadatta. Seseorang berkata kepadanya, “Sang Buddha sangat berjasa kepadamu, teman Devadatta. Anda menerima perintah dari diri-Nya, juga Anda mempelajari Ti-piṭaka dari diri-Nya, Anda memperoleh hadiah dan kehormatan.” Ketika kata-kata […]
Baca selengkapnya...No. 481 TAKKĀRIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya mengatakannya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Kokalika. Selama satu musim hujan, dua orang siswa utama149 yang berkeinginan meninggalkan rombongan untuk tinggal terpisah, meminta izin dari Sang Guru dan pergi ke kerajaan tempat dimana Kokalika berada. Mereka pergi […]
Baca selengkapnya...No. 480 AKITTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sakka, Tuan semua makhluk hidup,” dan seterusnya— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang dermawan baik hati yang tinggal di kota Savatthi. Dikatakan bahwa laki-laki tersebut mengunjungi Sang Guru dan selama tujuh hari memberikan banyak derma kepada rombongan saṅgha yang mengikuti […]
Baca selengkapnya...No. 479 KĀLIṄGA-BODHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Raja Kāliṅga,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang pemujuaan pohon bodhi yang dilakukan oleh Ananda Thera. Ketika Sang Tathagata telah berangkat melakukan perjalanan dengan tujuan mengumpulkan orang-orang yang karmanya telah matang untuk mengubah hidupnya, para penduduk kota Savatthi pergi ke […]
Baca selengkapnya...No. 477 CULLA-NĀRADA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [219] “Tidak ada kayu yang dipotong,” dan seterusnya— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang godaan dari seorang wanita yang kasar. Dikatakan bahwa ada seorang wanita berusia enam belas tahun, putri dari seorang penduduk kota Savatthi, yang mungkin dapat membawa keberuntungan bagi […]
Baca selengkapnya...No. 476 JAVANA-HAṀSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Mari, angsa,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Daḷḥadḥamma Suttanta atau cerita perumpamaan dari orang kuat. Sang Bhagava berkata, “Andaikan, para bhikkhu, berdiri empat orang pemanah di empat penjuru mata angin, mereka adalah orang-orang yang kuat, sudah terlatih dengan baik, […]
Baca selengkapnya...