Category Archives for "Sutta Pitaka"

Istana Pemberi Tempat Bernaung

68. KEEMPAT : ISTANA PEMBERI – TEMPAT – BERNAUNG (Upassayadayakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, Hutan Bambu. Pada waktu itu musim hujan sudah berlalu. Seorang Bhikkhu yang berada di dalam perjalanan untuk memberikan penghormatan kepada Yang Terberkahi memasuki suatu desa dan mencari tempat bermalam yang sesuai. Seorang umat awam yang ditemuinya, setelah berunding dengan […]

Baca selengkapnya...

Istana Pemberi Buah

67. KETIGA: ISTANA PEMBERIAN – BUAH (Phaladayakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, Raja Bimbisara ingin makan buah mangga yang belum musim. Tukang kebun, walaupun mengetahui kesulitannya, berjanji untuk berusaha sebaik-baiknya mencari buah mangga dengan cara-cara yang dipaksakan. Ketika ada empat buah mangga yang telah masak, dia memetiknya untuk […]

Baca selengkapnya...

Istana Rumah

65. PERTAMA : ISTANA RUMAH (Agariyavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, hidup satu keluarga kaya yang luhur di Rajagaha, suatu sumber manfaat yang baik bagi para bhikkhuni. Ayah dan Ibunya, karena sepanjang hidup telah melakukan tindakan jasa atas nama Tiga Permata, meninggal dari sini dan terlahir di antara […]

Baca selengkapnya...

Istana Kereta Kencana Besar

64. KEEMPAT BELAS : ISTANA KERETA BESAR (Maharathavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Ketika Y.M. Maha-Moggallana mengadakan perjalana di alam Tiga-Puluh-Tiga dewa, beliau melihat dewa-muda, Gopala, yang sedang meninggalkan Istananya dan menaiki keretanya yang agung untuk pergi bersenang-senang dan berolah raga. Ketika dewa-muda itu melihat Thera tersebut, dia pun turun dari […]

Baca selengkapnya...

Istana Kereta Kencana Kecil

63. KETIGABELAS : ISTANA KENCANA KECIL (Cularathavimana) Setelah Sang Buddha mencapai Nibbana Akhir, relik Beliau dibagi-bagikan. Di bawah bimbingan Maha-Kassapa Thera yang agung, dipilihlah para bhikkhu untuk mengulang Dhamma; para siswa, yang masing-masing datang untuk musim penghujan bersama dengan kelompoknya, tinggal di tempat yang berbeda-beda karena memikirkan orang-ornag yang menerimanya. Dan Y.M. Maha-Kaccana tinggal di […]

Baca selengkapnya...

Istana Gajah, Ketiga

62. KEDUABELAS : ISTANA GAJAH, KETIGA (Tatiyanagavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Huatan Bambu.1 Pada waktu itu, Tiga Thera Arahat dating ke suatu desa untuk melewatkan musim penghukan. Dan dari sana mereka pergi ke Rajagaha untuk memberikan penghormatan kepada Yang Terberkahi. Ketika melewati perkebunan tebu milik seorangbrahmana penjaganya : “Dapatkah kami tiba di […]

Baca selengkapnya...

Istana Gajah, Kedua

61. KESEBELAS: ISTANA GAJAH, KEDUA (Dutiyanagavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang umat awam yang memiliki keyakinan menjalani kehidupan sesuai peraturan. Dia menjalankan hari-hari Upasatha, memberikan dana kepada Sangha dan pergi ke vihara untuk mendengarkan Dhamma dengan membawa dana. Setelah meninggal dari sini dia muncul di alam Tiga-Puluh-Tiga […]

Baca selengkapnya...

Istana Jarum, Kedua

59. KESEMBILAN : ISTANA JARUM, KEDUA (Dutiyasucivimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Seorang penjahit pergi untuk melihat-lihat hutan itu, dan di sana dia melihat seorang bhikkhu yang sedang menjahit jubah dengan jarum yang telah dibuat di Hutan Bambu itu. Dia pun memberi beliau jarum-jarum dengan wadahnya. Pertanyaan yang sama diajukan kepada […]

Baca selengkapnya...

Istana Jarum

58. KEDELAPAN : ISTANA JARUM (Sucuvimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, dilakukan pembuatan jubah untuk Y.M. Sariputta dan dibutuhkan sebuah jarum. Sesampai di rumah seorang pandai besi untuk mengumpulkan dana makan dan ditanya apa yang dibutuhkan, bhikkhu itu memberitahukan kebutuhannya. Dengan pikiran yang penuh keyakinan, si pandai besi […]

Baca selengkapnya...
1 65 66 67 68 69 126