Category Archives for "Sutta Pitaka"

Peta Bermulut Busuk

I.3 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA BERMULUT BUSUK [Putimukhapetavatthuvanannana] ‘Engkau memiliki warna kulit surgawi yang indah.’ Demikian dikatakan Sang Guru ketika Beliau sedang berdiam di Tempat Memberi Makan Tupai di Hutan Bambu berkenaan dengan peta yang memiliki mulut berbau busuk. Dikatakan bahwa dahulu kala, pada zaman Buddha Kassapa, dua orang laki-laki muda dari keluarga baik-baik meninggalkan […]

Baca selengkapnya...

Peta (Berwajah) Babi

I.2 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA (BERWAJAH) BABI [Sukarapetavatthuvannana] ‘Seluruh tubuhmu keemasan.’ Demikian dikatakan ketika Sang Guru berdiam di Tempat Memberi Makan Tupai di Hutan Bambu dekat Rajagaha berkenaan dengan peta yang berwajah babi. Dikatakan bahwa dahulu kala, pada masa Ajaran Buddha Kassapa,1 ada seorang bhikkhu yang terkendali [10] tubuhnya tetapi tidak terkendali ucapannya. Dia suka […]

Baca selengkapnya...

Peta Bagaikan Ladang

I.1 PENJELASAN MENGENAI CERITA PETA BAGAIKAN LADANG [Khettupamapetavatthuvannana] Sang Buddha, yang berdiam di Tempat Memberi Makan Tupai, di Hutan Bambu di Rajagaha mengisahkan1 cerita mengenai peta yang dahulunya adalah putra seorang pedagang kaya. Dikisahkan bahwa di Rajagaha ada seorang pedagang kaya raya yang memiliki kekayaan yang luar biasa besarnya. Harta bendanya amat banyak, sumber-sumber materinya […]

Baca selengkapnya...

Penjelasan Arti Intrinsik

BAB I BAB ULAR [Uragavagga) PENJELASAN ARTI INTRINSIK KOMENTAR MENGENAI CERITA-CERITA PETA Terpujilah Sang Bhagava, Sang Arahat, Buddha Yang Sempurna [1] PENJELASAN MENGENAI PERMULAAN KOMPOSISI : 1 1. Hormatku pada Sang Buddha yang Memiliki Kasih Sayang Luar Biasa, yang telah menyeberangi samudera Kesunyataan yang dapat diketahui dan yang dengan berbagai cara telah menjelaskan kesunyataan yang […]

Baca selengkapnya...

Petavatthu

Petavatthu Judul : Petavatthu 1,2, 3 – Cerita-cerita Makhluk Peta, Kitab Suci Agama Buddha, Bagian dari Khuddakka-Nikaya, Sutta Pitaka, Judul Asli : Peta-Stories, Oleh : Dhammapala, Alih Bahasa : Dra. Lanny Anggawati, Dra. Wena Cintiawati, Editor : Y.M. Jotidhammo Thera, M.Hum dan Rudy Ananda Limiadi, S.Si, M.M Diterbitkan oleh : Vihara Bodhivamsa (di bawah Yayasan […]

Baca selengkapnya...

Istana Sunikkhitta

85. KESEBELAS : ISTANA SUNIKKHITTA (Sunikkhitavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, seperti yang dibicarakan di atas, Y.M. Maha Moggallana sedang mengunjungi alam dewa, dan sampai di alam Tiga-Puluh Tiga dewa. Seorang dewa-muda yang sedang berdiri di pintu Istananya sendiri mendekati Thera tersebut dengan penghormatan yang besar. Di masa […]

Baca selengkapnya...

Istana Serissaka

84. KESEPULUH : ISTANA SERISSAKA (Serissakavimana)1 Setelah Yang Terberkahi mencapai Nibbana Akhir, Y.M. Kumara-Kassapa bersama dengan lima ratus bhikkhu tiba di kota Setavya. Di sana beliau meluruskan pandangan salah sang penguasa, Payasi,2 dan beliau memantapkan dia di dalam pandangan-pandangan benar. Sejak saat itu, dia menyukai tindakan jasa dan banyak memberi dana kepada para petapa dan […]

Baca selengkapnya...

Istana Mattakundalin

83. KESEMBILAN : ISTANA PEMAKAI ANTING YANG DIPOLES1 (Mattakundalivimana)2 Yang Terberkahi sedang berdiam di Savathi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, di sana hidup seorang brahmana yang amat kaya tetapi tidak memiliki keyakinan. Namun dia tidak pernah memberikan apa pun kepada siapa pun, sehingga dijuluki ‘Yang Tak-Pernah-Memberi’. Putranya yang bernama Mattakundalin dilarang mendekati Yang Terberkahi […]

Baca selengkapnya...

Istana Berbagai Warna

82. KEDELAPAN : ISTANA BERBAGAI WARNA (Anekavannavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savathi, di Hutan Jeta. Y.M. Maha-Moggallana sedang mengunjungi alam Tiga-Puluh-Tiga dewa dan menerima penghormatan dari dewa muda yang memiliki aneka warna. Dewa itu menghampiri beliau dan berdiri dengan tangan tertangkup yang dijulurkan keluar. Sang Thera pun bertanya: 1. “Naik ke Istana beraneka warna, […]

Baca selengkapnya...

Istana Kanthaka

81. KETUJUH : ISTANA KANTHAKA (Kanthakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada suatu saat, Y.M. Maha-Moggallana mengunjungi alam dewa. Ketika itu, Kanthaka, satu dewa-muda, keluar dari tempat tinggalnya, pergi ke taman dengan sejumlah besar. Melihat Y.M. Maha-Moggallana, dengan segera dia turun dari kendaraannya dan memberikan penghormatan. Dan Thera itu bertanya kepadanya: […]

Baca selengkapnya...
1 63 64 65 66 67 126